Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40
  • Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032
  • Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Borneo FC vs Persib Bandung: Thom Haye Tak Hadir, Bojan Hodak Beri Respons Menarik
  • 5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran
  • Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Iran
  • Yamaha Fazzio Neo Hybrid 2026 Hadir dalam Warna Ungu, Skutik Hibrid Retro yang Kian Populer
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Masukan Bahlil, Prabowo Pertimbangkan Hentikan Impor Solar Tahun Depan
Ekonomi

Masukan Bahlil, Prabowo Pertimbangkan Hentikan Impor Solar Tahun Depan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia akan berhenti mengimpor solar dari luar negeri mulai tahun depan. Selain itu, ia menargetkan dalam empat tahun ke depan, Indonesia juga tidak lagi mengimpor bensin dari luar negeri.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo setelah menerima laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahalia. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (16/12).

Prabowo juga memerintahkan penanaman kelapa sawit di Papua untuk mendorong percepatan produksi bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati atau biodiesel. Selain itu, ia juga menargetkan pengembangan tebu dan singkong sebagai bahan baku etanol.

Strategi ini diharapkan menjadi katalis untuk mendorong pencapaian swasembada energi nasional dalam lima tahun ke depan. “Kita berharap di daerah Papua harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan BBM dari kelapa sawit. Juga tebu dan singkong untuk menghasilkan etanol,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, strategi penanaman kelapa sawit, tebu, dan singkong di Papua akan membantu menghemat anggaran negara untuk belanja subsidi maupun impor BBM. Nilai impor energi saat ini ditaksir mencapai Rp 520 triliun per tahun.

Selain itu, Prabowo menilai bahwa Papua memiliki potensi sumber energi yang sangat besar. Ia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM telah merancang kebijakan agar daerah-daerah di Papua dapat menikmati manfaat dari energi yang diproduksi di wilayah tersebut.

Pemerintah juga akan memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan tenaga air, terutama untuk wilayah-wilayah sulit dan terpencil. “Ini semua agar ada kemandirian di setiap daerah. Kalau ada tenaga surya dan tenaga air, tidak perlu kirim BBM mahal-mahal dari daerah lain,” ujar Prabowo.

Langkah-Langkah yang Ditempuh

Berikut beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada energi:

  • Penanaman Kelapa Sawit di Papua

    Prabowo memerintahkan penanaman kelapa sawit di Papua untuk meningkatkan produksi biodiesel. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

  • Pengembangan Tebu dan Singkong

    Pemerintah juga fokus pada pengembangan tebu dan singkong sebagai bahan baku etanol. Etanol dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam bensin, sehingga mengurangi ketergantungan pada bensin impor.

  • Pemanfaatan Energi Terbarukan

    Pemerintah akan memprioritaskan penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga air. Ini khususnya untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan terpencil.

  • Peningkatan Produksi BBM Nasional

    Dengan penanaman komoditas-komoditas tertentu, pemerintah berharap dapat meningkatkan produksi BBM secara nasional, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.

Potensi Energi di Papua

Papua memiliki potensi sumber energi yang sangat besar. Prabowo menekankan bahwa daerah ini dapat menjadi pusat produksi energi yang berkelanjutan. Kementerian ESDM telah merancang kebijakan agar daerah-daerah di Papua dapat menikmati manfaat dari energi yang diproduksi di wilayah tersebut.

Manfaat bagi Anggaran Negara

Dengan mengurangi impor BBM, pemerintah dapat menghemat anggaran negara. Saat ini, nilai impor energi mencapai Rp 520 triliun per tahun. Dengan strategi ini, anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan program lain yang lebih mendesak.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

19 Maret 2026

Eskalasi Timur Tengah Tingkatkan Permintaan Batubara, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026

5 Benda Jadul 1970-an yang Kini Berharga Jutaan hingga Miliaran

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dendi Mengarungi 400 KM Rally Raid dengan BAIC BJ40

19 Maret 2026

Reece James tetap di Chelsea, kontrak diperpanjang hingga 2032

19 Maret 2026

Mudik Lancar Tanpa Sinyal: Gunakan Google Maps Offline!

19 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?