Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026
  • 5 transportasi terpopuler dari Pontianak ke Singkawang, yang mana cocok untukmu?
  • Rezeki mengalir untuk 7 zodiak ini sepanjang 2026, siapkan diri!
  • Prediksi Skor Olympiacos vs Bayer Leverkusen 19 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • Rully Akbar Bebas Berkomentar Usai Dikritik Warganet
  • Termul Rayu Dokter Tifa Datang ke Rumah Jokowi
  • Keajaiban Datang! 4 Zodiak Ini Dapat Kabar Baik dan Peluang Emas Mulai 19 Februari 2026
  • Toyota Vios 2019: Harga Menarik untuk Mobil Bekas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Pembeli Kopi Toraja Menurun di Pasar Sentral Makale Tana Toraja
Ragam

Pembeli Kopi Toraja Menurun di Pasar Sentral Makale Tana Toraja

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Harga dan Peredaran Kopi Toraja di Pasar Sentral Makale

Di Pasar Sentral Makale, Jalan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, harga kopi Toraja saat ini berada dalam kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kopi lokal masih stabil meskipun ada fluktuasi kecil tergantung pada negosiasi antara pedagang dan pembeli.

Salah satu pedagang kopi yang aktif di pasar tersebut adalah Maria Siampa’, warga setempat. Ia menjual kopi robusta baik dalam bentuk per kilogram maupun eceran dengan harga yang berbeda. Menurut Maria, harga kopi per kilogram berkisar antara Rp140 hingga Rp150 ribu, sedangkan untuk per liter, harga yang ditawarkan adalah Rp50 ribu.

“Harga per kilogram sekitar Rp140 sampai Rp150 ribu, tergantung tawar menawar dengan pembeli. Kalau per liter Rp50 ribu,” ujar Maria saat ditemui oleh media lokal.

Maria juga menyatakan bahwa harga kopi tersebut terbilang stabil sejak Natal lalu. Namun, ia mengakui bahwa penjualan kopi pada Desember 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, ia mampu menjual hingga 10 kilogram kopi per hari, namun di akhir dan awal tahun ini jumlah penjualan jauh berkurang.

“Di akhir tahun ini tidak sama seperti tahun sebelumnya. Biasanya ramai dan bisa laku 10 kilo per hari, tapi akhir tahun sampai awal tahun ini berkurang,” ungkapnya.

Menurut Maria, biasanya permintaan kopi meningkat setelah masa liburan, terutama dari perantau yang pulang kampung dan memesan kopi Toraja sebagai oleh-oleh. Namun, kondisi tersebut tidak terlalu terasa pada akhir tahun 2025.

Untuk bahan baku, Maria mengaku memperoleh kopi dari tangan kedua yang membawa kopi dari wilayah Bittuang, dengan harga beli sekitar Rp75 ribu per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan kopi Toraja tetap tersedia, meskipun ada peningkatan biaya produksi dan distribusi.

Dari pantauan di lokasi, suasana Pasar Sentral Makale tampak tidak terlalu ramai. Cuaca terik membuat suhu pasar terasa panas, sementara aktivitas warga terlihat lalu lalang di area pasar dengan menenteng kantong belanjaan.

Faktor yang Mempengaruhi Penjualan Kopi

Beberapa faktor dapat memengaruhi penurunan penjualan kopi di Pasar Sentral Makale. Pertama, adanya perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya setelah masa liburan. Kedua, tingkat persaingan dari produk kopi lain yang mungkin lebih murah atau memiliki citra yang lebih menarik.

Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat juga berperan dalam menentukan daya beli. Banyak keluarga yang mungkin lebih memilih menghemat pengeluaran selama musim liburan, sehingga mengurangi pembelian barang-barang non-esensial seperti kopi.

Kondisi Pasar dan Harapan Pedagang

Meski penjualan kopi mengalami penurunan, Maria tetap optimis bahwa situasi akan membaik seiring waktu. Ia berharap agar permintaan kopi kembali meningkat, terutama jika ada kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Ia juga berharap agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya kopi Toraja sebagai produk lokal yang berkualitas. Dengan demikian, penjualan kopi bisa kembali stabil dan bahkan meningkat.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026

22 Februari 2026

Toyota Vios 2019: Harga Menarik untuk Mobil Bekas

22 Februari 2026

Jangan Tunda! 6 Tanda Karet Pintu Mobil Perlu Diganti Segera

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026

22 Februari 2026

5 transportasi terpopuler dari Pontianak ke Singkawang, yang mana cocok untukmu?

22 Februari 2026

Rezeki mengalir untuk 7 zodiak ini sepanjang 2026, siapkan diri!

22 Februari 2026

Prediksi Skor Olympiacos vs Bayer Leverkusen 19 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?