Penjelasan Analis Militer Mengenai Kenaikan Pangkat Teddy Indra Wijaya
Seorang analis militer dan keamanan dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, memberikan penjelasan terkait langkah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mengikuti program reguler ke-67 Sesko TNI Angkatan (AD). Menurutnya, hal ini merupakan salah satu syarat penting untuk kenaikan pangkat militer di masa depan.
Selamat menjelaskan bahwa salah satu persyaratan bagi Teddy untuk mendapatkan kenaikan pangkat menjadi perwira menengah kolonel adalah dengan mengikuti pendidikan Sesko TNI AD. Meskipun sebelumnya Teddy telah naik pangkat menjadi letnan kolonel pada 2025, ia belum mengikuti pendidikan tersebut.
“Bila Teddy tidak mengikuti Seskoad maka dia akan terbentur menjadi kolonel untuk masa waktu sesuai aturan yang baru 2025,” ujar Selamat ketika dihubungi melalui telepon.
Berdasarkan aturan baru dari Panglima TNI, seorang prajurit harus melewati masa dinas selama 17 tahun pasca pendidikan Seskoad untuk meraih pangkat kolonel. Tanpa pendidikan Seskoad, masa dinas yang ditempuh lebih lama untuk diangkat menjadi kolonel yakni 24 tahun.
“Dalam kasus Teddy, dia baru bisa naik level nanti pada 2028 karena dia merupakan lulusan Akademi Militer 2011,” katanya.
Pendidikan Seskoad Memiliki Jadwal yang Padat
Selamat juga menjelaskan bahwa dalam pendidikan reguler ke-67 Seskoad, Teddy bertemu dengan teman-teman satu lettingnya, meskipun ia telah mendapat pangkat letkol. Sementara, mayoritas teman-temannya masih berpangkat mayor.
Pendidikan Seskoad memiliki jadwal yang padat. Agendanya dilakukan selama lima hari dalam sepekan di Bandung. Sedangkan, Teddy tidak mengambil cuti dari kegiatannya di Sekretariat Kabinet.
Itu sebabnya, Selamat menilai tidak wajar ketika dalam pendidikan Seskoad ke-67 ini juga tersedia pembelajaran dengan format daring, meskipun pendidikan di Seskoad pernah dilakukan secara daring ketika pandemik COVID-19 melanda Tanah Air.
“Makanya pendidikan di Seskoad kali ini agak unik karena tersedia secara daring. Bisa jadi fasilitas pembelajaran daring ini tersedia untuk Teddy saja karena kan masih menjabat sebagai Seskab,” katanya.
Pendidikan Seskoad Dibuat Lebih Singkat
Selamat juga menyebut kini masa pendidikan di Seskoad dibuat lebih singkat. Bila sebelumnya pendidikan di Seskoad memakan waktu sekitar 10 bulan hingga 12 bulan, kini cukup enam bulan. Ia menduga kebijakan percepatan pendidikan itu untuk mengantisipasi perkiraan akan terjadi perang dunia ketiga, sebagaimana pernah disebut Presiden Prabowo Subianto.
“Kemarin Pak Prabowo beberapa kali sempat mengatakan kekhawatirannya mengenai perang dunia ketiga. Maka ini satu rangkaian peraturan Panglima TNI Nomor 15 Tahun 2025, dengan kekhawatiran presiden. Sehingga bisa dihasilkan komandan batalyon, komandan resimen, komandan brigade dalam usia yang masih muda,” katanya.
Metode Pembelajaran Seskoad Berbasis Daring
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, membenarkan bahwa Teddy saat ini sedang mengikuti pendidikan reguler Seskoad ke-67. Namun, metode pembelajarannya tidak hanya tatap muka, tetapi memungkinkan diikuti secara daring.
“Kami sampaikan bahwa benar Letkol Inf Teddy Indra Wijaya saat ini sedang mengikuti Dikreg LXVII Seskoad. Pendidikan dilakukan dengan metode tatap muka dan daring, menyesuaikan pengembangan pendidikan, dinamika tugas dan kebutuhan organisasi,” ujar Donny, Jumat, 6 Februari 2026.
Teddy sendiri diketahui masih menjabat sebagai Sekretaris Kabinet ketika menjalani pendidikan reguler Seskoad. Sedangkan, pendidikan itu dijalani selama enam bulan dan berlokasi di Bandung.
Lebih lanjut, kata Donny, Seskoad merupakan lembaga yang bertujuan untuk membentuk perwira menengah pangkat mayor atau letnan kolonel, agar memiliki kemampuan, manajerial, dan wawasan strategis, untuk mendukung tugas staf maupun komando.
“Pendidikan Seskoad diikuti oleh perwira TNI AD, matra lain, Polri, serta perwira negara sahabat, dengan kurikulum yang mencakup ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan, serta kajian geopolitik,” ujar jenderal bintang satu itu.
Donny menyebut keikutsertaan Teddy dalam pendidikan reguler Seskoad merupakan bagian dari proses pembinaan karier perwira TNI AD. Pembinaan karier di TNI AD dilaksanakan secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.





