Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Maret 2026
Trending
  • 5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran
  • 6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja
  • OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia
  • Waktu Berlalu Perlahan
  • Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor
  • Pemerintah Kurangi Produksi Batubara, Ini Dampaknya pada Perusahaan Sektor Batubara
  • Pengemudi Ojol Marah Dituduh Bantu Jambret, Panik Kejar Pencuri Ponsel
  • DPRD Medan Soroti Program Mudik Gratis Pemko, Minta Dishub Akuntabel
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Pelatih Persija Kritik Keputusan Wasit Korea Usai Kalah dari Persib: Banyak Buang Waktu dan Pilih Kasih Kartu
Olahraga

Pelatih Persija Kritik Keputusan Wasit Korea Usai Kalah dari Persib: Banyak Buang Waktu dan Pilih Kasih Kartu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Mauricio Souza, pelatih Persija Jakarta, menyampaikan keluhan terkait kepemimpinan wasit Ko Hyung-jin setelah timnya kalah dalam laga derbi melawan Persib Bandung. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026) sore WIB berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Persib. Gol penentu kemenangan Persib dicetak oleh Beckham Putra.

Kemenangan ini diwarnai dengan kartu merah yang diterima bek kanan Persija, Bruno Tubarao. Meskipun demikian, Mauricio Souza mengakui bahwa pertandingan tersebut berjalan dalam suasana yang sangat antusias karena kehadiran para penggemar.

“Ya, para penggemar datang ke sini dan mengadakan pesta yang meriah,” ujar Mauricio Souza usai laga.

“Kami tahu bahwa stadion di sini biasanya penuh. Itu adalah pertandingan yang layak untuk memperebutkan posisi pertama di klasemen.”

“Jadi kami tahu itu akan menjadi… yah… pertandingan yang sangat intens,” tambahnya.

Namun, pelatih asal Brasil ini mengkritik kepemimpinan wasit Ko Hyung-jin yang dinilai terlalu banyak buang waktu. Ia menilai tambahan waktu yang diberikan di masing-masing babak terlalu sedikit, sehingga pertandingan hanya berjalan efektif selama 45-46 menit.

“Sekarang, saya juga akan berbicara tentang intensitas permainan di lapangan,” ujar Mauricio Souza.

“Saya ingin melihat pertandingan di Indonesia yang jauh lebih intens daripada yang sebenarnya.”

“Tetapi agar itu terjadi, permainan tidak boleh terlalu banyak berhenti. Permainan terlalu banyak berhenti. Setiap pelanggaran, wasit mendatangi para pemain, dan tetap di sana, dan membuang banyak waktu untuk berbicara, berbicara, berbicara… ‘Jika kamu menahan, saya akan memberikan pelanggaran,’ ‘jika kamu menahan, saya akan memberikan penalti.’ Wasit tidak perlu mengatakan apa pun.”

“Jika dia melihat pelanggaran, jika dia melihat tarikan, dia memberikan penalti dan itu saja.”

“Itu pertandingan berhenti terus. Dan di akhir pertandingan dia kasih cuma 4 menit dia (tambahan waktu). Jadi kami tidak lihat ini efektif di dalam permainan bola. Ada 23 menit dari babak pertama. Dan 22 (menit) dari babak kedua.”

“Jadi, penggemar yang membayar untuk menonton pertandingan 90 menit. Dia hanya melihat 46, 47 menit pertandingan sepak bola. Sisanya hanya bola mati. Itulah yang secara historis terjadi di liga di Indonesia, sayangnya,” ujarnya.

Soal kartu merah untuk Bruno Tubarao, Mauricio Souza tidak mempertanyakan keputusan wasit Ko Hyung-jin. Namun, ia mempertanyakan keputusan wasit yang tidak banyak mengacungkan kartu saat pemain Persib Bandung melakukan pelanggaran keras.

“Dan mengenai kartu merah, itu sudah tepat,” ujar Souza.

“Saya hanya berpikir pemain Bandung seharusnya menerima kartu kuning atas insiden tersebut.”

“Karena dia melakukan pelanggaran terang-terangan dari belakang terhadap Tubarão.”

“Dan kemudian Tubarão bertindak sangat kekanak-kanakan dan pantas diusir dari lapangan.”

“Tim yang ingin menguasai bola dan terus-menerus dihentikan oleh pelanggaran, seperti kita akhirnya akan kehilangan ketenangannya cepat atau lambat.”

“Seperti yang saya katakan, sikap Tubarão kekanak-kanakan. Dan dia pantas diusir.”

“Tapi pemain Persib Bandung tidak mendapat kartu kuning. Dan apakah anda melihat pelanggaran yang dia lakukan terhadap Tubarão dari belakang?” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tiket Final Four dan Grand Final Proliga 2026 Mulai Dijual, Harga Terendah Rp150 Ribu

20 Maret 2026

Pelatih Persib Bebankan Kekecewaan ke Borneo FC

20 Maret 2026

Menjelang Laga Borneo FC vs Persib, Fabio Minta Khusus

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran

21 Maret 2026

6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja

21 Maret 2026

OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia

20 Maret 2026

Waktu Berlalu Perlahan

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?