Video Penjambretan Ponsel di Bandung Viral, Driver Ojol Dituduh Bersekongkol
Video yang menampilkan kejadian penjambretan ponsel milik penumpang driver ojek online (ojol) di kawasan Jalan Supratman–Ahmad Yani, Kota Bandung, telah viral di media sosial. Kejadian ini menimbulkan banyak perhatian dan komentar dari masyarakat, terutama setelah sang driver ojol dituduh berkomplot dengan pelaku.
Kesalahan Atribut Jaket Ojol
Sang driver ojol mengunggah video kejadian tersebut melalui akun Instagram pribadinya @hanjol10. Namun, video itu justru menimbulkan tudingan bahwa dirinya bersama pelaku dalam aksi penjambretan. Hal ini disebabkan oleh atribut jaket ojol yang digunakan oleh pelaku. Selain itu, ada warganet yang mengkritik sikap driver ojol yang dianggap tidak buru-buru mengejar pelaku.
Menanggapi tudingan tersebut, sang driver ojol memperlihatkan video lebih panjang untuk menjelaskan situasi kejadian. Ia mengatakan bahwa saat penjambretan, ia kaget dan masih bingung apa yang terjadi. Pelaku sempat menyenggol motornya dan langsung tancap gas.
Fokus pada Keselematan Korban
Driver ojol tersebut menjelaskan bahwa ia mencoba menenangkan korban terlebih dahulu karena posisi penumpang yang panik. “Saya mencoba menenarkan karena posisi si teteh (korban) gugurubugan,” ujarnya.
Setelah korban akhirnya berteriak maling, ia mulai mencoba mengejar pelaku dan berteriak maling dengan harapan ada pengendara lain yang membantu. Sayangnya, kondisi jalan saat kejadian lenggang. Ia juga mengaku sudah berusaha menambah kecepatan, namun tak ada orang yang mau mengejar.
Karena situasi penumpang yang panik dan pelaku sudah jauh, ia mencoba menenangkan korban agar tidak terjadi kecelakaan. Ia mengunggah video kejadian itu agar dapat dibantu warganet, namun tak menyangka videonya justru membuatnya dituduh komplotan dan bersekongkol.
Tanggapan Warganet
Berbagai komentar warganet muncul yang mendukung sang driver ojol. Beberapa dari mereka menyoroti bahwa driver ojol tersebut sudah berusaha sekeras mungkin untuk mengejar pelaku sambil memikirkan keselamatan penumpang. Ada juga yang menyebut bahwa motor yang digunakan oleh driver ojol adalah Astrea, sehingga kecepatannya tidak bisa cepat.
Beberapa warganet juga menyoroti bahwa aksi penjambretan itu juga disebabkan oleh kesalahan dari penumpang yang mengeluarkan handphone saat di jalan. Mereka menyarankan agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati saat menggunakan handphone di jalan, terutama pada situasi yang sepi.
Kronologi Penjambretan
Kejadian penjambretan HP penumpang driver ojol terjadi di Jalan Supratman–Ahmad Yani, Kota Bandung, pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Korban merupakan seorang perempuan yang saat itu menjadi penumpang ojek online. Berdasarkan rekaman kamera driver ojol, korban terlihat sedang memegang handphone.
Tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang, menyalip dari kanan dan langsung merampas HP penumpangnya tersebut. Korban yang terkejut spontan panik dan berteriak “maling-maling!”. Sang driver ojol sempat mengejar dan meneriaki pelaku namun berhasil melarikan diri.
Driver ojol menyatakan kejadian itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Ia mengaku sudah mengantongi identitas pelaku lewat nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku saat kejadian. Ia menulis keterangan bahwa “Tolong dak yang nemu orng ini, hp penumpang saya di begal. Motor Aerox plat D 2577”.
Kejadian Serupa di Jakarta
Sebelumnya, di Jakarta Barat juga terjadi aksi jambret hingga korban tersungkur dan pingsan. Dalam rekaman CCTV, pelaku mengenakan jaket driver ojek online dan sempat berhenti serta menarik korban. Wanita lanjut usia berinisial LSJ itu sempat mempertahankan barang berharganya hingga terseret dan jatuh pingsan.
Pelaku bernama BAS (28) warga Teluk Gong, Jakarta Utara, mengaku khilaf dan butuh uang untuk beli baju lebaran. Ia dijerat dengan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman kurungan penjara 12 tahun.



