Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Februari 2026
Trending
  • 3 Tempat Ngabuburit Gratis di Karanganyar, Sejuk dan Dekat Kuliner
  • Media Spanyol Bocorkan Rencana Masa Depan Bagnaia, Kejutan Aprilia dengan Murid Rossi Membuat Tim Impian
  • George Osborne: Negara yang Tidak Mengadopsi AI Berisiko Tertinggal
  • Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026
  • Polres Belu Tetapkan PK dan Dua Orang Lainnya sebagai Tersangka Kasus Pemaksaan Anak di Atambua NTT
  • 50 Soal Esai Bahasa Indonesia Kelas 11 Terbaru 2026
  • Jadwal BRI Super League 21–22 Feb 2026: Persib dan Persija Terancam oleh Borneo FC
  • Cara Mamalia Laut Bertahan di Laut Dingin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»NU di Abad Kedua: Mengarungi Badai Kesenjangan Digital
Teknologi

NU di Abad Kedua: Mengarungi Badai Kesenjangan Digital

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran NU dalam Membangun Literasi Digital

Nahdlatul Ulama (NU) telah mencapai usia yang memasuki abad kedua. Pencapaian ini menunjukkan betapa kuatnya fondasi tradisi Aswaja An-Nahdliyah yang berhasil dipertahankan selama berabad-abad. Namun, dengan masuknya dunia ke abad ke-21, tantangan yang dihadapi tidak lagi sekadar fisik atau kultural, melainkan lebih pada aspek teknologis dan ideologis.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi NU saat ini adalah kesenjangan digital. Dunia dakwah kini tidak hanya terbatas pada mimbar masjid atau surau pesantren. Audiens kini lebih banyak mengakses informasi melalui layar digital seperti smartphone, media sosial, dan platform konten instan. Dalam situasi ini, konten-konten moderat yang mewakili Islam wasathiyah seringkali kalah cepat dibanding narasi ekstrem dan radikal.

Narasi ekstrem biasanya disajikan dalam bentuk visual yang menarik dan mudah diterima oleh generasi muda. Mereka membutuhkan jawaban agama yang cepat, instan, namun mendalam. Sayangnya, kebutuhan umat, khususnya Nahdliyin, akan bimbingan agama yang solutif di era digital ini belum sepenuhnya terpenuhi oleh gerakan dakwah konvensional yang cenderung lambat dan kurang adaptif.

Strategi Kebudayaan Cyber

Kesenjangan digital bukan hanya tentang akses internet, tetapi juga tentang kemampuan dalam menyampaikan narasi. Dalam konteks NU, ini adalah gap antara narasi moderasi yang berakar pada khazanah kitab kuning dengan kecepatan narasi ekstremisme di ruang siber. Jika narasi moderat kalah cepat, maka ruang publik maya akan didominasi oleh pemahaman yang kaku, eksklusif, dan mudah menyalahkan, yang pada akhirnya mengancam keharmonisan beragama.

Solusi untuk menghadapi tantangan ini adalah jihad literasi digital. NU perlu membangun ekosistem di mana setiap anggota NU menjadi agen moderasi. Jika narasi ekstremisme adalah virus di ruang siber, maka konten moderasi yang estetis dan mendalam adalah vaksinnya.

Penguatan literasi digital bukan lagi sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari “riyadhah” masa kini. Konten-konten kreatif yang menarik harus menjadi garda terdepan untuk merebut kembali narasi yang sempat tercuri. NU harus membuktikan bahwa bimbingan agama yang mendalam tidak harus kaku, dan yang instan tidak harus dangkal.

Transformasi Tradisi Menjadi Konten Digital

Maka, NU perlu terus proaktif dan berkelanjutan. Teknologi digital harus dimanfaatkan secara masif untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi dan Aswaja An-Nahdliyah. Penguatan literasi digital di kalangan nahdliyin tidak bisa ditawar lagi. Lebih jauh, NU harus melahirkan “Ulama Digital”.

Sosok tersebut bukan hanya sekadar santri yang mahir bahtsul masail secara tekstual-konvensional, tetapi mereka yang juga cakap dalam bahtsul masa’il kontemporer di dunia maya. Ulama Digital adalah mereka yang mampu menerjemahkan rumitnya fiqih, ushul fiqih, dan tasawuf ke dalam bahasa konten digital yang ringan, menarik, namun tetap berakar pada sanad keilmuan yang valid.

Abad kedua NU adalah era di mana himmah (semangat) harus bertemu dengan hikmah digital. Keberhasilan NU menjaga umat (Nahdliyin) bergantung pada seberapa proaktif kita menghuni ruang siber. Saatnya mentransformasi tradisi menjadi konten yang menginspirasi, memastikan bahwa di setiap sudut internet yang bising, suara moderasi yang menyejukkan tetap terdengar nyaring.

Kesimpulan

Sudah saatnya NU menunjukkan bahwa merawat tradisi (al-muhafazhah ‘ala al-qadimi al-shalih) dan mengambil hal baru yang lebih baik (al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah) dapat dilakukan secara simultan melalui layar-layar digital. Jadi, siapapun nahkoda PBNU, melawan narasi ekstrem di ruang siber adalah bentuk jihad modern, di mana konten moderat yang menarik adalah senjatanya. Wallahu’alam bishawab.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

CEO Orbbec Jadi Triliuner Berkat Penjualan Robot, Ingin Ciptakan Sensor Mirip Mata Manusia

25 Februari 2026

Bukan Prediksi, Ini Alasan Teknologi Jadi Fondasi Dunia Digital 2026

24 Februari 2026

Harga HP Samsung S24 Ultra 256GB Resmi di Indonesia Saat Ramadan 2026

24 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

3 Tempat Ngabuburit Gratis di Karanganyar, Sejuk dan Dekat Kuliner

25 Februari 2026

Media Spanyol Bocorkan Rencana Masa Depan Bagnaia, Kejutan Aprilia dengan Murid Rossi Membuat Tim Impian

25 Februari 2026

George Osborne: Negara yang Tidak Mengadopsi AI Berisiko Tertinggal

25 Februari 2026

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?