Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203: Rekayasa Lalu Lintas yang Diperlukan
PT MRT Jakarta akan menerapkan rekayasa lalu lintas di area proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203 yang mencakup Stasiun Kota dan Stasiun Glodok mulai 10 Januari 2026 hingga 15 Juli 2026. Rekayasa ini dilakukan untuk mendukung tahapan pekerjaan konstruksi, yang merupakan bagian penting dari pengembangan sistem transportasi terintegrasi di Ibu Kota.
Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203 meliputi pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota serta konstruksi terowongan sepanjang 690 meter. Total panjang jalur yang dibangun sekitar 1,4 kilometer, mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua. Sejak April 2021, manajemen rekayasa lalu lintas telah dilakukan oleh PT MRT Jakarta bersama kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company – Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO), dengan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.
Perubahan Arus Lalu Lintas di Area Stasiun Kota
Pada Tahap 7, perubahan arus lalu lintas akan berlangsung mulai 10 Januari 2026 hingga 15 Juli 2026. Area konstruksi akan berada di persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, dengan cakupan pekerjaan antara lain struktur bawah tanah stasiun dan pintu masuk disertai dengan pekerjaan arsitektur dan MEP pada tahap selanjutnya.
Beberapa perubahan arus lalu lintas yang diterapkan adalah:
- Penggunaan badan jalan di arah utara Jalan Pintu Besar Selatan yang sebelumnya digunakan di sisi Barat, akan dialihkan ke sisi Timur. Konfigurasi satu jalur ke arah Selatan dan satu jalur ke arah Utara hanya berlaku untuk Trans-Jakarta, penghuni, dan konsumen toko di Jalan Pintu Besar Selatan.
Apabila terjadi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Pancoran, maka Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka untuk umum secara situasional.
Di sisi Barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap difungsikan terbatas untuk kendaraan kecil bagi penghuni dan pengunjung toko, dari arah Selatan menuju Utara.
Di area persimpangan jalan Asemka (Fly Over) menuju arah Jalan Jembatan Batu akan terjadi penyempitan karena adanya area pekerjaan. Konfigurasi jalan yang sebelumnya 3 lajur dari arah Barat akan menyempit menjadi 2 lajur di area persimpangan.
Di area persimpangan menuju Jalan Asemka (Fly Over) dari arah Jalan Jembatan Batu juga akan terjadi penyempitan, dan arah laju kendaraan akan bergeser sedikit ke arah kanan (median jalan) di area persimpangan.
Perubahan Arus Lalu Lintas di Area Stasiun Glodok
Pada Tahap 3.2, pelaksanaan manajemen rekayasa lalu lintas di area rencana pembangunan Stasiun Glodok akan tetap dilaksanakan dengan konfigurasi lalu lintas pada tahap 3.2 di mana lalu lintas untuk kedua arah menggunakan Jalan Gajah Mada (contraflow). Waktu pelaksanaan tahap ini yang semula berlangsung dari 21 September 2025 hingga 12 Maret 2026 akan diperpanjang hingga 13 Juli 2026.
Tanggung Jawab dan Keselamatan Pengguna Jalan
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, dalam keterangannya mengatakan bahwa PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini.
Selain itu, PT MRT Jakarta senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung. Hal ini dilakukan dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, dan lampu penerangan jalan umum. PT MRT Jakarta berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan.



