Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada
  • Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan
  • 9 Hal yang Menyesal Tidak Dimulai Saat Usia 55 Tahun, Menurut Psikologi
  • Mahkamah Agung Hentikan Tarif Trump, Refund Masih Tidak Jelas
  • DPRD: Satu Tahun Kepemimpinan Mas Rusdi-Gus Shobih Penuh Konsolidasi dan Pembuktian
  • 5 Diskon Ramadan 2026: Buka Bersama di Hotel Bintang Jakarta dengan Menu Timur Tengah hingga Western
  • Prediksi Pertandingan Tottenham vs Arsenal Pekan Ini
  • Mobil Mudik Murah: Harga Daihatsu Ayla X 2017 Bekas Turun
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pakistan Jual 18 Pesawat Tempur JF-17 Thunder ke Libya Proksi Khalifa Haftar
Politik

Pakistan Jual 18 Pesawat Tempur JF-17 Thunder ke Libya Proksi Khalifa Haftar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com.CO.ID, BENGHAZI – Sebuah laporan menyebutkan bahwa Pakistan dan Libya sedang dalam proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pertahanan besar bernilai miliaran dolar AS. Kesepakatan ini mencakup pasokan 16 hingga 18 jet tempur JF-17 Thunder.

Laporan tersebut muncul setelah kunjungan Marsekal Lapangan Syed Asim, Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, ke Benghazi pada pekan lalu. Selama kunjungan tersebut, Asim bertemu dengan Panglima Militer Libya Khalifa Haftar untuk membahas penguatan kerja sama dalam pelatihan dan pembangunan kapasitas.

Pembahasan utama antara kedua belah pihak terkait penyediaan platform pertahanan canggih bagi pasukan Haftar. JF-17 Thunder adalah pesawat tempur multiperan generasi 4,5 yang dikembangkan bersama oleh Pakistan dan China. Pesawat ini telah mencapai keberhasilan ekspor internasional yang signifikan, termasuk penjualan 40 pesawat ke Azerbaijan dalam kesepakatan senilai 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun.

Menurut laporan tersebut, Khalifa Haftar mencari mitra yang dapat diandalkan di luar pemasok tradisional yang dibatasi oleh sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau kondisi politik, seperti Rusia. Potensi perjanjian ini muncul di tengah embargo senjata PBB yang berkelanjutan terhadap Libya.

Embargo yang diberlakukan sejak 2011 dan dipantau oleh Operasi Irini Uni Eropa, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana transaksi semacam itu dapat diimplementasikan dan apakah akan sesuai dengan bantuan internasional.

Sementara itu, laporan dari News Arab menyebutkan bahwa Marsekal Lapangan Munir juga bertemu dengan komandan militer yang memimpin pasukan militer di Libya timur yang menyaingi pemerintah yang berbasis di Tripoli, Saddam Khalifa Haftar. Kubu Haftar didukung oleh pemerintah Turki.

“Saat tiba, Marsekal Lapangan disambut dengan upacara penghormatan oleh kontingen Angkatan Bersenjata Libya yang berpakaian rapi,” kata Humas Angkatan Darat Pakistan dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Tentara Nasional Libya (LNA) yang dibentuk sendiri oleh Haftar.

“Kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelatihan, peningkatan kapasitas, dan bidang kontra-terorisme,” lanjut pernyataan tersebut. Ditambahkan pula bahwa kepala militer Pakistan menekankan “komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan Libya, berdasarkan kepentingan bersama”.

Fokus Kerja Sama Pertahanan

Beberapa poin utama yang menjadi fokus kerja sama antara Pakistan dan Libya meliputi:

  • Pelatihan dan peningkatan kapasitas militer
  • Peningkatan kemampuan operasional pasukan
  • Kolaborasi dalam bidang kontra-terorisme
  • Pengadaan teknologi pertahanan modern

Keuntungan Ekonomi dan Strategis

Perjanjian ini tidak hanya memberikan manfaat strategis bagi Libya, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi bagi Pakistan. Penjualan jet tempur JF-17 Thunder ke negara-negara lain, seperti Azerbaijan, telah membuktikan bahwa pesawat ini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Selain itu, kerja sama ini juga bisa meningkatkan posisi Pakistan sebagai produsen senjata yang andal dan dapat dipercaya. Dengan mengurangi ketergantungan pada pemasok tradisional yang terbatas, Pakistan dapat memperluas jaringan diplomasi dan ekonomi global.

Tantangan dan Isu Etika

Meskipun ada potensi manfaat, perjanjian ini juga membawa tantangan dan isu etika. Embargo senjata PBB terhadap Libya telah diberlakukan selama lebih dari satu dekade, dan adanya transaksi senjata antara Pakistan dan Libya dapat menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan terhadap resolusi PBB.

Selain itu, dukungan dari pihak asing seperti Turki terhadap kubu Haftar juga memperumit situasi politik di Libya. Hal ini membuat perjanjian pertahanan antara Pakistan dan Libya menjadi lebih kompleks, karena harus mempertimbangkan dinamika regional yang rumit.

Kesimpulan

Perjanjian MoU pertahanan antara Pakistan dan Libya menunjukkan komitmen kuat dari kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral. Meskipun ada tantangan dan isu etika yang perlu diperhatikan, kesepakatan ini memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomi dan strategis bagi kedua pihak. Dengan fokus pada pelatihan, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi dalam kontra-terorisme, kerja sama ini bisa menjadi model kerja sama pertahanan yang sukses di masa depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

28 Februari 2026

Hasil Akhir PSS Sleman vs Persipura, Klasemen Timur Championship 2-0, Jarak Poin Barito Putera

28 Februari 2026

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mantan Pemimpin Gereja yang Mengakui Pelecehan Anak Masih Bebas di Kanada

28 Februari 2026

Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

28 Februari 2026

9 Hal yang Menyesal Tidak Dimulai Saat Usia 55 Tahun, Menurut Psikologi

28 Februari 2026

Mahkamah Agung Hentikan Tarif Trump, Refund Masih Tidak Jelas

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?