Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3
  • Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Camat Air Periukan Seluma Kembali Digerebek Bersama Guru PPPK
  • Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara
  • Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3 Jika Kalah dari Sumsel United
  • 5 Restoran Favorit All You Can Eat di Surabaya untuk Buca Beramai-ramai dengan Keluarga dan Teman
  • Jangan Terjebak Macet! 4 Transportasi Cepat Jakarta Saat Ramadhan 2026 untuk Efisiensi Waktu
  • McDonald’s Indonesia: 35 Tahun Berdiri, Serap 10 Ribu Karyawan, Termasuk Teman Tuli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Plus minus gunakan Mini Cooper 2020: Desain ikonik, suspensi keras
Otomotif

Plus minus gunakan Mini Cooper 2020: Desain ikonik, suspensi keras

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BOGOR, Indonesia

Sejarah dan Keunikan Mini Cooper

Mini Cooper adalah salah satu mobil ikonik yang masih bertahan hingga saat ini. Sejarah panjang merek Mini dan model Cooper menjadi nilai tambah dari mobil dengan desain unik ini. Mei, seorang pemilik Mini Cooper tahunan 2020, menceritakan pengalamannya menggunakan mobil perkotaan tersebut selama lima tahun. Ia mengatakan bahwa rasanya mengemudi Mini sangat menyenangkan dan stabil.

“Naik Mini sendirian atau bersama pasangan sangat enak, bahkan bisa ngebut. Mobil ini aman meskipun dibejek atau diinjak. Selain itu, irit bahan bakar, jadi tidak terlalu menguras kantong,” ujar Mei kepada Indonesiadiscover.com beberapa waktu lalu.

Mesin dan Performa

Cooper model standar yang dimiliki Mei menggunakan mesin 1.500 cc turbo dengan tiga silinder. Meski merupakan varian paling bawah, tenaga yang dihasilkan mencapai 134 TK dengan torsi sebesar 162 Nm, cukup mumpuni untuk kebutuhan harian.

Alasan Mei memilih Cooper biasa juga karena tampilannya yang tetap lucu dan ikonik. Berbeda dengan varian S atau JCW yang dinilainya terlalu agresif akibat tambahan body kit.

“Mini Cooper ini memiliki model yang ikonik, tanpa banyak body kit seperti Cooper S atau JCW. Jadi kesan imutnya tetap terasa,” kata Mei.

Kabin dan Kedap Suara

Ketika digunakan, selain menyenangkan, Mini Cooper juga memiliki kabin yang kedap suara. Meskipun model kacanya frameless, kabinnya lebih kedap dibandingkan mobil Jepang di bawah Rp 500 juta.

“Masih unggul dari mobil Jepang. Tapi ada yang tidak biasa, yaitu kadang terlalu sunyi hingga membuat pusing,” ujar Mei.

Kekurangan dan Masalah yang Dihadapi

Salah satu kekurangan yang dirasakan Mei adalah suara ban yang berisik. Model ban yang digunakan adalah run flat tire (RFT), yang memiliki dinding ban lebih keras dibandingkan model biasa.

“Berisiknya berasal dari suara ban RFT. Ban ini lebih keras dan agak berisik,” kata Mei.

Selain itu, mobil ini belum dilengkapi fitur passive entry. Jadi, untuk mengunci mobil atau masuk, harus menekan tombol di remote, bukan di gagang pintu.

“Juga belum ada Apple CarPlay, padahal tahun segitu seharusnya sudah ada. Jadi harus tambah modul aftermarket,” ujar Mei.

Rasa Berkendara dan Kenyamanan

Terakhir, rasa berkendara dari suspensi yang cukup keras menjadi kekurangan lain. Joknya juga tidak terlalu empuk, sehingga kurang cocok bagi orang yang berusia di atas 50 tahun.

“Cuma itu yang dicari mungkin ya, karena ketika ngebut, antep sekali seperti gokart. Beberapa orang tua, yang berumur, saat melewati polisi tidur dan jalan bergelombang jadi terasa agak keras,” kata Mei.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Rencana Agrina Impor 105.000 Pikap India, Gaikindo Khawatirkan Industri Lokal

23 Februari 2026

Harga Toyota Hilux Double Cabin 2022 Bekas, Pilihan SUV Nyaman

23 Februari 2026

Beli Toyota New Fortuner 2023 Bekas? Cek Harga dan Spesifikasi

23 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Frank dan Co. gelar pameran ‘Cinta yang Jujur’ di Mall Kelapa Gading 3

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Leo Hari Ini: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026

Camat Air Periukan Seluma Kembali Digerebek Bersama Guru PPPK

23 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Hari Ini: Waktu Imsak dan Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H di Tarakan, Kalimantan Utara

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?