Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang tertabrak mobil dalam kecelakaan lalu lintas di Chinatown baru-baru ini telah sadar kembali dan dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif. Informasi tersebut disampaikan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Singapura pada Selasa 10 Februari 2026.
Menanggapi pertanyaan, KBRI menyatakan bahwa korban masih menjalani perawatan medis intensif di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Singapura (SGH), setelah mengalami cedera serius, termasuk cedera internal dan patah tulang. Dalam pernyataannya, KBRI menambahkan bahwa putri korban yang berusia enam tahun dinyatakan meninggal di rumah sakit pada pukul 12.44 siang pada Jumat, hari kecelakaan itu. Penyebab kematian yang ditentukan oleh otopsi rumah sakit adalah cedera kranio-serebral.
Kedutaan Besar Indonesia mengatakan bahwa perwakilannya pada Jumat telah bertemu dengan keluarga yang terlibat, termasuk suami dan ayah korban, untuk “menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan segera”. Pernyataan KBRI juga menyebutkan bahwa pihak kedutaan terus mendampingi keluarga sejak hari kejadian, termasuk sepanjang tanggal 7 Februari 2026, dan telah memfasilitasi pengaturan administratif terkait penanganan dan pemulangan jenazah anak tersebut. Pemakaman anak perempuan itu telah dilakukan di Indonesia.
“Kedutaan Besar terus memantau kondisi kesehatan ibu, sambil berkoordinasi dengan SGH terkait perawatannya,” kata KBRI. Meskipun keluarga telah menyatakan niat untuk akhirnya memindahkannya ke Indonesia untuk perawatan medis lebih lanjut, dokter yang merawatnya telah menyatakan bahwa ia belum layak secara medis untuk dievakuasi.
KBRI juga menyatakan bahwa mereka telah “berkoordinasi erat” dengan Kepolisian Singapura untuk memantau perkembangan penyelidikan hukum yang melibatkan pengemudi kendaraan tersebut. Dalam pernyataannya, KBRI menambahkan bahwa wakil kepala misi dan stafnya bertemu kembali dengan keluarga tersebut pada Senin “untuk menyampaikan belasungkawa resmi dan untuk mengoordinasikan bantuan lebih lanjut, termasuk kemungkinan memfasilitasi dukungan hukum jika keluarga membutuhkannya”.
Kecelakaan itu terjadi di South Bridge Road, dekat Kuil Relik Gigi Buddha di Chinatown, sekitar pukul 11.50 pada Jumat. Polisi menyatakan bahwa dua pejalan kaki, seorang anak perempuan berusia enam tahun dan seorang perempuan berusia 31 tahun, telah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sadar setelah kecelakaan tersebut. Namun, anak perempuan itu kemudian meninggal.
Laporan pada hari Jumat mengidentifikasi para korban sebagai ibu dan anak perempuan dari Indonesia yang sedang mengunjungi Singapura, dan ini kemudian dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. KBRI juga menyatakan bahwa para korban sedang menyeberang jalan di dekat tempat parkir mobil terbuka.
Foto dan video pasca kecelakaan beredar di media sosial, menggambarkan seorang pria memegang gadis itu sementara seorang wanita tergeletak di jalan di samping mereka. Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kejadian terlihat membantu para korban. Dalam satu video, seorang wanita terdengar mengatakan bahwa ambulans telah dipanggil, sementara yang lain menggunakan payung untuk melindungi para korban dari matahari.
Menurut seorang saksi mata seperti dilansir Mothership, sebuah mobil BYD berwarna gelap diduga keluar dari tempat parkir dan berbelok ke kanan ketika menabrak ibu dan anak perempuannya. Gadis dan ibunya sedang menyeberang jalan, sementara sang ayah berjalan di depan dan mendorong kereta bayi berisi anak mereka yang berusia dua tahun.
Meskipun sang ibu tampak sadar kembali pasca-kecelakaan, gadis cilik itu terlihat mengeluarkan darah sangat banyak. Ayahnya kemudian terlihat menggendongnya dan meminta bantuan, dalam sebuah video yang diunggah oleh pengguna Facebook Nguyen Thi Hanh. “Keluargaku… Kumohon, ya Tuhan, mengapa,” terdengar ia menangis.
Sementara pelaku penabrak, perempuan warga Singapura, terlihat turun dari mobil usai insiden. Sebuah kesaksian yang beredar di media sosial mengklaim pelaku justru meneriaki ayah dan suami korban yang sedang berduka dan membela dirinya atas insiden tersebut.
Pada Ahad, polisi mengatakan bahwa pengemudi perempuan yang terlibat dalam kecelakaan itu telah ditangkap karena mengemudi tanpa memperhatikan keselamatan, yang menyebabkan kematian. Sebelumnya mereka mengatakan pengemudi mobil wanita berusia 38 tahun itu sedang membantu penyelidikan.
Dari Januari hingga September 2025, kecelakaan lalu lintas di Singapura yang mengakibatkan cedera dan kematian meningkat sebesar 7,4 persen menjadi 5.765, dari 5.368 pada periode yang sama pada 2024.



