Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 18 Juni 2026
Trending
  • 50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker
  • Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai
  • Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM
  • 6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain
  • Hari Ini Prabowo Lantik Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN dan Dua Wakilnya
  • Persija Umumkan Pelatih Baru Hari Ini, Shin Tae-yong Gantikan Mauricio Souza
  • Kolang-kaling Kalikesek: Camilan Khas Limbangan Kendal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Pemkot Jaksel Kaji Ikan Sapu-sapu Jadi Pakan Ternak, Libatkan Berbagai Pihak
Hobi

Pemkot Jaksel Kaji Ikan Sapu-sapu Jadi Pakan Ternak, Libatkan Berbagai Pihak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penanganan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Selatan

Pemerintah Kota Jakarta Selatan tengah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan ikan sapu-sapu di wilayahnya. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah pembasmian ikan sapu-sapu di Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa (21/4/2026) dan melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari Pemkot Jakarta Selatan, TNI hingga masyarakat.

Langkah pembasmian tersebut berhasil menjaring 5,3 ton ikan sapu-sapu. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyampaikan bahwa penanganan ikan sapu-sapu tidak hanya sebatas pembersihan. Pihaknya juga sedang mengkaji bagaimana ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, salah satunya di Setu Babakan.

Anwar menegaskan komitmennya dalam penanganan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah perairan, termasuk Setu Babakan. “Kalau hulunya kami benahi, hilirnya akan lebih ringan. Pada hari pertama kami sudah mendapatkan 5,3 ton ikan sapu-sapu,” ujarnya dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Ruang Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Libatkan Berbagai Pihak

Upaya pemanfaatan ikan sapu-sapu akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Mulai dari unsur Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, kecamatan, kelurahan, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Kegiatan tersebut dijadwalkan rutin setiap Selasa dan Jumat.

“Ini betul-betul kami tunjukkan kerja profesional Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama dengan KPKP, kecamatan, kelurahan, PPSU. Dan tentunya kegiatan ini rutin kami lakukan setiap hari Jumat dan Selasa,” paparnya.

Sementara itu, langkah pengawasan terhadap peredaran siomay yang diduga menggunakan bahan ikan sapu-sapu oleh pedagang guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat turut melibatkan Dinas KPKP dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami harus bawa timnya dari KPKP yang betul-betul mengerti makanan ini kandungannya, BPOM juga, bener enggak ada kandungan ikan sapu-sapu,” tambahnya.

Dinilai Berisiko

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong agar ikan sapu-sapu tidak hanya dimusnahkan, tetapi dimanfaatkan secara ekonomis dan ekologis, salah satunya diolah menjadi tepung ikan. Selain itu, menurut MUI, ikan sapu-sapu juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan unggas maupun diolah menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi.

Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai usulan MUI untuk memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai pakan ternak berisiko bagi kesehatan. Sebab, ikan sapu-sapu disebut berpotensi mengandung residu logam berat yang dapat masuk ke rantai makanan manusia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebut kandungan logam berat pada ikan sapu-sapu perlu diwaspadai apabila dimanfaatkan sebagai pakan unggas maupun ikan budidaya.

“Residu logam berat pada daging ikan sapu-sapu yang berada di atas ambang batas tentu menimbulkan risiko yang tinggi apabila dimanfaatkan menjadi pakan unggas atau ikan terutama bagi manusia yang akan mengonsumsi produk unggas atau ikan,” katanya.

MUI Soroti Proses Penguburan

Komisi Fatwa MUI menyoroti proses penguburan ikan sapu-sapu masih dalam keadaan hidup yang diduga dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka operasi pembasmian ikan sapu-sapu. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, K.H. Miftahul Huda, menyebut penguburan massal ikan sapu-sapu dalam keadaan masih hidup menyalahi dua prinsip. Yakni prinsip rahmatan lil ‘alamin dan prinsip kesejahteraan hewan atau kesrawan (kesejahteraan hewan).

Meski demikian, dia mengakui kebijakan Pemerintah DKI dalam mengendalikan ikan sapu-sapu karena termasuk hifẓ al-bī’ah (Perlindungan Lingkungan). Hal itu karena ikan sapu-sapu atau pleco itu dapat merusak ekosistem sungai dan mengancam ikan lokal.

“Itu sejalan dengan maqāṣid syariah yaitu masuk kategori ḍharūriyyāt ekologis modern,” ujar Kiai Miftah dalam keterangan tertulisnya.

Kiai Miftah menerangkan, selain itu kebijakan lingkungan tersebut juga masuk Hifẓ an-Nasl (keberlanjutan makhluk hidup), karena dapat menjaga biodiversitas dan mencegah kepunahan spesies local, sehingga keseimbangan generasi makhluk hidup dapat terjaga.

Namun, dari perspektif syariah, penguburan tersebut menjadi masalah. Hal ini karena membunuh hewan dibolehkan jika ada maslahat, namun metode mengubur ikan sapu-sapu dalam keadaan hidup-hidup terdapat unsur penyiksaan karena termasuk memperlambat kematian.

Ikan Sapu-Sapu Jadi Ancaman Serius

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Mujiati, menjelaskan ikan sapu-sapu punya habitat tinggal dan sembunyi di lumpur atau dasar sungai. Ikan ini juga membuat “rumah” dengan melubangi bantaran atau turap sungai. Sifat ini yang dikhawatirkan menggerus bagian bawah turap.

“Karena dia sembunyi di lumpur, jadi dikhawatirkan nanti dia akan menggerus bagian dalam sehingga nanti bisa menyebabkan apa bagian bawah itu nanti bisa tergerus,” kata Mujiati di sela kegiatan pemberantasan ikan sapu-sapu di Bantaran Kali Taman Semanan Indah (TSI), Jalan Dharma Griya Raya, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 model sofa mewah minimalis yang nyaman untuk ruang tamu

31 Mei 2026

Mudah! 5 Gaya Kamar Pria Hitam yang Maskulin

31 Mei 2026

PVC Kamar Tidur: Cara Mudah Hias Kamar Sendiri

31 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

50 Soal SBdP Kelas 2 SD Semester 2 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

13 Juni 2026

Sirkuit Drag Bike Kelud Resmi Dibuka di Turbo Kejurnas 2026, Heboh Ratusan Biker

13 Juni 2026

Alasan Kuat Sekolah di Tanahlaut Kalsel Tahan 3 Ponsel Siswa Hingga Ujian Selesai

13 Juni 2026

Celios: Skema Pajak Baru Ancam Pertumbuhan UMKM

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?