Pelatihan Pelatih Renang Nasional Berlangsung di Batang
Kabupaten Batang menjadi pusat pelatihan pelatih renang nasional tingkat B. Sebanyak 33 pelatih dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelatih yang sebelumnya telah aktif dalam membina atlet di wilayah masing-masing.
Para peserta berasal dari berbagai provinsi, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Riau, Banten, dan Jawa Barat. Mereka bukanlah pelatih pemula, melainkan memiliki pengalaman cukup lama dalam membina klub dan atlet renang. Pelatihan ini juga terbatas jumlah pesertanya hingga maksimal 40 orang sesuai ketentuan PB Akuatik Indonesia.
Materi Pelatihan yang Komprehensif
Materi pelatihan tidak hanya mencakup teknik dasar renang, tetapi juga melibatkan berbagai aspek penting seperti sports conditioning, biomekanika, anatomi, sains teknik, psikologi atlet, serta penyusunan program nutrisi. Hal ini dimaksudkan agar para pelatih dapat memberikan pembinaan yang lebih terstruktur dan efektif kepada atlet mereka.
Beberapa instruktur berpengalaman dari level nasional turut hadir dalam pelatihan ini. Mereka antara lain Albert C. Sutanto, pelatih Pelatnas PB Akuatik Indonesia; Deniss J. Tiwa, pelatih sports conditioning; Tri Tunggal, pakar biomekanika; Hartadi Nurjojo, mantan pelatih Pelatnas; serta Widya Ayu, pakar psikologi olahraga.
Peran Pelatih dalam Pembinaan Atlet
Ketua Akuatik Batang, Andang Tri Kusnaedy, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi perkembangan kepelatihan renang di Kabupaten Batang. Saat ini, jumlah pelatih dengan lisensi kepelatihan nasional masih terbatas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelatih dapat meningkatkan kompetensi mereka dan mendapatkan sertifikasi nasional.
Tiga pelatih dari Batang mengikuti pelatihan tersebut. Dengan tambahan tiga pelatih yang sebelumnya telah memiliki lisensi B, jumlah pelatih renang berlisensi B di Kabupaten Batang kini mencapai enam orang. Penambahan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet renang di daerah.
Peningkatan Kapasitas Pelatih
Pelatih yang selama ini menangani klub renang diharapkan dapat memperoleh pengetahuan tambahan untuk menyusun program latihan yang lebih terukur sesuai kebutuhan atlet. Para pelatih yang ikut dalam pelatihan ini sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam membina klub renang. Dengan materi dari instruktur berpengalaman, diharapkan kompetensi mereka semakin meningkat.
Promosi Wisata dan Olahraga
Selain sebagai ajang peningkatan kualitas olahraga, penyelenggaraan pelatihan nasional ini juga dimanfaatkan oleh Akuatik Batang untuk memperkenalkan daerah kepada peserta dari luar Jawa Tengah. Konsep sport tourism menjadi salah satu alasan pihaknya memperjuangkan agar pelatihan digelar di Batang.
Peserta yang datang dari berbagai wilayah berkesempatan mengenal sejumlah destinasi wisata, kuliner, serta fasilitas yang ada di Kabupaten Batang. Contohnya, Alun-alun dan Hotel Sendang Sari menjadi bagian dari pengenalan daerah tersebut.
Dukungan dari KONI Batang
Ketua KONI Batang, Teguh Supriyanto, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga menjadi bagian penting dalam membangun prestasi secara berkelanjutan.
Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif pada pembinaan atlet renang kelompok umur di Kabupaten Batang. Untuk kelompok umur junior, prestasi telah mulai menunjukkan peningkatan. Mudah-mudahan, di Porprov berikutnya, prestasi atlet renang Batang bisa jauh lebih meningkat.



