Marc Marquez Menghadapi Tantangan Berat di MotoGP Spanyol 2026
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menghadapi tantangan berat dalam balapan seri keempat MotoGP Spanyol 2026. Meskipun menunjukkan kecepatan yang cukup baik selama sesi latihan, ia tidak memberikan jaminan kemenangan. Posisi keempat pada sesi latihan pertama di Sirkuit Jerez, Spanyol, tidak cukup untuk memberinya harapan besar.
Marc Marquez menutup hari pertama pada Jumat (24/4/2026) dengan catatan waktu 1 menit 36,227 detik. Meski memiliki ritme yang baik sepanjang sesi, ia kesulitan saat harus mengeluarkan kecepatan penuh dengan ban segar. Hingga sisa lima menit, Marquez masih berada di luar 10 besar, tetapi berhasil merangsek untuk menjaga kans meraih posisi start terbaik.
“Misi tercapai, karena begitu ketatnya untuk menembus Q2 hari ini, sesi tadi tidak mudah sama sekali,” ujar Marquez. Ia menegaskan bahwa tim perlu bekerja keras sepanjang akhir pekan jika ingin meningkat dan memiliki kesempatan bersaing untuk podium.
“Kami jauh dari sana. Kami berada di posisi keempat atau kelima, tetapi kami harus meningkat. Kualifikasi akan krusial,” tambahnya.
Marquez kalah cepat dari rekan satu timnya, Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) dan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46). Marco Bezzecchi, pembalap yang sedang on-fire hingga awal musim ini, juga berhasil masuk empat besar.
Satu kabar baik bagi Marc Marquez adalah bahwa pembalap tercepat kemarin adalah Alex, yang merupakan juara dunia dua kali sekaligus adiknya. Musim lalu, MotoGP Spanyol menjadi milik trah Marquez, dengan Marc memenangi balapan Sprint dan Alex memenangi Grand Prix setelah menjadi runner-up di Sprint.
Kecepatan Alex yang berlanjut ke GP Spanyol musim ini seperti menutupi keraguan Marquez. “Dia memiliki peluang menang lebih besar daripada saya. Jelas, lebih mungkin bagi dia untuk menang daripada saya untuk finis tiga besar.”
“Jadi saya harus berusaha lebih keras,” ujar Marquez sebelum menyebut bagaimana fase awal balapan akan lebih menantang baginya.
Keyakinan Marquez bukannya tanpa alasan. Alex mampu memimpin sesi tanpa menggunakan run terakhir untuk meningkatkan waktinya lagi. Lebih memilih melakukan simulasi lomba, Alex puas melihat ritme balapannya tinggi hingga masih bisa menyentuh waktu 1 menit 36 detik.
“Saya berada dalam performa yang bagus, tetapi kami perlu menjaga fokus, karena pembalap lain akan membuat peningkatan dan kami juga harus melakukannya,” ucap Alex. Ia menekankan pentingnya mendapatkan pole position dan fokus pada Sprint.
Aprilia masih menjadi referensi setelah Marco Bezzecchi mampu memenangi tiga balapan GP musim ini dengan kendali dari start hingga finis. Aprilia bahkan menguasai posisi runner-up juga dengan Jorge Martin selalu finis kedua di belakang Bezzecchi dalam balapan GP Brasil dan GP Amerika.
Memang, untuk mengulanginya tidak mudah karena Martin terkena penalti turun tiga posisi start akibat menghalangi Alex dengan melaju terlalu pelan. Bezzecchi sendiri tidak mau jemawa. Menurutnya, ketertinggalan 0,5 detik dalam waktu lap dengan Alex tidak mudah untuk dikejar.
Jerez bukan trek yang mudah bagi Aprilia. Podium terakhir pabrikan Noale di sana terjadi pada 2022, lewat lesatan Aleix Espargaro yang finis ketiga. “Ini adalah awal yang bagus. Lebih baik dari ekspektasi bahkan. Namun, jelas, di luar dua posisi teratas (Alex dan Di Giannantonio), kami semua sangat ketat jaraknya,” katanya.
“Kami harus berusaha untuk menutup gap dengan para pembalap teratas, tetapi juga bertahan di sana, berharap bisa berada di depan yang lainnya.” Bezzecchi menambahkan bahwa semua orang pasti akan bekerja keras dan esok (Sabtu) akan lebih sulit.



