Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Maret 2026
Trending
  • 6 merek karpet nyaman untuk momen Lebaran
  • 6 Film Terbaik untuk Tonton Bersama Keluarga Saat Lebaran
  • Ahli Peringatkan Bahaya Rupiah Tembus Rp20.000 Akibat Konflik Timur Tengah
  • Sosok Penting di Balik Gus Yaqut yang Membuat KPK Setuju Jadi Tahanan Rumah
  • Menteri Luar Negeri Arab dan Turki Buka Suara Soal Zionis Halangi Damai AS-Iran
  • Renungan Katolik Harian: Yesus dan Perempuan Berdosa 23 Maret 2026
  • Jadwal Brighton vs Liverpool: Ambisi The Reds Kalahkan Aston Villa
  • Gempa 4,3 SR di Pasangkayu, Sulawesi Barat, Kedalaman 4 KM
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Menteri Luar Negeri Arab dan Turki Buka Suara Soal Zionis Halangi Damai AS-Iran
Politik

Menteri Luar Negeri Arab dan Turki Buka Suara Soal Zionis Halangi Damai AS-Iran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com.CO.ID, RIYADH — Para pemimpin Arab dan Turki melakukan kontak serta pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, sepanjang akhir pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas isu-isu penting dan situasi kritis yang terjadi di kawasan Timur Tengah (Timteng) selama konflik antara Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Republik Islam Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan beberapa fakta terkini dan realitas geopolitik kawasan yang akan berubah drastis dalam waktu dekat akibat perang saat ini.

Perang akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan

Dalam pertemuan yang berlangsung dari Jumat hingga Sabtu (20/3/2026), para pemimpin Arab mengungkapkan keyakinan mereka bahwa perang antara Zionis-Israel dan AS dengan Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan awalnya. Menurut Fidan, negara-negara Teluk memperkirakan perang ini akan berlangsung selama dua hingga tiga minggu lagi. Prediksi ini membuat sulit untuk mengetahui apakah AS-Zionis maupun Iran bersedia masuk ke meja perundingan untuk mencapai gencatan senjata.

Zionis memengaruhi AS agar tidak berdamai

Fidan juga menyampaikan bahwa komunikasi lintas pemimpin Arab menunjukkan adanya keengganan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengizinkan Presiden AS Donald Trump menghentikan serangan terhadap wilayah Iran. Hal ini membuat upaya-upaya untuk membawa pihak Israel dan AS, bersama Iran, ke penghentian sementara atau gencatan senjata menjadi sia-sia. Israel, menurut Fidan, akan terus berusaha mencegah terjadinya gencatan senjata.

Kesenjangan antara Netanyahu dan Trump

Pemimpin-pemimpin Arab juga menyampaikan bahwa ada penilaian bahwa posisi AS dan Israel semakin menjauh. Netanyahu, kata Fidan, memengaruhi Trump agar tidak melakukan gencatan senjata agar Israel bisa mempertahankan perang hingga kehancuran total di Teheran. Israel, menurut Fidan, ingin memperpanjang perang hingga kerusakan yang lebih besar pada Iran.

Negara-negara Arab menyatakan netral

Fidan mengungkapkan bahwa para pemimpin negara Arab telah menyatakan secara jelas bahwa mereka tidak terlibat dalam membantu Zionis atau AS dalam memerangi Iran. Mereka juga memastikan bahwa kawasan udara mereka dilarang bagi AS dan Zionis untuk digunakan sebagai wilayah serangan terhadap Iran. Dengan demikian, mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari peperangan ini.

Ultimatum Arab terhadap Iran

Para pemimpin Arab juga marah atas tindakan Iran yang dianggap sepihak. Fidan menyampaikan bahwa toleransi mereka memiliki batas maksimal dan jika situasi tidak berubah, mereka akan mengambil tindakan terhadap Iran. Namun, Fidan juga menegaskan bahwa Turki menilai agresi Zionis-AS terhadap Iran ilegal, tetapi serangan balasan Iran terhadap negara-negara Arab juga tidak dapat dibenarkan.

Perubahan geopolitik dan harapan Arab terhadap Iran

Meskipun gencatan senjata saat ini sulit tercapai, para pemimpin Arab memahami bahwa akan ada perubahan geopolitik dan masa depan pertahanan. Fidan menyampaikan bahwa negara-negara Arab mulai melihat Iran sebagai kiblat baru untuk kerja sama pertahanan dan keamanan. Setelah perang, Iran mungkin akan menjadi mitra dalam perlindungan keamanan bersama negara-negara Teluk.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Menteri Luar Negeri Arab dan Turki: Zionis Pengaruhi AS dalam Tidak Berdamai dengan Iran

25 Maret 2026

Pelanggaran Anwar BAB di TV Jadi Sorotan MUI, Terancam Sanksi KPI

25 Maret 2026

Gus Yaqut Dikeluarkan dari Tahanan Sebelum Lebaran

25 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 merek karpet nyaman untuk momen Lebaran

25 Maret 2026

6 Film Terbaik untuk Tonton Bersama Keluarga Saat Lebaran

25 Maret 2026

Ahli Peringatkan Bahaya Rupiah Tembus Rp20.000 Akibat Konflik Timur Tengah

25 Maret 2026

Sosok Penting di Balik Gus Yaqut yang Membuat KPK Setuju Jadi Tahanan Rumah

25 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?