Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua dalam Islam
Berbakti kepada orang tua, atau yang dikenal dengan istilah birrul walidain, merupakan salah satu kewajiban utama dalam agama Islam. Hal ini dianggap sebagai bentuk ibadah yang tidak terputus, bahkan setelah orang tua tersebut meninggal dunia. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua melibatkan berbagai tindakan seperti mendoakan, menghormati, merawat, menjalankan wasiat mereka, serta menjaga hubungan baik dengan sahabat-sahabat mereka.
Pada hari Jumat, khususnya tanggal 13 Februari 2026, umat Muslim akan melaksanakan Salat Jumat. Hari ini dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu hari, yang diyakini penuh dengan keberkahan. Dalam khutbah Jumat pada hari itu, tema utama yang disampaikan adalah tentang pentingnya berbakti kepada orang tua tanpa henti.
Khutbah Jumat: Agungnya Berbakti kepada Orang Tua Tanpa Henti
Khutbah Pertama
Dalam khutbah pertama, para khatib mengingatkan jamaah untuk selalu taat kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Salah satu hal yang sangat ditekankan adalah pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Dalam ayat-ayat Al-Qur’an, Allah memerintahkan umat Muslim untuk tidak beribadah kecuali kepada-Nya dan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.
Salah satu hadits yang disampaikan adalah:
“Ridla Allah berada pada ridla kedua orang tua dan murka Allah berada pada murka kedua orang tua.” (HR Al-Hakim, Ath Thabarani dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
Hadits ini menunjukkan betapa besar peran orang tua dalam kehidupan seorang Muslim. Bahkan, dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa berbakti kepada ibu lebih utama daripada berbakti kepada ayah karena perjuangan dan kesabaran ibu dalam merawat anak-anaknya.
Selain itu, dalam khutbah ini juga disampaikan bahwa berbakti kepada orang yang dicintai oleh orang tua setelah keduanya meninggal adalah bagian dari bentuk bakti yang utama. Selain itu, ziarah ke makam orang tua juga menjadi salah satu bentuk bakti yang dapat dilakukan.
Khutbah Kedua
Khutbah kedua juga menyampaikan pesan serupa, yaitu pentingnya berbakti kepada orang tua. Dalam khutbah ini, disampaikan bahwa durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar yang akan mendapatkan balasan dari Allah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Balasan dari setiap dosa akan Allah tangguhkan sesuai dengan kehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua, sesungguhnya Allah akan mempercepat siksaan bagi pelakunya.” (HR Al-Hakim).
Dalam khutbah ini juga disampaikan pentingnya doa untuk orang tua yang sudah meninggal, terutama jika mereka adalah orang-orang yang beriman. Doa ini menjadi bentuk penghargaan atas kasih sayang dan pendidikan yang telah diberikan oleh orang tua.
Penutup
Dalam penutup khutbah, para khatib mengajak jamaah untuk senantiasa taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tua. Semoga khutbah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tips untuk Berbakti kepada Orang Tua
- Mendoakan orang tua – Doa adalah bentuk bakti yang sangat berarti, terutama setelah mereka meninggal.
- Menjaga hubungan baik – Terlepas dari perbedaan pendapat, tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan orang tua.
- Menjalankan wasiat – Menunaikan wasiat orang tua adalah bentuk penghormatan terhadap keinginan mereka.
- Ziarah ke makam – Ziarah ke makam orang tua adalah cara untuk terus merawat hubungan dengan mereka.
- Membaca Al-Qur’an untuk orang tua – Membaca Al-Qur’an dan membaca shalawat untuk orang tua adalah bentuk bakti yang sangat dianjurkan.



