Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 5 Maret 2026
Trending
  • 10 Bisnis Menguntungkan Jelang Lebaran untuk Milenial
  • Waktunya Naik Kelas, Kehidupan Berubah! 5 Shio Siap Pindah Rumah Tahun 2026
  • Polda Bali Uji Kecocokan DNA dengan WNA Ukraina yang Hilang, Buru 6 Bule Rusia dan Ukraina Diduga Penculik
  • Siapa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Diklaim Trump Tewas dalam Serangan AS-Israel?
  • Jadwal Siaran Liga Inggris SCTV Sabtu-Minggu Malam: Man City, Arsenal, Liverpool, Man United
  • 12 Model Kanopi Terbaru 2026: Minimalis, Estetik, Berkarakter untuk Rumah Mungil yang Mewah
  • Pengemudi ojol menolak penumpang besar, kini beri klarifikasi dan minta maaf
  • iPhone 17 Pro Max vs Samsung S26: Harga iPhone 17 Pro Max 256GB di Akhir Februari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Polda Bali Uji Kecocokan DNA dengan WNA Ukraina yang Hilang, Buru 6 Bule Rusia dan Ukraina Diduga Penculik
Hukum

Polda Bali Uji Kecocokan DNA dengan WNA Ukraina yang Hilang, Buru 6 Bule Rusia dan Ukraina Diduga Penculik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Maret 2026Tidak ada komentar8 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penemuan Potongan Tubuh Manusia di Pantai Ketewel

Polisi Daerah (Polda) Bali sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Penemuan tersebut terjadi pada Kamis (26/2) di Muara Sungai Wos Teben. Saat ini, pihak kepolisian tengah mengidentifikasi korban dan mencari keterkaitan dengan laporan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Tim DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor sedang mengambil sampel DNA untuk keperluan autopsi dan pencocokan data. Hal ini penting karena polisi harus memastikan identitas korban di tengah adanya laporan orang hilang dalam waktu dekat ini. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menjelaskan bahwa salah satu langkah tim penyidik saat ini adalah mencocokkan sampel DNA tersebut dengan profil WNA asal Ukraina yang dikabarkan menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas.

Kombes Pol Ariasandy membenarkan bahwa profil WNA tersebut masuk dalam daftar prioritas pencocokan. Akan tetapi juga dicocokkan dengan korban-korban yang dinyatakan hilang. “Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak?” jelas Kombes Pol Ariasandy saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/2).

Selain uji DNA, polisi juga tengah mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.

Menurut Kombes Ariasandy, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati. Ia menyatakan bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.

Proses Olah TKP dan Identifikasi Awal

Lebih lanjut, Kombes Ariasandy mengungkapkan pihak kepolisian telah bergerak cepat sejak penemuan potongan tubuh tersebut pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran petinggi kepolisian setempat.

“Setelah kita evakuasi pasca penemuan kemarin, kita langsung melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis Polda serta Polres untuk mengidentifikasi awal potongan-potongan tubuh tersebut,” ujar Kombes Pol Ariasandy.

Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis.

“Kalau nampak nyata memang potongan tubuh, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar,” ungkapnya menggambarkan kondisi tragis mayat tersebut. Polisi menduga potongan-potongan tersebut sengaja dibuang ke air dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut.

Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan. “Sebagian besar bagian tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu. Sebagian lengan kanan kiri, dada, bagian paha yang ditemukan. Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan,” bebernya.

Penyelidikan Terkait WNA Ukraina

Polda Bali berkomitmen untuk mengungkap kasus ini sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik. Tim penyidik juga tengah bergerak mengecek keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV di seputaran tempat ditemukannya potongan mayat. Hal ini sebagai upaya melacak jejak pelaku.

Sementara itu, peristiwa WNA asal Ukraina berinisial IK (28) yang mengaku sedang diculik sempat ramai di media sosial. Dalam video tersebut, IK yang tampak mengalami luka serius mengaku telah diculik di wilayah Kuta Selatan dan memohon bantuan keluarganya untuk membayar tebusan fantastis senilai US$10 juta atau setara dengan Rp 157 miliar.

Kombes Pol Ariasandy menjelaskan laporan awal diterima Polsek Kuta Selatan pada Minggu (15/2) malam. “Laporan tersebut dibuat oleh salah satu rekan korban yang berada di lokasi saat dugaan peristiwa penyerangan dan penculikan terjadi,” kata Kombes Pol Sandy, Selasa (24/2) kemarin.

Mengenai latar belakang korban yang disebut-sebut sebagai anak dari bos kriminal di Dnipro, Ukraina, Kombes Pol Ariasandy menyatakan sejauh ini status korban dalam dokumen resmi kewarganegaraan hanyalah sebagai wisatawan. Pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi mengenai keterlibatan mafia atau motif tertentu sebelum pelaku berhasil diamankan. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan mengidentifikasi para pelaku melalui berbagai petunjuk yang ada.

Diperkirakan Meninggal Tiga Hari Lalu

Potongan tubuh manusia ditemukan di Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (26/2). Diduga mayat tersebut merupakan korban mutilasi. Potongan tersebut berupa kepala dada, bahu, lengan dan paha. Setelah ditemukan potongan mayat tersebut dibawa ke Forensik RSUP Prof Ngoerah.

dr. Nola Margaret Gunawan selaku dokter forensik di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah membeberkan potongan tubuh tersebut ia terima Kamis (26/2) sekitar pukul 16.00 Wita. “Yang mengantar dari Polsek Sukawati sudah dalam membusuk lanjut, baru sampai di situ saja pemeriksaan yang kami lakukan jadi masih berkoordinasi lebih detail dengan Polsek Sukawati,” jelas dr. Nola pada, Jumat (27/2).

dr. Nola mengaku belum melakukan pemeriksaan secara detail sebab jenazah datangnya di sore hari. Namun kematian korban diperkirakan sudah lebih dari tiga hari. “Karena sudah membusuk lanjut diperkirakan sudah lebih dari tiga hari (waktu kematian),” imbuhnya.

Untuk tindakan autopsi pihaknya masih menanti permintaan dari Polsek Sukawati atau Polres Gianyar. Hingga saat ini, dr. Nola terus berkoordinasi dengan penyidik. Ketika ditanya apakah potongan badan korban termasuk potongan profesional? dr. Nola menjawab sulit ditentukan kalau dari sekilas karena jenazah sudah dalam kondisi membusuk lanjut.

“Nanti ketika pada akhirnya diatuopsi kita berharap ada temuan yang bisa mengarahkan apakah ini potongan rapi atau tidak, itu bisa terjawab. Kalau identifikasi khusus memang ada, tetapi kami tidak coba bongkar lebih detail karena ini terkait dengan penyidikan,” terangnya.

Untuk penentuan apakah korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) atau Warga Negara Indonesia (WNI) juga sulit terjawab. Sebab kata dia, secara visual tak dapat ditentukan dalam kondisi potongan badan korban sudah membusuk. Menurutnya, untuk mengetahui kewarganegaraanya harus dilakukan DNA namun DNA juga tidak bisa menunjukan korban warga negara apa namun dapat menunjukan korban ini siapa.

“Dari sana bisa dilacak dia warga negara apa, sebenarnya klu dari aspek antropologi dari struktur tulangnya baru kita bisa menentukan kedekatan populasi dengan kelompok mana apakah mongoloid, negronoid dan sebagainya,” bebernya.

“PL masih sangat minimal karena kami belum menerima permintaan apapun yang bisa dilakukan saat ini hanya PL. Belum ada mengarah ke jenis kelamin,” pungkasnya.

6 WNA Ditetapkan Tersangka Kasus Penculikan WNA Ukraina

Kepolisian Daerah (Polda Bali) secara resmi menaikkan status hukum terhadap 6 Warga Negara Asing (WNA) menjadi tersangka dalam kasus penculikan seorang WNA Ukraina bernama Igor Komarov. Keenam tersangka ini berinisial RM, BK, AS, VN, SM, dan DH yang semuanya merupakan laki-laki berkebangsaan Ukraina dan Rusia.

Langkah tegas ini diambil setelah tim gabungan dari Polda Bali dan Polresta Denpasar melakukan serangkaian penyelidikan mendalam pasca menerima laporan resmi pada tanggal 16 Februari lalu.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, mengungkapkan penetapan tersangka ini merupakan hasil dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan secara komprehensif serta penelusuran terhadap berbagai alat bukti digital dan saksi-saksi di lapangan.

Menurutnya, tim penyidik telah menyusuri setiap perlintasan kendaraan yang dicurigai melalui rekaman CCTV serta mendeteksi pergerakan satu unit mobil roda empat dan dua kendaraan roda dua yang diduga digunakan oleh para pelaku sebelum dan sesudah peristiwa penculikan terjadi.

“Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh tim penyidik, kami telah secara resmi menaikkan status enam orang warga negara asing tersebut sebagai tersangka dalam peristiwa penculikan yang dilaporkan pada 15 Februari lalu,” kata Kombes Pol Ariasandy di Mapolda Bali, Jumat (27/2).

“Kami sedang berkoordinasi untuk menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) serta Red Notice melalui kepolisian Interpol untuk mengejar para tersangka yang terdeteksi telah meninggalkan wilayah Indonesia,” ujar Kabid Humas.

Ada dua orang masih berada di Indonesia,” imbuhnya.

Penyelidikan ini mendapatkan titik terang melalui analisis GPS yang terpasang pada kendaraan sewaan para pelaku. Data GPS tersebut menunjukkan bahwa kendaraan sempat berhenti di vila di daerah Tabanan. Setelah diperiksa, identik dengan lokasi di mana para pelaku sempat merekam video korban secara langsung.

Di lokasi tersebut, penyidik menemukan bercak darah yang setelah diuji identik dengan sampel darah yang juga ditemukan di dalam mobil Avanza yang disewa kelompok ini. Selain keenam tersangka utama, polisi juga telah mengamankan seorang pria WNA berinisial C di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23 Februari lalu.

Tersangka C berperan sebagai penyewa kendaraan dengan bayaran tertentu dan diketahui menggunakan paspor palsu untuk melancarkan aksinya. Penangkapan C di hotel di NTB yang menjadi pintu masuk pihak kepolisian untuk membongkar identitas jaringan pelaku lainnya.

Mengenai motif dan keberadaan korban, Kombes Pol Ariasandy menegaskan pihaknya masih terus melakukan pendalaman secara intensif. Terkait spekulasi adanya hubungan antara kasus penculikan ini dengan temuan potongan tubuh manusia beberapa waktu lalu, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final.

Saat ini, tim Bidokkes Polda Bali tengah melakukan identifikasi dan mencocokkan DNA potongan tubuh tersebut dengan DNA orang tua korban penculikan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara kedua kasus yang berbeda tersebut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penangkapan Mengejutkan Ko Erwin, Bandar Narkoba yang Diduga Beri Uang Miliaran ke AKBP Didik

4 Maret 2026

Dua Polisi Dipecat, Tiga Lainnya Jalani Sidang Etik dalam Kasus Pemerkosaan Calon Polwan di Jambi

4 Maret 2026

Pola aliran dana bandar narkoba ke AKBP Didik melalui Malaungi, setor Rp2,8 miliar

4 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Bisnis Menguntungkan Jelang Lebaran untuk Milenial

5 Maret 2026

Waktunya Naik Kelas, Kehidupan Berubah! 5 Shio Siap Pindah Rumah Tahun 2026

4 Maret 2026

Polda Bali Uji Kecocokan DNA dengan WNA Ukraina yang Hilang, Buru 6 Bule Rusia dan Ukraina Diduga Penculik

4 Maret 2026

Siapa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Diklaim Trump Tewas dalam Serangan AS-Israel?

4 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?