Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Menteri Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2026, Ini Rencana Pemerintah
    Ekonomi

    Menteri Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2026, Ini Rencana Pemerintah

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 December 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2026

    Pemerintah Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2026. Hal ini menjadi langkah awal menuju tujuan jangka menengah yang lebih tinggi, yaitu mencapai pertumbuhan sebesar 8 persen. Target ini ditetapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat laju perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan langkah-langkah bertahap. Salah satu fokus utamanya adalah menghidupkan kembali mesin ekonomi yang sempat melambat, terutama dari sektor swasta. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang dipatok dalam APBN tahun depan dinilai kurang memadai.

    “Kalau mau ke 8 persen, kita harus bertahap. Tahun depan 6 persen, lalu naik lebih cepat di tahun berikutnya,” ujarnya dalam Economic Outlook 2026 di Kompas TV, Selasa (16/12).

    Sinergi Pemerintah dan Sektor Swasta

    Menurut Purbaya, kunci utama pertumbuhan ekonomi terletak pada sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah berperan dalam menciptakan iklim yang kondusif, sementara sektor swasta menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi. Untuk mendukung hal ini, pemerintah mengandalkan tiga sektor utama, yaitu manufaktur, pertanian, dan energi.

    “Kuncinya adalah menghidupkan kembali mesin ekonomi yang sempat menganggur, terutama sektor swasta. Pemerintah dan swasta harus sama-sama bergerak,” katanya.

    Purbaya juga menilai bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen belum cukup untuk menyerap tambahan angkatan kerja, terutama generasi muda. Ia menyatakan bahwa idealnya pertumbuhan ekonomi harus mencapai 6,7 persen agar peluang kerja lebih mudah diperoleh.

    “Angka 5,4 persen belum cukup menyerap seluruh angkatan kerja. Idealnya 6,7 persen. Kalau di level itu, cari kerja jauh lebih mudah, terutama bagi generasi muda,” ungkapnya.

    Program Debottlenecking untuk Memangkas Hambatan Regulasi

    Sebagai langkah konkret, pemerintah meluncurkan program debottlenecking untuk memangkas hambatan regulasi yang mengganggu dunia usaha. Melalui program ini, pelaku usaha dapat melaporkan langsung kendala yang dihadapi. Setiap minggu, masalah yang dilaporkan akan dibahas dan diselesaikan. Jika ada kementerian yang tidak sejalan dengan kebijakan ini, Purbaya menyatakan akan memotong anggarannya.

    Dari sisi fiskal, pemerintah masih menerapkan kebijakan defisit sebagai langkah counter-cyclical guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Saat ini, defisit anggaran diperkirakan berada di kisaran 2,6–2,8 persen. Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini akan digunakan saat ekonomi melambat, sedangkan ketika pertumbuhan ekonomi cepat, pemerintah akan melakukan penyesuaian.

    Mencegah Terjebak pada Middle Income Trap

    Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terjebak pada pertumbuhan moderat dalam jangka panjang. Menurutnya, jika Indonesia hanya puas pada pertumbuhan 5–6 persen, risiko terjebak middle income trap akan semakin besar. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar bisa mempercepat perjalanan Indonesia menuju negara maju.

    “Kita ingin Indonesia masuk negara maju dalam 10–15 tahun,” ucap Purbaya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?