Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 29 Agustus 2026
Trending
  • Peluncuran New Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS Surabaya 2026
  • Siapa Dewi Wulan Sari, yang Jadikan Lisa Mariana Tersangka Gara-Gara Piyama Rp900 Ribu? Ini Kronologinya
  • 15 Contoh Laporan Wisata Sulawesi Tenggara, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD
  • Kabut Asap Menebal, DPRD Sumbar Minta Petani Tidak Bakar Lahan: Biarkan Jadi Pupuk Alami
  • Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 25 Agustus 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Prediksi Pertandingan Liverpool vs Nottingham Forest di Liga Inggris, Andoni Iraola Incar Kemenangan di Anfield
  • PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Wujudkan Swasembada Energi Nasional
  • Terjemahan Lirik Lagu Stupid Song Olivia Rodrigo: Aku Kehilangan Akal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Mahfud MD Bongkar Skandal Korupsi MBG: Fakta Gelap yang Tersembunyi
Hukum

Mahfud MD Bongkar Skandal Korupsi MBG: Fakta Gelap yang Tersembunyi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik Mahfud MD terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), menyampaikan pernyataan yang menyoroti dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Menurutnya, kasus ini jauh lebih besar dan kompleks dari apa yang saat ini diketahui publik.

Ia menilai bahwa tata kelola BGN (Badan Gizi Nasional) lemah dan berbagai peringatan awal, termasuk insiden di lapangan, tidak ditindaklanjuti secara serius. Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas dan mempertanyakan sejauh mana proses penanganan kasus tersebut berjalan secara transparan.

Soroti Kapasitas Dadan

Mahfud menilai bahwa persoalan yang terjadi tidak lepas dari kapasitas kepemimpinan di BGN saat program MBG mulai dijalankan. Ia mengkritik mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang dinilai tidak memiliki pengalaman cukup dalam birokrasi pemerintahan maupun pengelolaan keuangan negara.

“Kami merasa bahwa Pak Dadan itu tidak punya pengalaman di birokrasi, tidak mengerti hukum keuangan negara, seakan-akan semua bisa dilakukan seenaknya,” ujarnya.

Kelemahan ini, menurut Mahfud, berpotensi memunculkan berbagai masalah dalam pelaksanaan program yang melibatkan anggaran besar. Dengan cakupan yang luas, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi syarat utama agar program berjalan sesuai tujuan.

Gelombang Kritik Sejak Awal

Mahfud juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sebenarnya sudah terlihat sejak awal pelaksanaan Program MBG. Ia mencontohkan maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah pada beberapa bulan pertama program berjalan. Rangkaian kejadian tersebut sempat memicu kekhawatiran publik terkait kualitas pengawasan dan pelaksanaan program di lapangan.

Namun, menurut Mahfud, berbagai masukan tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai. Akibatnya, persoalan yang muncul terus berkembang dan kini berujung pada proses hukum.

“Banyak yang protes saat itu. Bahkan ada yang meminta program dihentikan sementara untuk dievaluasi,” katanya.

Program Dinilai Baik, Tata Kelola Jadi Persoalan

Meski mengkritik pelaksanaan program, Mahfud menegaskan dirinya tidak mempersoalkan tujuan Program Makan Bergizi Gratis. Menurut dia, program tersebut memiliki manfaat besar bagi masyarakat apabila dijalankan dengan baik dan akuntabel.

“Peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, kata dia, merupakan tujuan yang patut didukung. Namun, manfaat program bisa berkurang apabila tata kelola dan sistem pengawasannya lemah.”

Karena itu, Mahfud menilai persoalan utama bukan terletak pada konsep program, melainkan pada pelaksanaannya. “MBG ini bagus sebagai program, tapi tata kelolanya sangat buruk. Kita minta agar dievaluasi tidak pernah didengar, sekarang baru terasa, ratusan miliar kan,” ujarnya.

Sentilan Hasto Kristiyanto

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku prihatin atas terungkapnya kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta sejumlah pihak lainnya.

Hasto menilai kasus tersebut seharusnya bisa dicegah apabila berbagai kritik dan masukan yang berkembang di tengah masyarakat sejak awal pelaksanaan program mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat pengawas.

“Sejak awal ketika melihat ada yang tidak beres di situ, kami mengeluarkan instruksi larangan bagi seluruh anggota kader PDI-Perjuangan untuk terlibat di dalam berbagai komersialisasi dari program yang untuk rakyat,” kata Hasto.

Mantan Waka BGN Sony Siap Jadi Justice Collaborator

Sebelumnya, Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyatakan kesiapannya menjadi Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui kuasa hukumnya, purnawirawan polisi berpangkat inspektur jenderal itu mengaku siap mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk sejumlah tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen untuk membantu mengungkap perkara secara menyeluruh. Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan kliennya telah menyampaikan keinginan tersebut saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung.

“Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan,” ujar Krisna.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kasus dugaan korupsi MBG kini menjadi perhatian publik. Kejaksaan Agung sebelumnya mengumumkan penetapan sejumlah tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program MBG. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Dadan Hindayana yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Siapa Dewi Wulan Sari, yang Jadikan Lisa Mariana Tersangka Gara-Gara Piyama Rp900 Ribu? Ini Kronologinya

29 Agustus 2026

5 Karakter Jadi Tersangka Pembunuhan Oh Min Yeong di Flex x Cop 2!

29 Agustus 2026

Ketua BEM Unsoed Azza Febra Soroti Pengelolaan Kampus Pasca OTT Rektor KPK

29 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Peluncuran New Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS Surabaya 2026

29 Agustus 2026

Siapa Dewi Wulan Sari, yang Jadikan Lisa Mariana Tersangka Gara-Gara Piyama Rp900 Ribu? Ini Kronologinya

29 Agustus 2026

15 Contoh Laporan Wisata Sulawesi Tenggara, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD

29 Agustus 2026

Kabut Asap Menebal, DPRD Sumbar Minta Petani Tidak Bakar Lahan: Biarkan Jadi Pupuk Alami

29 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?