Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 6 Mei 2026
Trending
  • Betrand Peto Akui Tinggalkan Pacar untuk Studi di Belanda
  • Ulasan The Devil Wears Prada 2: Perubahan Dunia Mode
  • Prediksi skor Persib vs PSIM: Bisa jauhi tekanan Borneo FC?
  • Pupuk Langka di Tengah Krisis, Prabowo Turunkan Harga 20 Persen untuk Petani
  • Kronologi Pembunuhan Mertua di Riau, Tangan Dicium Sebelum Dipukul Kayu
  • Pemecah Masalah Fundamental Grup Bakrie, Ini Rekomendasi Sahamnya
  • 50 Soal ASAT Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Semester 2 Terbaru 2026
  • Pembaruan lalu lintas Senin pagi: Arus masuk Jakarta tersendat, Cilincing macet parah, Tol Dalam Kota padat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pemecah Masalah Fundamental Grup Bakrie, Ini Rekomendasi Sahamnya
Ekonomi

Pemecah Masalah Fundamental Grup Bakrie, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Beberapa perusahaan yang tergabung dalam Grup Bakrie telah mengumumkan rencana aksi rights issue untuk mengumpulkan dana dari pasar modal. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE). Aksi ini menjadi fokus utama para investor dan analis keuangan karena dampaknya terhadap struktur keuangan masing-masing emiten.

Salah satu yang menarik perhatian adalah BNBR, yang berencana menerbitkan 86,7 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp12 per saham. Rasio penerbitan saham baru adalah 2:1. Dana yang dihimpun akan digunakan terutama untuk melunasi utang perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa aksi rights issue dilakukan sebagai bagian dari strategi memperbaiki struktur keuangan perusahaan.

Tujuan Utama Rights Issue

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, aksi rights issue ini didorong oleh kebutuhan fundamental perusahaan. “Lebih ke kebutuhan fundamental, yakni deleveraging, survival, dan repositioning bisnis. Khusus BNBR, tujuan pelunasan utang jadi prioritas utama, sehingga urgensinya cukup tinggi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Imam Gunadi, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas. Menurutnya, aksi korporasi ini memiliki benang merah yang sama, yaitu memperbaiki neraca keuangan sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru. “BNBR fokus pada restrukturisasi utang, sedangkan ENRG dan VKTR lebih diarahkan untuk ekspansi bisnis. Adapun JGLE memanfaatkan dana rights issue untuk akuisisi aset, termasuk pengembangan Jungleland,” jelasnya.

Potensi Dana dan Efektivitas Penggunaan

Dari sisi potensi dana, BNBR diperkirakan menjadi emiten dengan penghimpunan dana terbesar, mengingat jumlah saham baru yang diterbitkan mencapai puluhan miliar lembar. Namun, efektivitas penggunaan dana akan sangat bergantung pada alokasi masing-masing emiten. Jika difokuskan untuk pelunasan utang, dampaknya bisa langsung terlihat pada penurunan beban bunga dan perbaikan arus kas.

Sementara itu, jika dana digunakan untuk ekspansi bisnis, maka efektivitasnya akan sangat tergantung pada eksekusi proyek dan kondisi industri. Untuk JGLE, keberhasilannya akan bergantung pada keberhasilan monetisasi aset yang diakuisisi.

Dampak Positif dan Konsekuensi

Dari sisi struktur permodalan, kedua analis sepakat bahwa rights issue ini berpotensi memberikan dampak positif. “Dampaknya cenderung positif, DER turun, likuiditas membaik, dan risiko finansial lebih terkendali,” kata Wafi.

Namun, aksi ini juga membawa konsekuensi berupa dilusi saham yang cukup besar, terutama karena dilakukan pada harga pelaksanaan yang relatif rendah. Akibatnya, dalam jangka pendek laba per saham atau earnings per share (EPS) berpotensi tertekan, meskipun dalam jangka menengah dapat membaik jika proses deleveraging berjalan sukses.

Respons Investor dan Proses Eksekusi

Dari sisi pasar, respons investor terhadap rights issue dinilai akan cenderung beragam. “Biasanya mixed. Di satu sisi positif karena memperbaiki neraca, tapi di sisi lain tekanan dilusi dan potensi oversupply saham bisa menekan harga dalam jangka pendek,” ungkap Wafi.

Imam menambahkan, untuk BNBR, sentimen pasar akan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan restrukturisasi utang. Sementara itu, ENRG dan VKTR berpotensi mendapatkan respons yang lebih konstruktif karena didorong oleh cerita pertumbuhan bisnis. “Untuk JGLE cenderung lebih spekulatif, tergantung persepsi pasar terhadap valuasi dan potensi asetnya,” ujarnya.

Rekomendasi Investasi

Dari sisi rekomendasi, Wafi menyarankan investor untuk bersikap wait and see terhadap saham-saham Grup Bakrie tersebut. Sementara itu, Imam menilai BNBR lebih cocok untuk investor dengan profil risiko tinggi yang membidik potensi turnaround, dengan dua skenario entry yakni saat break di Rp 240 dengan target Rp264, atau saat pullback ke area Rp100–Rp116 dengan target sekitar Rp130.

Untuk ENRG, ia melihat profil risk-reward yang lebih seimbang dengan area beli di kisaran Rp1.675–Rp1.745 dan target di sekitar Rp1.945. Adapun VKTR dinilai menarik dari sisi tema kendaraan listrik, dengan area entry di Rp900–Rp920 dan target di kisaran Rp1.000, meskipun masih dibayangi risiko eksekusi karena berada pada tahap awal pengembangan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengumuman UKT Camaba UIN Saizu Jalur SPAN-PTKIN 2026, Jadwal Sanggah dan Pembayaran

5 Mei 2026

Warisan Kartini di jalur energi: Enam srikandi Universitas Pertamina kawal transisi energi dari hulu ke hilir

5 Mei 2026

Srikandi modern bersinergi: Memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan kolaborasi

5 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Betrand Peto Akui Tinggalkan Pacar untuk Studi di Belanda

5 Mei 2026

Ulasan The Devil Wears Prada 2: Perubahan Dunia Mode

5 Mei 2026

Prediksi skor Persib vs PSIM: Bisa jauhi tekanan Borneo FC?

5 Mei 2026

Pupuk Langka di Tengah Krisis, Prabowo Turunkan Harga 20 Persen untuk Petani

5 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?