Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 5 Maret 2026
Trending
  • ICOMCUBE 2026: Solusi Material Modern untuk Sistem Ruang dan Identitas Kota
  • Putusan hukuman 9 terdakwa korupsi minyak Pertamina, vonis Kerry Riza paling berat
  • 2 Berita Terkini Februari 2026, Nama Baru Pejabat Sulut dan Perubahan Komisaris BSG
  • Hasil Imbang 0-0 PSPS Pekanbaru vs Garudayaksa, Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3
  • Laporan Utama: Pakaian Lokal Kian Diterima
  • Gubernur Kaltim Minta Rp 8,5 M untuk Jaga Marwah, Mobil Pribadi Tak Lebih Rp 100 Juta
  • Orang yang Lebih Suka Ketenangan Daripada Kebisingan Saat Memecahkan Masalah Memiliki 7 Ciri Kognitif Ini
  • Cara Daftar dan Rute Mudik Gratis PTPN 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Mengarungi Pantai Selatan Jawa Barat dengan Tour Motor
Pariwisata

Mengarungi Pantai Selatan Jawa Barat dengan Tour Motor

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Januari 2026Tidak ada komentar8 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Liburan Keluarga dengan Touring Motor

Liburan belum usai. Liburan masih berlanjut. Gara-gara anak bungsu melihat konten touring motor di YouTube, dia mengajukan tantangan. “Abah …. berani nggak touring motor ke pantai?” Tantangan itu tidak dianggap serius. Tapi si bungsu selalu saja mengusik dengan pertanyaan yang sama. Sepertinya si bungsu masih ingin liburan. Padahal minggu ke-2 Januari di minggu depan, sekolah sudah mulai masuk lagi.

Akhirnya, di suatu malam sebelum keberangkatan touring, terjadilah kesepakatan bersejarah. Touring motor jadi dilaksanakan. Kesepakatan disaksikan oleh si sulung. Dan direstui oleh si Ambu, ibunda si bungsu. Restu dari si Ambu ini sangat penting, karena menyangkut jabatannya sebagai menteri keuangan rumah tangga. Item anggaran liburan dengan touring motor cair begitu cepat di malam itu. Padahal tidak tercatat dalam APBRT (anggaran pendapatan belanja rumah tangga).

Anggaran touring motor itu Hemat Biaya Liburan. Biayanya hanya untuk beli bensin pertalite, makan minum, masuk lokasi wisata di pantai dan menginap di penginapan. Tujuannya ke Pantai Rancabuaya di pesisir selatan Kabupaten Garut. Untungnya, seminggu sebelumnya Si Ngora (nama sepeda motor) sudah diservice rutin ke bengkel langganan. Semua alat-alat di motor berfungsi normal, termasuk rem depan dan belakang. Lampu depan motor menyala terang. Mesin terasa joss.

Malam itu, kita berkemas barang seperlunya. Rencananya mau menginap semalam di Pantai Rancabuaya. Pakaian yang dibawa sedikit, hanya pakaian tidur, baju renang dan pakaian ganti. Semua pakaian dimasukkan ke ransel kecil. Tak lupa juga membawa jas hujan.

Perjalanan Menuju Cidaun

Ruter perjalanan dari Bandung, melewati Soreang (ibukota Kabupaten Bandung) dan Ciwidey. Lalu diteruskan ke Naringgul dan Cidaun yang terletak di selatan Kabupaten Cianjur. Dari Cidaun, lalu menuju Pantai Rancabuaya.

Pagi berangkat dari rumah sekitar jam 7 pagi. Si Bungsu duduk di boncengan dan memegang erat ke pinggang. Setibanya di Soreang, berhenti dulu membeli makanan ringan dan minuman untuk bekal di perjalanan. Perjalanan dari rumah menuju Soreang sekitar 30 menit. Udara sangat cerah. Langit membiru. Terlihat sedikit awan putih tipis.

Perjalanan dilanjutkan menuju Ciwidey, sebuah kecamatan yang menjadi alternatif wisata alam bagi wisatawan setelah Lembang jika datang berkunjung. Obyek wisata alam yang terkenal di Ciwidey ini adalah Kawah Putih di Gunung Patuha, Situ Patenggang, perkebunan teh dan bumi perkemahan Ranca Upas.

Karena masih dalam suasana tahun baru dan liburan, kondisi arus lalu lintas menuju Ciwidey itu sangat ramai dengan berbagai kendaraan termasuk bus-bus besar. Mayoritas hendak liburan menuju obyek wisata. Untungnya, di pagi hari sebelum jam 8 masih belum macet.

Sebelum memasuki kawasan perkebunan teh, tangki bahan bakar motor diisi penuh di SPBU terakhir. Jalanan yang dilalui sangat mulus. Aspalnya tebal dan tidak bergelombang. Namun jalannya tidak lebar, hanya bisa dilalui dua mobil saja. Sepanjang perjalanan, pemandangan yang dilihat itu hamparan perkebunan teh yang menghijau. Pohon-pohon di kawasan hutan. Kebun dan ladang pertanian. Serta perkampungan penduduk dengan rumah yang mayoritas terbuat dari kayu dan dinding bambu. Kabut tipis kadang menghalangi pemandangan. Saat motor melaju, udara terasa dingin. Kulit pipi membeku. Namun kesejukkan udara ini begitu menyenangkan.

Selepas perkebunan-perkebunan teh, jalan mulai menurun. Pemandangan mulai berganti saat memasuki kawasan hutan di daerah Naringgul. Jalan berkelok-kelok. Kecepatan motor melambat. Harus hati-hati. Tapi jalanan mulai sepi. Hanya satu dua kendaraan saja berpapasan.

Jalan terus menurun. Kemiringan jalan yang berkisar antara 30 hingga 45 derajat. Dari arah berlawanan, ada sepeda motor dan mobil yang meraung-raung mendaki jalanan yang menanjak terjal. Ada satu dua motor dan mobil yang mogok. Tak kuat menanjak. Sawah-sawah berterasering indah, itulah pemandangan selanjutnya yang kami jumpai. Kiri kanan jalan banyak dijumpai sawah-sawah. Ada sawah yang masih menghijau tapi ada juga sawah yang padinya mulai menguning.

Nama daerah yang kami lewati sekarang itu Balegede. Sepanjang perjalanan hanya dijumpai sawah-sawah dan juga pemukiman penduduk. Perjalanan masih menurun, dan sering menjumpai jembatan yang dibawahnya aliran air sungai terlihat jernih. Sungai-sungai tersebut membawa air dari bukit-bukit yang mendominasi area geografis daerah tersebut. Bukit-bukit itu umumnya berhutan dan mengalirkan air yang sebagian jatuh menjadi air terjun kecil. Airnya mengalir ke sungai.

Tak terasa, jam sudah menunjukkn angka 11 siang. Sebelum tiba di Cidaun, kami berhenti beristirahat untuk makan siang lebih awal. Perut terasa lapar. Sate ayam dan nasi pulen, sudah cukup mengembalikan kekuatan. 30 menit kemudian motor pun melaju lagi. Akhirnya kami tiba di Cidaun, kecamatan paling selatan di Cianjur yang terletak di pesisir pantai. Tangki bahan bakar motor diisi penuh lagi pertalite. Dari Cidaun, sepuluh menit kemudian kami tiba di Pantai Rancabuaya.

Dengan jarak sekitar 115 km dari Bandung, perjalanan touring motor ke Pantai Rancabuaya ditempuh dengan waktu 3 jam 30 menit. Di pantai ini, kami menginap semalam di penginapan sederhana. Penginapannya sendiri berada di Pantai Cidora, sekitar lima menit dari Pantai Rancabuaya.

Perjalanan Menuju Pantai Batukaras

Keesokan harinya, seharusnya kami pulang kembali ke Bandung. Namun ternyata ada ide lain. Kami hendak melanjutkan touring motor menyusuri pantai selatan Jawa Barat, mulai dari pesisir Garut, Tasik, Ciamis hingga Pangandaran. Tujuan akhir disepakati lagi dengan si Bungsu, yaitu Pantai Batukaras. Sebuah pantai indah berteluk yang menjadi surganya para peselancar. Pantai ini lebih natural dan lebih sepi dibandingkan dengan Pantai Pangandaran.

Jarak menuju Pantai Batukaras di Kabupaten Pangandaran sekitar 150 km. Kami berangkat dari penginapan jam 9 pagi. Dan kami tiba di Pantai Batukaras pada jam 14 siang, termasuk dengan beristirahat dalam perjalanan. Sepanjang jalan pesisir selatan, pemandangan yang kami temui di sebelah kanan adalah lautan. Laut selatan yang luas. Warnanya biru keputih putihan. Di sebelah kanan jalan juga, kami menjumpai perkampungan nelayan, kebun dan ladang, sawah dan tentunya pantai. Di sebelah kiri jalan, kami menjumpai hal yang sama dengan pemandangan di sebelah kanan. Bedanya, tak ada laut dan pantai. Sebagai gantinya, bukit-bukit. Kami melewati juga hutan-hutan yang ada di kawasan bukit itu. Tapi hutannya bukan hutan primer. Hanya hutan yang ditanami pohon sejenis seperti pohon jati dan pohon karet.

Jalan pesisir selatan itu sangat mulus dan lebar. Sudah banyak kendaraan yang lewat, tapi dominan mobil kecil dan motor. Truk-truk ukuran sedang dan kecil banyak yang lewat untuk mengangkut barang-barang. Sedang bus yang lewat sangat jarang. Hanya bus Damri perintis dari kota kecamatan Sindangbarang di pesisir Cianjur menuju ke Pangandaran. Jalannya banyak tanjakan dan turunan serta melewati banyak jembatan. Di area pesisir pantai selatan ini banyak sungai-sungai yang bermuara ke laut selatan., contohnya Sungai Citanduy, Sungai Cijulang dan sebagainya. Sehingga di sepanjang jalan pesisir selatan itu banyak dibangun jembatan-jembatan baru di atas sungai. Jembatan kokoh yang terbuat dari baja-baja tebal dan kuat.

Daerah-daerah administraatif yang kami lewati adalah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran. Kota-kota kecil setingkat kecamatan yang kami lewati adalah Cikelet dan Pameungpeuk di Garut. Di sekitar kota-kota itu, kami melewati banyak pantai terkenal seperti Pantai Puncak Guha, Pantai Santolo, Pantai Cilauteureun dan Pantai Sayang Heulang. Dan masih di Garut, kami juga melewati sedikit bagian hutan Sancang yang terkenal dengan mitos Maung Lodaya. Namun hutan Sancang yang kami lewati, bukan lagi kawasan hutan yang lebat karena pada masa reformasi tahun 1998-1999, kawasan lahan hutan ini dijarah. Sehingga, banteng Sancang yang pernah hidup di hutan ini, dinyatakan sudah punah. Sayang sekali.

Saat melewati hutan Sancang ini, kiri-kanan jalan hanyalah pepohonan. Kendaraan jarang yang lewat. Untungnya, kami segera memasuki kawasan perkebunan karet Miramare. Saat menjumpai rumah penduduk di pinggir jalan, kami istirahat sebentar untuk minum air putih dan menggerakkan pinggang, kaki dan bahu yang pegal. Di Kabupatern Tasikmalaya, kami melewati kota kecamatan Cipatujah. Kami melewati pantai-pantai seperti Cipatujah, Sindangkerta, Pamayangsari dan Karang Tawulan. Di sepanjang garis pantai tersebut terdapat juga pelabuhan tradisional nelayan dan tempat pelelangan ikan. Sedang di pantai-pantai itu banyak juga warung makanan untuk para wisatawan yang datang berkunjung.

Memasuki pesisir selatan di Kabupaten Ciamis, kami melewati kota kecamatan Cimerak. Tidak banyak pantai yang kami lewati. Pantai yang diewati Pantai Cikaracak dan Pantai Ciparanti. Hingga akhirnya kami pun memasuki wilayah Kabupaten Pangandaran yang tahun 2012 lalu dimekarkan dari kabupaten induknya yaitu Ciamis. Kami melewati dan memasuki kawasan Pantai Madasari. Dari pantai ini, kami bisa langsung menuju Pantai Batukaras setelah jalan alternatif selesai dibangun pada tahun 2023 lalu. Sehingga tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang sudah mencakup untuk biaya dua obyek wisata pantai yaitu Batukaras dan Madasari.

Di Pantai Batukaras, kami menginap dua malam karena pantai ini tidak pantas dinikmati sebentar. Pantai Batukaras ini destinasi favorit liburan kami sekeluarga setiap tahunnya. Banyak hal yang bisa dinikmati saat berlibur di Batukaras, seperti yang pernah ditulis dalam tulisan saya sebelumnya di Kompasina yang berjudul Pantai Batukaras, Sejenak Menyepi di Bali-nya Jawa Barat.

Perjalanan Pulang ke Bandung

Pulang ke Bandung, kami melewati jalan nasional di jalur tengah yaitu jalur normal yang biasa sehari-hari dilewati oleh penduduk dan para wisatawan. Jalurnya itu dari Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, masuk melewati Kabupaten Ciamis, lalu Kabupaten Tasikmalaya, masuk ke Kabupaten Garut lalu melewati jalur Nagreg hingga akhirnya tiba di Kota Bandung. Perjalanan pulang dimulai jam 10 pagi dari Pantai Batukaras dan kami tiba jam 19 malam di Bandung. Jarak yang ditempuh sekitar 210 kilometer. Total 7 jam perjalanan. Sepeda motor dipacu dengan kecepatan sedang karena kondisi jalan lintas tengah yang sangat ramai oleh berbagai jenis kendaraan. Banyak truk besar dan bus besar yang lewat karena jalur ini menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Setibanya di rumah dengan selamat, kami merasa lega dan capek sekali. Tapi pengalaman luar biasa melakukan perjalanan jauh dengan touring sepeda motor merupakan hal yang berharga didapat. Kesabaran, ketabahan, kehati-hatian dan keteguhan, itu lah hal-hal yang didapat kami saat liburan tersebut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 hotel dekat Bandara Ngurah Rai, ideal untuk transit

3 Maret 2026

Jadwal Kapal Labobar 2026: Diskon Tiket Mudik Lebaran Terbaru

2 Maret 2026

Jadwal dan harga tiket bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (22/2), cek sekarang!

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

ICOMCUBE 2026: Solusi Material Modern untuk Sistem Ruang dan Identitas Kota

5 Maret 2026

Putusan hukuman 9 terdakwa korupsi minyak Pertamina, vonis Kerry Riza paling berat

5 Maret 2026

2 Berita Terkini Februari 2026, Nama Baru Pejabat Sulut dan Perubahan Komisaris BSG

5 Maret 2026

Hasil Imbang 0-0 PSPS Pekanbaru vs Garudayaksa, Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?