Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Peringatan Santo dan Santa Pelindung 28 Desember 2025
Nasional

Peringatan Santo dan Santa Pelindung 28 Desember 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 December 2025No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peringatan Santo dan Santa Pelindung Minggu 28 Desember 2025

Minggu 28 Desember 2025 menjadi hari penting dalam kalender liturgis Gereja Katolik. Pada hari ini, umat Katolik merayakan peringatan para kanak-kanak suci Betlehem yang menjadi martir. Perayaan ini juga dikenal sebagai Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem, Martir.

Sejarah Kelahiran Yesus dan Kekacauan di Betlehem

Kelahiran Yesus, yang konon akan menjadi “Raja Israel”, membawa kegoncangan besar bagi kekuasaan Herodes Agung. Raja Yudea ini merasa terancam oleh bayi yang lahir di Betlehem. Ketika Tiga Raja dari Timur datang untuk menyembah-Nya, mereka diminta kembali ke Yerusalem untuk memberitahu Herodes tempat kelahiran Yesus. Namun, ketiga raja itu pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain, tidak mengikuti instruksi Herodes.

Kemarahan Herodes semakin memuncak. Ia memerintahkan agar semua bayi di Betlehem dibunuh. Dengan penuh kekejaman, ia memerintahkan pembunuhan terhadap semua kanak-kanak laki-laki di wilayah tersebut. Meskipun begitu, Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtuanya ke Mesir, sehingga rencana Herodes gagal.

Herodes dikenal sebagai penguasa yang sangat ambisius dan kejam. Meskipun berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen megah, ia sebenarnya hanya boneka dari kaisar Romawi. Nama Herodes terkenal karena tindakan kejamnya, termasuk membunuh banyak orang, termasuk tiga putranya sendiri. Isterinya ada 10 orang, dan hidupnya penuh dengan kebengisan.

Makna Pesta Hari Ini

Pada hari ini, Gereja tidak hanya menghormati para kanak-kanak suci sebagai martir, tetapi juga menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai cita-cita iman bagi semua orang Kristen. Pesta ini mengajak semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun sering kali harus mengorbankan nyawa atau menumpahkan darah demi cinta kasih kepada Allah dan sesama.

Di dalam diri para kanak-kanak suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.

Santa Fabiola, Janda yang Bertobat

Selain peringatan para kanak-kanak suci, hari ini juga merayakan Santa Fabiola, seorang janda yang memiliki kisah hidup yang menarik. Fabiola lahir di Roma pada pertengahan abad ke-4 dari sebuah keluarga ningrat. Masa mudanya tidak terpuji karena ia menikah dengan seorang pemuda yang hidupnya bejat. Setelah menceraikan suaminya, ia menikah lagi dengan lelaki lain. Tindakan ini sangat tidak terpuji bagi seorang Kristen dan mencoreng nama baik Gereja.

Namun, Tuhan tidak membiarkan Fabiola bertindak sembarangan. Tidak lama kemudian, dua suaminya meninggal dunia. Fabiola menyesali sikap hidupnya dan bertobat. Ia mulai menaati aturan hidup sebagai anggota Gereja, melakukan silih di hadapan seluruh umat sehingga diterima kembali sebagai anggota Gereja. Pertobatannya secara terbuka dilakukannya di muka basilik Lateran. Paus Santo Siricius menerimanya kembali dalam pangkuan ibu Gereja.

Corak hidupnya yang baru diwarnai dengan pengabdian tulus dalam karya-karya cinta kasih. Harta bendanya ia manfaatkan untuk kepentingan Gereja Roma. Ia mendirikan rumah sakit khusus untuk membantu orang-orang miskin. Para pasiennya adalah gelandangan-gelandangan yang ditemuinya di jalan-jalan atau yang meringkuk di dalam penjara. Rumah sakit ini menampung siapa saja sehingga menjadi semacam rumah sakit umum pertama dalam sejarah Barat.

Perjalanan Hidup Santa Fabiola

Pada tahun 395, Fabiola berziarah ke Yerusalem dan mengunjungi Santo Hieronimus, Santa Paula, dan Santa Eustakium. Ketika itu, Hieronimus sedang bermusuhan dengan Uskup Rufinus berkenaan dengan ajaran Origenes yang ditentangnya. Orang berusaha mempengaruhi Fabiola agar memihak Rufinus. Namun Fabiola tetap mendukung Hieronimus, gurunya. Fabiola mendirikan sebuah biara dan membantu Hieronimus dalam usaha menerjemahkan Kitab Suci. Tetapi kemudian ia pindah dari biara itu: biara itu menjadi tempat ziarah yang sangat ramai; kondisi hidup umat sangat tidak menyenangkan: umat Kristen terpecah-pecah, dan dari luar ada ancaman serangan bangsa Hun, dll.

Untuk sementara, Fabiola dengan kawan-kawannya mengungsi ke Jaffa, sambil menantikan ketenteraman di Yerusalem. Setelah keadaan pulih dan aman, Fabiola pulang ke Roma dan kawan-kawannya kembali ke Yerusalem. Di Roma masih terdapat banyak masalah. Meskipun demikian, Fabiola tetap meneruskan karya cintakasihnya selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Bersama Santo Pammachius, ia mendirikan rumah sakit umum besar di Porto untuk peziarah yang miskin dan sakit. Dalam satu tahun saja rumah sakit itu terkenal dari Parthia sampai ke Britania. Fabiola wafat pada tahun 399. Ia sangat dicintai dan dihormati.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya

26 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?