Perubahan Struktur Pasangan Ganda Putri PBSI
Pelatih ganda putri PBSI, Karel Mainaky, telah mengambil keputusan penting dalam memperbarui komposisi pasangan utama sektor ganda putri. Dalam evaluasi performa sepanjang 2025, beberapa pasangan dinilai belum memenuhi ekspektasi, sehingga perlu dilakukan perombakan.
“Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi, tetapi hasilnya belum memuaskan. Saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan,” ujar Karel dalam keterangan resmi pada Senin, 12 Januari 2026.
Dalam komposisi baru, Apriyani Rahayu akan dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari, sementara Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berduet dengan Amallia Cahaya Pratiwi. Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan teknis masing-masing pemain.
Menurut Karel, Fadia membutuhkan pasangan dengan postur dan kekuatan serangan dari belakang, karakter yang dinilai dimiliki oleh Tiwi. Sementara itu, Apriyani yang masih dalam proses kembali ke performa terbaik setelah cedera panjang membutuhkan partner yang mampu melakukan rotasi permainan sekaligus memiliki power.
“Fadia lebih membutuhkan pemain yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sementara Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power. Lanny saya rasa bisa mengisi peran tersebut,” jelas Karel.
Dua pasangan anyar tersebut dijadwalkan melakoni debut pada turnamen Super 500 Indonesia Masters 2026. Turnamen ini berlangsung pada 20–25 Januari mendatang. Sebelumnya, mereka akan menjalani latihan intensif untuk menyesuaikan strategi dan gaya bermain.
Sementara itu, Karel mengaku cukup puas dengan perkembangan dua pasangan lainnya, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Rachel/Febi sukses meraih gelar Super 500 Australian Open 2025, sedangkan Febriana/Meilysa tampil sebagai runner-up.
Keempat pasangan tersebut masuk dalam proyeksi jangka menengah menuju Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi–Nagoya, Jepang, pada 19 September–4 Oktober. “Untuk proyeksi Asian Games, saya memang ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias. Tapi kami tidak menutup peluang bagi pasangan baru ini jika performanya lebih baik,” kata Karel.
Strategi dan Harapan untuk Masa Depan
Perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PBSI dalam mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk kompetisi internasional. Karel menekankan bahwa setiap perubahan dilakukan dengan pertimbangan matang, termasuk kemampuan teknis, kebugaran, dan kemampuan adaptasi terhadap gaya bermain.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan utama antara lain:
- Keseimbangan antara kekuatan dan kecepatan – Setiap pasangan harus mampu menyeimbangkan antara daya ledak dan kecepatan gerak agar bisa bersaing di level tinggi.
- Kemampuan rotasi permainan – Terutama untuk atlet yang sedang pulih dari cedera, kemampuan untuk bergerak dan berpindah posisi sangat penting.
- Kemampuan beradaptasi – Setiap pasangan harus mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan yang berbeda-beda.
Selain itu, Karel juga menyampaikan harapan besar kepada pasangan-pasangan baru ini. Ia berharap mereka bisa cepat menyesuaikan diri dan menunjukkan performa yang konsisten dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Persiapan untuk Kompetisi Berikutnya
Turnamen Indonesia Masters 2026 menjadi momen penting bagi pasangan-pasangan baru ini. Selain menjadi debut mereka, turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian kemampuan dan kesiapan mereka untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya.
Pasangan-pasangan yang ada saat ini juga akan terus dipantau dan dievaluasi. Karel menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk melakukan perubahan jika diperlukan, terutama jika ada peningkatan signifikan dari pasangan-pasangan baru.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang jelas, PBSI berharap dapat memperkuat posisi di kancah bulu tangkis nasional maupun internasional. Karel optimis bahwa dengan komposisi yang tepat, atlet-atlet Indonesia bisa mencapai prestasi yang lebih baik di masa depan.



