Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»LPEM UI: BI Harus Pertahankan Suku Bunga Acuan
    Ekonomi

    LPEM UI: BI Harus Pertahankan Suku Bunga Acuan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 December 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Prediksi LPEM UI: BI Perlu Pertahankan BI-Rate di 4,75 Persen

    Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI) menyatakan bahwa Bank Indonesia (BI) sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen. Keputusan ini diambil dalam konteks inflasi yang cenderung berada pada batas atas target Bank Indonesia dan potensi kenaikan di akhir tahun akibat faktor musiman seperti libur akhir tahun.

    Menurut ekonom LPEM UI, Teuku Riefky, inflasi November 2025 tercatat sebesar 2,72 persen year on year, turun dari 2,86 persen pada bulan sebelumnya. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan inflasi masih bisa meningkat seiring dengan adanya faktor musiman.

    Dari sisi eksternal, kombinasi penurunan suku bunga oleh The Fed dan keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga kebijakan telah mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia. Hal ini berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,11 persen (month to month) dalam 30 hari terakhir. Meski demikian, pergerakan nilai tukar masih cenderung fluktuatif.

    LPEM UI menilai bahwa pemotongan suku bunga oleh BI berisiko memicu naiknya tekanan inflasi dan berpotensi mendorong pelemahan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, mereka berpandangan bahwa BI perlu menahan suku bunga acuannya di 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur terakhir di 2025.

    Pada Rapat Dewan Gubernur November lalu, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, keputusan tersebut konsisten dengan fokus kebijakan jangka pendek pada stabilisasi nilai tukar rupiah dan untuk menarik investasi asing sebagai antisipasi terhadap meningkatnya ketidakpastian global.

    BI sendiri telah memangkas suku bunga acuan sebanyak 150 basis poin sejak September 2024 hingga November 2025. Dalam konferensi pers daring pada Rabu, 19 November 2025, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan:

    “Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen,” ujarnya. BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen dan suku bunga lending facility di level 5,5 persen.

    Tantangan dan Strategi BI dalam Menghadapi Inflasi dan Fluktuasi Nilai Tukar

    BI menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Inflasi yang cenderung berada di batas atas target menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah juga menjadi isu penting yang perlu dikelola dengan baik.

    Strategi BI dalam mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen dirasa tepat untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga daya tarik investasi asing serta menjaga kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

    Beberapa langkah yang dilakukan BI antara lain:
    * Stabilisasi nilai tukar: Memastikan rupiah tidak mengalami pelemahan signifikan terhadap mata uang asing.
    * Menarik investasi asing: Dengan menjaga suku bunga yang relatif stabil, BI berharap dapat menarik lebih banyak aliran modal asing.
    * Mengendalikan inflasi: Melalui kebijakan moneter yang hati-hati, BI berupaya agar inflasi tetap berada dalam kendali.

    Kebijakan Moneter dan Dampaknya terhadap Perekonomian

    Kebijakan moneter BI memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian Indonesia. Dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen, BI memberikan kesempatan bagi sektor swasta untuk berkembang tanpa menghadapi tekanan biaya pinjaman yang terlalu tinggi.

    Namun, kebijakan ini juga membawa risiko. Jika inflasi meningkat secara signifikan, BI mungkin akan menghadapi tekanan untuk menaikkan suku bunga. Hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

    Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah yang terus-menerus bisa mengganggu perdagangan internasional dan menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, BI perlu terus memantau situasi ekonomi secara real-time dan siap melakukan penyesuaian jika diperlukan.

    Peran LPEM UI dalam Memberikan Rekomendasi Kebijakan

    LPEM UI berperan penting dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada Bank Indonesia. Dengan data dan analisis yang akurat, lembaga ini membantu BI dalam mengambil keputusan yang tepat dan berkelanjutan.

    Rekomendasi yang diberikan oleh LPEM UI mencerminkan pemahaman mendalam tentang dinamika ekonomi domestik dan internasional. Dengan mengacu pada indikator ekonomi yang relevan, LPEM UI membantu BI dalam merancang kebijakan yang efektif dan berdampak positif bagi seluruh pihak.

    Kesimpulan

    Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan menghadapi tantangan inflasi serta fluktuasi nilai tukar, Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Dengan dukungan dari lembaga seperti LPEM UI, BI dapat mengambil keputusan yang tepat dan berbasis data. Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?