Peristiwa Mengerikan yang Menimpa Bocah 12 Tahun di Sukabumi
Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun, NS, mengalami nasib tragis setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari ibu tirinya. Kejadian ini terjadi di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. NS dilarikan ke IGD Rumah Sakit dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan akhirnya meninggal dunia pada hari yang sama.
Di saat-saat terakhirnya, NS mengungkapkan pengakuan mengerikan bahwa ia disuruh minum air panas oleh ibu tiri. Pengakuan ini disampaikannya kepada ayahnya, Anwar Satibi, saat terbaring lemah di ruang ICU RS Jampang Kulon. Setelah itu, kondisi NS semakin memburuk hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kronologi Kematian NS
Anwar Satibi, ayah NS, menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Dua hari sebelum kejadian, ia berangkat ke Sukabumi untuk bekerja sebagai jasa panggilan pemasangan gigi. Sebelum berangkat, kondisi putranya masih sehat. Namun, dua hari kemudian, ia menerima telepon dari istrinya yang memberitahu bahwa NS demam tinggi.
Menurut keterangan istri Anwar, NS mengalami panas hingga ngelantur. Ia pun menyuruh suaminya untuk pulang secepatnya. Saat tiba di rumah, Anwar kaget melihat kulit NS melepuh. Istrinya mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh demam tinggi sang anak.
Namun, kondisi NS tidak kunjung membaik. Akhirnya, Anwar membawa anaknya ke RS Jampang Kulon untuk dirawat. Di IGD, NS mengaku bahwa ia disuruh minum air panas oleh ibu tiri. Dari IGD, NS langsung masuk ke ICU dan akhirnya meninggal.
Keinginan untuk Kejelasan
Anwar ingin mengetahui penyebab pasti kematian NS melalui autopsi. Ia tidak ingin menuduh sembarangan, sehingga memilih proses autopsi untuk mendapatkan kejelasan. Selain itu, ia juga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Jampang Kulon untuk keperluan visum et repertum.
Jika nantinya ditemukan unsur pidana dalam kematian NS, Anwar berharap proses hukum dapat berjalan tegas. Ia berharap kasus ini menjadi efek jera bagi pelaku.
Hasil Autopsi
Kepala Instansi Forensik RS Bhayangkara, Kombes dr. Carles Siagian, mengungkapkan bahwa jenazah NS diterima pada malam hari dan autopsi dilakukan pada pagi hari berikutnya. Hasilnya menunjukkan adanya trauma panas pada tubuh NS, dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh seperti lengan, kaki, punggung, serta area bibir dan hidung.
Dokter juga menemukan pembengkakan pada organ dalam NS, yakni paru-paru. Tim forensik melakukan uji laboratorium di Jakarta untuk memeriksa apakah ada zat asing atau racun yang menyebabkan kematian mendadak.
Riwayat KDRT Sebelumnya
Dugaan penyiksaan yang dialami NS tidak muncul tiba-tiba. Anwar mengungkapkan bahwa NS pernah mengalami KDRT dari ibu tiri pada tahun 2025 lalu. Saat itu, istrinya memohon agar tidak dilaporkan dan mengaku akan bertobat. Meski begitu, laporan Anwar belum dicabut.
Hingga saat ini, penyelidikan terkait kematian NS masih berlangsung guna memastikan penyebab pasti.



