Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Diperkirakan Hanya 5,1%
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Diperkirakan Hanya 5,1%

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan tidak mampu mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Seorang ahli ekonomi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Leo Putera Rinaldy, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun ini hanya akan mencapai 5,1%, lebih rendah dari target APBN 2025 sebesar 5,2%. Meskipun demikian, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 akan berada dalam kisaran 5,2% hingga 5,3%.

Salah satu sumber pertumbuhan ekonomi tersebut berasal dari stimulus dan pengeluaran fiskal. Menurut Leo, kontribusi stimulus fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 dapat mencapai 0,2 poin persentase (ppt). Selain itu, belanja modal pemerintah juga meningkat signifikan hingga 44% pada kuartal IV, dengan pola belanja yang mirip seperti pada kuartal II 2025.

Faktor-faktor tersebut dinilai dapat mengkompensasi efek bencana yang terjadi di Sumatra. “Kondisi-kondisi tersebut bisa membantu menyeimbangkan dampak negatif dari peristiwa alam,” ujarnya kepada Indonesiadiscover.com.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, Leo melihat bahwa baik pertumbuhan maupun kualitasnya akan lebih solid. Hal ini didorong oleh realisasi pengeluaran fiskal yang lebih cepat dan awal setelah masa transisi serta adaptasi kebijakan di tahun lalu.

Pemerintah telah merencanakan strategi untuk mempercepat pengeluaran fiskal di awal tahun anggaran. Dalam hal ini, pemerintah akan melakukan front-loading, yaitu menarik utang atau mempercepat belanja negara dalam jumlah besar di awal tahun. Strategi ini dimaksudkan untuk memanfaatkan momentum permintaan Lebaran dan Imlek di kuartal pertama 2026. Selain itu, pemerintah juga akan memastikan transmisi kebijakan moneter yang lebih baik.

Dari sisi investasi, Danantara akan menjadi salah satu pendorong utama. Proyek ini melibatkan partisipasi BUMN serta sektor swasta, termasuk foreign direct investment (FDI). Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, harapan besar diarahkan agar pertumbuhan ekonomi dapat terus bergerak positif.

Beberapa faktor penting yang diperhitungkan oleh Leo antara lain:

  • Stimulus fiskal: Kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 sebesar 0,2 poin persentase.
  • Belanja modal pemerintah: Meningkat signifikan hingga 44% pada kuartal IV.
  • Efek bencana: Dapat dikompensasi oleh faktor-faktor lain seperti stimulus dan pengeluaran fiskal.
  • Realisasi pengeluaran fiskal: Lebih cepat dan awal setelah masa transisi kebijakan.
  • Strategi front-loading: Mempercepat belanja negara di awal tahun anggaran.
  • Momentum Lebaran dan Imlek: Digunakan sebagai peluang untuk meningkatkan permintaan.
  • Transmisi kebijakan moneter: Diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
  • Investasi Danantara: Melibatkan partisipasi BUMN, sektor swasta, dan FDI.

Dengan semua faktor tersebut, Leo optimis bahwa meskipun ada tantangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap memiliki potensi untuk tumbuh secara stabil dan berkelanjutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?