Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 18 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Opsi Terakhir Kasus DSI, OJK Ajukan Gugatan Perdata
Nasional

Opsi Terakhir Kasus DSI, OJK Ajukan Gugatan Perdata

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

OJK Menegaskan Kemampuan Mengajukan Gugatan Perdata Jika Komitmen DSI Tidak Dipenuhi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa pihaknya memiliki kemampuan untuk mengajukan gugatan perdata jika PT Dana Syariah Indonesia (DSI) tidak memenuhi komitmennya dalam menyelesaikan kasus dugaan gagal bayar (galbay). Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman.

Menurutnya, langkah ini merupakan senjata terakhir yang bisa digunakan oleh OJK. “Jika semua langkah-langkah komitmen tidak dipenuhi, kemudian upaya dari segi pidana tidak jalan atau ada permasalahan tidak tuntas dan seterusnya, senjata terakhir adalah kami boleh dan bisa menggugat perdata dari sisi OJK, tapi ini adalah last resort,” ujarnya dalam RDP & RDPU bersama Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Agusman menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan langsung pada Agustus 2025—September 2025, terdapat delapan permasalahan yang dilakukan PT DSI. Berikut adalah daftar permasalahan tersebut:

  • Pertama, menggunakan data borrower real untuk menciptakan proyek fiktif sebagai underlying untuk memperoleh dana baru.
  • Kedua, mempublikasikan informasi yang tidak benar di website untuk menggalang dana lender.
  • Ketiga, menggunakan pihak terafiliasi sebagai lender untuk memancing orang lain untuk ikut jadi lender.
  • Keempat, menggunakan rekening perusahaan vehicle untuk menerima aliran dana dari rekening escrow penampungan dana lender.
  • Kelima, menyalurkan dana lender ke perusahaan terafiliasi.
  • Keenam, menggunakan dana lender yang belum dialokasikan kepada suatu proyek (unallocated) atau istilahnya ponzi.
  • Ketujuh, menggunakan dana lender untuk melunasi pendanaan borrower macet.
  • Terakhir, melakukan pelaporan yang tidak benar.

“Jadi intinya memang kami lihat ada indikasi fraud atau criminal. Oleh karena itulah di tanggal 15 Oktober kami melaporkan ke Bareskrim masalah ini dan tanggal 13 Oktober sebelumnya kami minta tolong kepada PPATK untuk menelusuri itu,” beber Agusman.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh OJK meliputi pemeriksaan umum. Dalam pemeriksaan ini, diketahui bahwa pada Desember 2024 ada pelanggaran mengenai batas maksimum pendanaan yang maksimal hanya boleh Rp2 miliar. Selanjutnya, pada Agustus 2025—September 2025 ditemukan pengendapan dana escrow account dan kesalahan pencatatan laporan.

Sebab itu, OJK memberikan total 20 surat pembinaan dan mendorong penataan peraturan tata kelola yang lebih baik serta yang paling penting adalah mengembalikan dana lender. “Ini yang kita minta tolong sekali kepada mereka kemudian melaksanakan kegiatan operasional yang sehat dan langkah-langkah perbaikan ke depan,” sebutnya.

Setelah itu, Agusman menyebut bahwa pada 13 Oktober 2025 pihaknya berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri transaksi keuangan PT DSI dan pihak terafiliasi, karena ingin turut mendalami kemana perginya dana para lender. Selanjutnya, pada 15 Oktober 2025 OJK melaporkan ke Bareskrim dan melakukan pembatasan kegiatan usaha untuk mencegah korban baru.

Tidak sampai di situ, dia mengatakan OJK telah memfasilitasi pertemuan antara lender dan pihak DSI. Adapun, pada 16 Desember 2025, OJK juga telah menyampaikan permasalahan ini ke pihak istana. “Kami diminta oleh asisten khusus bidang analisis dan data strategis Presiden untuk menyampaikan apa yang terjadi dan juga sudah menyampaikan laporan tentang tindak lanjut yang dilakukan,” tegas Agusman.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?