Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 April 2026
Trending
  • 7 Cara Menghadapi Pasangan yang Terburu-buru Menikah
  • Ini alasan Justin Bieber ajak Billie Eilish tampil di Coachella
  • Rumi, Pemikir dan Pejuang Politik
  • KALSEL TERPOPULER: Kecelakaan di Tanahlaut, Siswa SMK Diduga Dibunuh, LPG Naik
  • 7 Produk Keuangan yang Harus Diperhatikan Pasangan Baru
  • Rumah Pintar 2.0: Deteksi Tidur Medis, Bukan Hanya Lampu!
  • Jadwal MotoGP 2026 di Spanyol: Live Trans7 dan TV Online, Masalah Bagnaia Dibahas Rossi
  • Menghidupkan semangat Kartini melalui fesyen dan kuliner nusantara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Plus minus gunakan Mini Cooper 2020: Desain ikonik, suspensi keras
Otomotif

Plus minus gunakan Mini Cooper 2020: Desain ikonik, suspensi keras

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BOGOR, Indonesia

Sejarah dan Keunikan Mini Cooper

Mini Cooper adalah salah satu mobil ikonik yang masih bertahan hingga saat ini. Sejarah panjang merek Mini dan model Cooper menjadi nilai tambah dari mobil dengan desain unik ini. Mei, seorang pemilik Mini Cooper tahunan 2020, menceritakan pengalamannya menggunakan mobil perkotaan tersebut selama lima tahun. Ia mengatakan bahwa rasanya mengemudi Mini sangat menyenangkan dan stabil.

“Naik Mini sendirian atau bersama pasangan sangat enak, bahkan bisa ngebut. Mobil ini aman meskipun dibejek atau diinjak. Selain itu, irit bahan bakar, jadi tidak terlalu menguras kantong,” ujar Mei kepada Indonesiadiscover.com beberapa waktu lalu.

Mesin dan Performa

Cooper model standar yang dimiliki Mei menggunakan mesin 1.500 cc turbo dengan tiga silinder. Meski merupakan varian paling bawah, tenaga yang dihasilkan mencapai 134 TK dengan torsi sebesar 162 Nm, cukup mumpuni untuk kebutuhan harian.

Alasan Mei memilih Cooper biasa juga karena tampilannya yang tetap lucu dan ikonik. Berbeda dengan varian S atau JCW yang dinilainya terlalu agresif akibat tambahan body kit.

“Mini Cooper ini memiliki model yang ikonik, tanpa banyak body kit seperti Cooper S atau JCW. Jadi kesan imutnya tetap terasa,” kata Mei.

Kabin dan Kedap Suara

Ketika digunakan, selain menyenangkan, Mini Cooper juga memiliki kabin yang kedap suara. Meskipun model kacanya frameless, kabinnya lebih kedap dibandingkan mobil Jepang di bawah Rp 500 juta.

“Masih unggul dari mobil Jepang. Tapi ada yang tidak biasa, yaitu kadang terlalu sunyi hingga membuat pusing,” ujar Mei.

Kekurangan dan Masalah yang Dihadapi

Salah satu kekurangan yang dirasakan Mei adalah suara ban yang berisik. Model ban yang digunakan adalah run flat tire (RFT), yang memiliki dinding ban lebih keras dibandingkan model biasa.

“Berisiknya berasal dari suara ban RFT. Ban ini lebih keras dan agak berisik,” kata Mei.

Selain itu, mobil ini belum dilengkapi fitur passive entry. Jadi, untuk mengunci mobil atau masuk, harus menekan tombol di remote, bukan di gagang pintu.

“Juga belum ada Apple CarPlay, padahal tahun segitu seharusnya sudah ada. Jadi harus tambah modul aftermarket,” ujar Mei.

Rasa Berkendara dan Kenyamanan

Terakhir, rasa berkendara dari suspensi yang cukup keras menjadi kekurangan lain. Joknya juga tidak terlalu empuk, sehingga kurang cocok bagi orang yang berusia di atas 50 tahun.

“Cuma itu yang dicari mungkin ya, karena ketika ngebut, antep sekali seperti gokart. Beberapa orang tua, yang berumur, saat melewati polisi tidur dan jalan bergelombang jadi terasa agak keras,” kata Mei.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP 2026 di Spanyol: Live Trans7 dan TV Online, Masalah Bagnaia Dibahas Rossi

24 April 2026

Mengunjungi Garasi Tamiya di Bantul, Tempat Mengubur Dendam Masa Kecil Jadi Hobi Mewah

23 April 2026

Jadwal Lengkap Yamaha Cup Race 2026

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 Cara Menghadapi Pasangan yang Terburu-buru Menikah

24 April 2026

Ini alasan Justin Bieber ajak Billie Eilish tampil di Coachella

24 April 2026

Rumi, Pemikir dan Pejuang Politik

24 April 2026

KALSEL TERPOPULER: Kecelakaan di Tanahlaut, Siswa SMK Diduga Dibunuh, LPG Naik

24 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?