Penyanyi Piche Kota Tersangka Kasus Rudapaksa Anak SMA
Piche Kota, penyanyi yang merupakan jebolan Indonesian Idol 2025, kini tengah menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA berinisial AKT (16). Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 19 Februari 2026. Piche mengakui bahwa dirinya sedang terlibat dalam proses hukum terkait dugaan kasus asusila tersebut.
“Terkait pemberitaan yang beredar sampai hari ini, saya sampai saat ini masih mengikuti proses hukum yang ada,” ucap Piche Kota dalam unggahan Instagramnya, Senin (23/2/2026).
Ia membantah tudingan bahwa dirinya telah melakukan perbuatan tidak senonoh. “Apa yang di tuduhkan kepada saya tidaklah benar. Saya sangat menghargai semua proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian dan saya sebagai warga negara yang baik saya akan mengikuti setiap proses hukum yang ada,” tegasnya.
Piche menegaskan bahwa dirinya bersuara untuk mencari keadilan bagi dirinya sendiri. “Saya bersuara saat ini untuk mencari keadilan saya sendiri, dan saya tidak pernah melakuan apa yang dituduhkan kepada saya,” tutupnya.
Kini, Piche mangkir dari panggilan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Belu pada Sabtu (28/1/2026) lalu. Alasan Piche belum ditahan karena kondisi kesehatannya yang memerlukan perawatan intensif.
“Tersangka (Piche) sementara masih dirawat di Rumah Sakit Umum Atambua,” kata Kepala Satreskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, kepada Kompas.com, Selasa (3/2/2026).
Menurut Rachmat, penyidik masih menunggu hasil observasi dari tim dokter sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya terhadap tersangka. Penahanan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan Piche dinyatakan memungkinkan.
Sementara itu, dua tersangka lainnya dalam perkara ini, yakni Roy Mali dan Rival Sila, telah lebih dahulu ditahan di sel tahanan Polres Belu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Rival ditahan pada Jumat (27/2/2026) pukul 22.18 WITA. Adapun Roy Mali sebelumnya ditangkap di Timor Leste pada Senin (23/2/2026) sebelum akhirnya ditahan di Polres Belu.
Rachmat menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kejahatan terhadap anak dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara tegas, profesional, dan transparan. Perlindungan terhadap anak merupakan prioritas utama kami. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyidik kini tengah merampungkan pemberkasan perkara untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Belu pada tahap I.
“Intinya, kami dari Satreskrim Polres Belu berupaya agar berkas perkara ini cepat dan profesional,” ujar Rachmat.
Saat ini, Polres Belu masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan Piche Kota sembari melanjutkan proses administrasi penyidikan.
Awal Mula Kejadian di Hotel Atambua
Dugaan kasus rudapaksa terhadap siswi SMA berinisial AC (16) ini terjadi di salah satu hotel di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, pada 11 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Kejadian memilukan tersebut kemudian dilaporkan oleh orangtua korban ke Polres Belu pada 13 Januari 2026.
Dalam laporan tersebut, terdapat tiga orang terlapor yakni Piche Kota, Rival, dan Roy Mali yang kini semuanya telah berstatus tersangka. Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur mengingat korban masih di bawah umur dan kasus ini mendapat asistensi langsung dari Polda NTT sebagai pembina fungsi.
Profil Piche Kota
Pice Kota bernama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Jaga Kota atau dikenal dengan Piche Kota (lahir 4 Februari 2002), adalah penyanyi berkebangsaan Indonesia. Ia adalah enam besar ajang Indonesian Idol musim ketigabelas pada tahun 2025 yang ditayangkan di RCTI. Piche dikenal memiliki suara yang khas dan penampilan yang energik di atas panggung, membuatnya mudah dikenali dan menarik perhatian penonton.
Kehidupan Awal
Petrus Yohanes Debrito Armando Djaga Kota atau Piche Kota, lahir Atambua, Nusa Tenggara Timur, pada 4 Februari 2002. Ia merupakan anak dari Antonius Chen Jaga Kota dan Elfrida Martha Mauluan, Ayahnya yang juga dikenal menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu. Piche anak keempat dari empat bersaudara, dan mempunyai tiga kakak perempuan.
Karier Piche Kota
Ia sudah membangun karier musik dengan menjadi penyanyi di kafe-kafe dan aktif di berbagai panggung kecil di kota asalnya sambil mengembangkan bakat vokalnya. Ia juga aktif mengikuti lomba-lomba menyanyi di tingkat lokal.
Piche mengikuti audisi di Kupang dengan menyanyikan lagu “Superman” dari Ronan Keating. Ia harus menempuh perjalanan panjang dari Atambua ke Kupang bersama teman-temannya. Awalnya, ia tidak berencana ikut karena tidak tertarik, tetapi didesak teman-temannya hingga akhirnya memutuskan untuk mencoba.
Pada babak Final Showcase, ia berhasil membuat satu studio galau dengan membawakan lagu “Semata Karenamu” milik Mario G Klau. Meski demikian, Piche kerap berada di posisi tidak aman. Namun, berkat dukungan penggemar serta bakat yang dipercaya juri, Piche terus melaju hingga babak Spektakuler Show.
Penampilannya yang terbaru dalam babak Top 15 Road to Spektakuler Show berhasil menyanyikan “Menghitung Hari 2” dari Anda turut sukses membuat BCL deg-degan. Dengan suaranya yang berkarakter berhasil menuai puji dari netizen hingga mulai menjagokannya sebagai pemenang.
Pada Spektakuler Show 9, Piche juga tampil berpasangan dengan Vanessa Zee membawakan lagu legendaris berjudul Kisah Kasih di Sekolah. Penampilan duet itu mendapat banyak pujian. Sayangnya, perolehan voting tidak cukup untuk menyelamatkannya dari eliminasi.
Kehidupan Pribadi
Piche Kota mengusung genre pop dalam bernyanyi, namun juga memiliki sosok yang sangat menginspirasi dalam dunia musik. Dia mengagumi band asal Inggris, Coldplay dan banyak terinspirasi oleh lagu-lagu mereka.
Salah satu lagu yang paling dia sukai adalah “Yellow” yang begitu menyentuh hatinya. Salah satu impian terbesar Piche Kota adalah bisa menyaksikan konser megah dari band internasional tersebut secara langsung.



