Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pengamat Nilai Koordinasi Antara Airlangga Hartarto dan Bahlil soal Diskon Tarif Listrik Lemah
Ekonomi

Pengamat Nilai Koordinasi Antara Airlangga Hartarto dan Bahlil soal Diskon Tarif Listrik Lemah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Pengamat Nilai Koordinasi Antara Airlangga Hartarto dan Bahlil soal Diskon Tarif Listrik Lemah
Prabowo pimpin pertemuan antara pengusaha dengan Ray Dalio(ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU)

PERBEDAAN sikap antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kebijakan diskon tarif listrik yang akhirnya dibatalkan, dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi antarinstansi pemerintahan Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal.

“Ini menandakan tingkat koordinasi antar menteri yang lemah dan relatif buruk,” ujarnya kepada Media Indonesia, Kamis (5/6).

Menurut Faisal, hal ini harus menjadi pelajaran penting bagi para pembantu Prabowo ke depannya. Sinergi dan koordinasi antar kementerian dalam merumuskan kebijakan perlu diperkuat agar tidak terjadi tarik-menarik kepentingan yang kontraproduktif terhadap efektivitas kebijakan itu sendiri.

Baca juga : Membaca Motif Politik di Balik Diskon Tarif Listrik 50 Persen

“Terlebih di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami pelemahan, dibutuhkan sinkronisasi dan sinergi kebijakan yang baik,” katanya. 

Sinkronisasi tersebut tidak hanya antar kementerian atau lembaga pusat, tetapi juga antar sektor, antara pemerintah pusat dan daerah, serta antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

Terkait diskon tarif listrik, Faisal menilai insentif tersebut sebenarnya merupakan salah satu opsi dari enam paket kebijakan yang sebelumnya telah diumumkan pemerintah. Meskipun kebijakan ini bersifat jangka pendek, hanya berlaku selama dua bulan, namun dari sisi efektivitas dan ketepatan sasaran, insentif ini dinilai cukup baik.

Baca juga : Bahlil Klaim Tak Dilibatkan Airlangga Soal Tarif Diskon Listrik

Diskon tarif listrik dinilai mampu langsung menyasar masyarakat menengah ke bawah, termasuk kelompok calon kelas menengah yang rentan. Tarif listrik merupakan salah satu komponen utama dalam pengeluaran rumah tangga. 

Dalam hal ketepatan sasaran, kebijakan ini dianggap lebih akurat dibandingkan dengan bantuan sosial atau subsidi upah, yang seringkali masih menghadapi persoalan validitas data dan banyaknya masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima manfaat. Namun sayang, insentif tersebut dibatalkan pemerintah.

“Berbeda dengan bansos atau bantuan subsidi upah, data pelanggan PLN relatif lebih valid. Jika tidak terdaftar, secara otomatis tidak akan mendapatkan manfaat, sehingga meminimalisir potensi salah sasaran,” pungkas Faisal. (H-4)

Airlangga antara Bahlil dan diskon Hartarto Koordinasi Lemah Listrik Nilai Pengamat Soal Tarif
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?