Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 3 November 2026
Trending
  • 6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS
  • Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak
  • Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT
  • Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League
  • Prediksi skor Fulham vs Crystal Palace: The Cottagers lolos lewat adu penalti
  • Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia
  • Cicilan Motor DP 0% Diperpanjang hingga 2027, Ini Simulasi Lengkapnya
  • Jadwal Bus AKAP Bali-Jawa Rabu 28 Oktober: Cek Lengkapnya di Sini!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nus Kei Tewas di Bandara, Golkar Maluku Kecam tapi Imbau Kader Tetap Tenang
Hukum

Nus Kei Tewas di Bandara, Golkar Maluku Kecam tapi Imbau Kader Tetap Tenang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Penikaman Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau dikenal dengan nama Nus Kei, meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026). Peristiwa tragis ini terjadi saat korban baru tiba dari Ambon dan sedang menuju pintu keluar bandara untuk bertemu keluarganya.

Kronologi Penyerangan

Saat itu, Nus Kei berada di area bandara setelah mendarat dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, sekira pukul 10.45 WIT. Ia tiba setelah sebelumnya pulang dari Jakarta. Korban langsung berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui keluarga yang telah menjemputnya.

Tiba-tiba, seorang pria bermasker dan mengenakan jaket merah mendekati korban dan melakukan penyerangan dengan senjata tajam. Korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung. Meski sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara dan dilarikan ke rumah sakit, Nus Kei akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat di organ vital pada pukul 11.44 WIT.

Respons dari Partai Golkar

Menyikapi peristiwa ini, DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku menyampaikan keprihatinan serta duka mendalam atas kematian Nus Kei. Dalam siaran pers yang diterima redaksi, partai tersebut mengecam tindakan pidana tersebut dan meminta semua pihak untuk tetap tenang serta tidak terpancing aksi balasan.

Golkar juga meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional. Mereka juga mengimbau kepada seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri dan menjaga situasi tetap aman.

Penangkapan Pelaku

Pasca kejadian, polisi berhasil menangkap dua pelaku penikaman terhadap Nus Kei. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan pelaku ditangkap tak lama setelah peristiwa tersebut terjadi. Adapun total pelaku berjumlah dua orang berinisial HR (28) dan FU (36).

Namun, terkait motif, Rositah mengatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik. “Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional, transparan, dan tuntas.

Penjelasan dari Ketua DPP Partai Golkar

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Nus Kei sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sebelum dinyatakan meninggal dunia. Dave mengatakan korban menderita empat luka tusuk akibat penikaman oleh OTK tersebut.

“Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang,” katanya. Menurut Dave, detik-detik penikaman terhadap Nus Kei berawal ketika korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon, Maluku sekira pukul 10.45 WIT.

Setelah itu, Nus Kei langsung berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui keluarga besarnya. Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora.

Melihat peristiwa tersebut, kakak korban, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan dan berujung melarikan diri. Di momen tersebut, Dave menuturkan Nus Kei sempat memperoleh pertolongan dari petugas bandara.

“Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun,” bebernya. Selanjutnya, Nus Kei langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat di organ vital imbas penikaman yang dialami. “Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital,” ujar Dave.

Kesimpulan

Peristiwa penikaman terhadap Nus Kei menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pihak berwenang. Dengan penangkapan dua pelaku dan penyelidikan yang sedang berlangsung, kasus ini diharapkan dapat segera terselesaikan dengan transparansi dan profesionalisme. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Misteri Brigpol WP: Bunuh Ibu Kandung Diduga Akibat Gangguan Jiwa

2 November 2026

Sosok 7 saksi yang diperiksa terkait dugaan kawat tertinggal di jantung pasien RSUD AWS Samarinda

1 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Solusi Ampuh Samsung Gagal Terima SMS

2 November 2026

Teror Cemburu Buta Madiun: Suami Bantai dan Bakar Istri serta Anak

2 November 2026

Apakah Indonesia baru berjaya harus di tangan pemuda? Menggugat generasi muda bangun NTT

2 November 2026

Prediksi skor Yokohama F Marinos vs Sanfrecce Hiroshima: statistik dan head-to-head di J League

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?