Babak Semifinal Lomba Cerdas Cermat Bali Nusra Education Fair 2026
Babak semifinal Lomba Cerdas Cermat (LCC) Bali Nusra Education Fair 2026 yang digelar oleh Pos Kupang di Atrium Lippo Plaza Kupang, Rabu (26/2), berlangsung dengan persaingan yang sangat sengit. Tiga sekolah terbaik berhasil memastikan tiket mereka ke babak final, yaitu SMA Negeri 1 Kota Kupang, SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, dan SMA Negeri 7 Kupang. Pertandingan final akan digelar pada Sabtu (28/2) besok.
Pada sesi pertama, SMA Negeri 1 Kota Kupang tampil dominan dengan mengumpulkan 190 poin. Mereka berhasil mengungguli SMA Negeri 7 Kupang dan SMAK Giovani Kupang setelah melalui persaingan ketat sejak babak awal. Di sesi pertama, ketiga tim saling kejar mengejar poin dengan selisih tipis. Namun, memasuki babak kedua, SMA Negeri 1 Kupang mulai memperlebar jarak. Ketegangan memuncak pada babak rebutan, ketika ketiga tim saling adu cepat dan tepat menjawab pertanyaan.
Sorak-sorai suporter menggema di atrium, menambah atmosfer kompetisi yang semakin panas. Akhirnya, SMA Negeri 1 Kupang keluar sebagai peraih poin tertinggi dengan 190 poin, disusul SMA Negeri 7 Kupang di posisi kedua dan otomatis mengamankan tiket ke final.
Di sesi kedua, SMA St. Arnoldus Janssen Kupang harus berhadapan dengan Seminari St. Rafael dan SMA Ki Hajar Dewantoro. Pada babak awal, SMA St. Arnoldus Janssen dan Seminari St. Rafael sama-sama mengumpulkan 70 poin, sedangkan SMA Ki Hajar Dewantoro tertinggal 20 poin. Persaingan semakin memanas di babak rebutan. Dengan strategi matang dan ketenangan menjawab soal berbasis analisis, SMA St. Arnoldus Janssen berhasil melesat jauh dan menutup pertandingan dengan 155 poin, memastikan satu tempat di babak final.
Januaria Cristiani Abineno, siswi kelas 10 SMA St. Arnoldus Janssen, mengakui soal yang diberikan juri cukup menantang, terutama karena berbasis analisis. “Soal-soal yang disediakan juri itu cukup menantang, apalagi saya masih kelas 10. Soalnya lebih ke analisis, jadi penalaran dan pemahaman sangat dibutuhkan. Memang lumayan susah, tapi kalau kita mengerti maksud soal, pasti bisa menjawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema yang diangkat seputar sejarah dan program-program gubernur menuntut peserta untuk memahami konteks, bukan sekadar menghafal tanggal atau fakta. “Untuk persiapan final nanti, saya akan lebih banyak belajar terkait program-program Gubernur NTT,” katanya.
Terkait lawan yang akan dihadapi di final, Januaria mengaku terkesan dengan kemampuan tim dari SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 7 Kupang. “Mereka luar biasa, penyampaiannya bagus dan public speaking-nya juga sangat baik. Itu jadi motivasi buat saya supaya ke depan bisa lebih baik lagi,” tutupnya.
Guru pendamping, Gregorius Valentino Ukat, mengungkapkan kebanggaannya karena sekolahnya menjadi satu-satunya peserta yang seluruh tim Lomba Cerdas Cermat yang berasal dari siswa kelas 10. “Hari ini saya mendampingi anak-anak mengikuti lomba. Kami mungkin satu-satunya sekolah yang semua pesertanya berasal dari kelas 10. Tidak ada kelas 11 maupun kelas 12,” ujar Gregorius Valentino Ukat.
Menurut Gregorius Valentino Ukat, keputusan tersebut memang disengaja pihak sekolah. Tujuannya bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berproses dan berani tampil di depan umum. “Menang atau kalah itu bukan hal yang prioritas, itu hanya bonus. Yang penting mereka mampu mengembangkan diri, berani tampil, serta bisa berdaya saing dan berkompetisi secara sehat,” jelas Gregorius Valentino Ukat.
Gregorius Valentino Ukat menilai, penampilan anak-anak didiknya sudah sangat baik, terutama dari sisi keberanian dan semangat menjawab pertanyaan. Meski masih tergolong junior dibanding peserta lain, mereka tetap percaya diri dan mampu mengikuti jalannya lomba dengan baik.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Gregorius Valentino Ukat juga memberikan apresiasi kepada Pos Kupang sebagai penyelenggara. Gregorius Valentino Ukat menilai event tersebut dikemas secara profesional dengan materi soal yang relevan dan kontekstual. “Soal-soalnya menyentuh pembangunan di NTT, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, dan isu-isu penting lainnya. Ini sangat baik untuk anak-anak SMA, supaya mereka mengenal sejak dini program-program pembangunan yang ada,” kata Gregorius Valentino Ukat.
Menurut Gregorius Valentino Ukat, kegiatan seperti ini sangat positif dan layak untuk terus dipertahankan bahkan ditingkatkan kualitasnya ke depan. “Untuk Pos Kupang, tetap maju, tetap menjadi media informasi yang tak lekang oleh waktu, tetap independen dan transparan dalam menyajikan informasi kepada publik. Untuk event ini, semoga ke depan semakin dipersiapkan lebih baik lagi dan selalu jaya,” pungkas Gregorius Valentino Ukat.
Ruang Strategis untuk Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Media
Rektor Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945), Uly Jonathan Riwu Kaho, mengapresiasi pelaksanaan Bali Nusra Education Fair 2026 sebagai bentuk kolaborasi penting antara perguruan tinggi dan media massa. Menurut Uly Jonathan Riwu Kaho, kegiatan yang diselenggarakan Pos Kupang tersebut menjadi ruang strategis bagi kampus untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami dalam hal ini perguruan tinggi tidak bisa berjuang sendiri, melainkan sangat terbantu dengan dukungan media, terutama Pos Kupang yang menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkap Uly Jonathan Riwu Kaho kepada Pos Kupang.
Uly Jonathan Riwu Kaho menjelaskan, Education Fair merupakan momentum penting bagi perguruan tinggi, khususnya UPG 1945, untuk memaparkan berbagai kemajuan dan keunggulan yang dimiliki kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kata dia, kampus dapat memperkenalkan program studi, fasilitas, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan. Karena itu, ia mendorong seluruh perguruan tinggi yang terlibat agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal untuk mempromosikan kampus masing-masing.
“Kami berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan. Kalau boleh kegiatan seperti ini bukan saja di Kota Kupang, melainkan juga di daerah lainnya di NTT,” ujar Uly Jonathan Riwu Kaho.
Uly Jonathan Riwu Kaho menambahkan, kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan media diharapkan mampu memperkuat akses informasi pendidikan bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.
Apresiasi atas Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat
Ketua Badan Pelaksana Harian UPG 1945 NTT, Dr. Samuel Haning, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pos Kupang atas suksesnya penyelenggaraan Bali Nusra Education Fair. Samuel Haning menilai ajang tersebut sebagai langkah strategis dan luar biasa dalam mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif melakukan sosialisasi sekaligus memperkuat penalaran keilmuan di tengah masyarakat.
“Bagus lah, ini luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada Pos Kupang. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk melakukan sosialisasi dan memperkenalkan kualitas kampus kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa baru,” ujar Samuel Haning.
Menurut Samuel Haning, inisiatif Pos Kupang menghadirkan berbagai perguruan tinggi dalam satu wadah pameran pendidikan merupakan bentuk kontribusi nyata media dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, Dr. Samuel Haning juga memberikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Menurut Samuel Haning, lomba tersebut sangat positif dalam menumbuhkan semangat akademik dan daya saing pelajar SMA. “Lomba Cerdas Cermat ini sangat bagus. Harus diberikan apresiasi kepada Pos Kupang. Kegiatan seperti ini mendorong anak-anak untuk berpikir kritis, cepat, dan meningkatkan pengetahuan mereka. Ini luar biasa,” ungkap Samuel Haning.
Samuel Haning menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya memberi ruang promosi bagi kampus, tetapi juga membangun sinergi antarperguruan tinggi, seperti UPG 1945 NTT bersama Universitas Kristen Artha Wacana dan kampus lainnya yang turut ambil bagian. “Ini menjadi ajang sinergitas. Kita bisa saling mengenal, saling menguatkan, dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di daerah,” kata Samuel Haning.
Sebagai peserta tahun pertama, ia memastikan UPG 1945 NTT siap terus berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang. “UPG 1945 selalu ada bersama Pos Kupang. Pos Kupang top, market top. Kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan karena dampaknya sangat baik bagi dunia pendidikan,” pungkas Samuel Haning.
Talkshow Inspiratif di Bali Nusra Education Fair 2026
Sebelum Ujian Akhir, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) Kupang, Johanis A. Jermias, menilai kegiatan Bali Nusra Education Fair sebagai event yang menarik dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan. “Education Fair yang dilaksanakan Pos Kupang adalah kegiatan yang sangat baik dengan spot yang menarik,” ungkap Johanis Jermias usai mengikuti talk show.
Menurut Johanis Jermias, kegiatan seperti ini sangat membantu siswa dalam memperoleh informasi pendidikan lanjutan. Namun demikian, Johanis Jermias menyarankan agar pelaksanaan kegiatan bisa lebih variatif dengan memanfaatkan titik-titik keramaian di Kota Kupang. Ia mencontohkan, kegiatan dapat digelar di Bundaran PU pada hari Sabtu atau saat pelaksanaan car free day (CFD). Dengan konsep yang sederhana dan tidak memakan waktu lama, kegiatan dinilai tetap efektif asalkan didukung dengan penentuan waktu yang tepat.
“Misalnya, buat kegiatan di bundaran PU pada hari Sabtu, atau di Car Free Day, dengan kegiatan yang tidak perlu waktu yang cukup lama dan timing-nya harus tepat,” jelas Johanis Jermias.
Selain lokasi, Johanis Jermias juga menekankan pentingnya momentum pelaksanaan. Ia menilai kegiatan sebaiknya digelar sebelum para siswa menyelesaikan ujian akhir. “Kalau anak-anak sudah selesai ujian, timing-nya sudah tidak pas lagi,” tambah Johanis Jermias.
Johanis Jermias berharap kegiatan seperti Bali Nusra Education Fair dapat terus dilaksanakan oleh Pos Kupang dengan perencanaan waktu yang lebih matang, sehingga manfaatnya semakin optimal bagi para siswa dalam menentukan pilihan pendidikan ke depan.
Lulusan Siap Kerja
Suasana Atrium Lippo Plaza Kupang, Rabu (26/2), semakin semarak saat digelar talkshow inspiratif bersama pimpinan perguruan tinggi. Selama 30 menit penuh semangat, para pengunjung antusias menyimak dan terlibat aktif dalam diskusi yang dipandu host Annie Toda.
Talkshow hari kedua menghadirkan Direktur Universitas Terbuka Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., dan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc. Keduanya membedah peluang pendidikan tinggi yang inklusif sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Antusiasme penonton terlihat dari banyaknya pertanyaan dan saran yang dilontarkan, mulai dari soal sistem pembelajaran, beasiswa hingga peluang kerja setelah lulus.
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan besarnya minat generasi muda NTT untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dr. Albert Gamot Malau menjelaskan, Universitas Terbuka (UT) sejak awal berdiri memiliki misi menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. “UT sejak awal dibentuk menurut Keputusan Presiden pada 4 September 1984 oleh Presiden Soeharto dengan tujuan supaya masyarakat bisa mengecap pendidikan, terutama perguruan tinggi,” ujar Albert Gamot Malau.
Albert Gamot Malau menambahkan, UT mendapat mandat dari kementerian untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT mampu menjangkau mahasiswa hingga ke pelosok daerah. “Kami diberi mandat salah satunya untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi, karena UT bisa menjangkau yang tidak terjangkau sampai ke pelosok,” jelas Albert Gamot Malau.
Menurut Albert Gamot Malau, UT termasuk perguruan tinggi berbadan hukum dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau. “UT termasuk salah satu perguruan tinggi berbadan hukum dengan biaya di bawah satu juta rupiah. Jadi SPP kita sekitar Rp900 ribuan. UT adalah universitas ke-23 yang berbadan hukum, sehingga kualifikasinya setara dengan UI, UGM dan lainnya,” tegas Albert Gamot Malau.
Albert Gamot Malau optimistis, masyarakat NTT memiliki peluang besar untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. UT juga telah menerapkan kurikulum Outcome Based Education (OBE), yang memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang jelas saat menyelesaikan studi.
Sementara itu, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias, menekankan perbedaan mendasar antara pendidikan akademik dan vokasi. “Kalau di universitas lain lebih pada aspek filosofis keilmuannya, maka di Politeknik itu pada aspek keterampilannya,” jelasnya.
Albert Gamot Malau menegaskan, bagi siswa dan orangtua yang ingin anaknya segera memiliki keterampilan setelah tamat, pilihan Politeknik menjadi sangat relevan. Hal itu karena komposisi kurikulum di Politeknik Pertanian Negeri Kupang didominasi praktik. “Kurikulum kami 60–70 persen adalah praktikum, sisanya 30–40 persen teori,” ungkap Albert Gamot Malau.
Tak hanya itu, metode pembelajaran yang diterapkan juga mengikuti perkembangan zaman melalui project based learning. Mahasiswa diberi kesempatan merancang, melaksanakan, hingga mempertanggungjawabkan sebuah proyek, sehingga aspek teknis dan nonteknis dipelajari secara bersamaan.
Menurut Albert Gamot Malau, dengan adanya program pemerintah seperti swasembada pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG), peluang kerja di sektor pertanian semakin terbuka lebar. “Peluang kita di bidang pertanian untuk mendukung program ini dengan menciptakan SDM yang kompeten sangat besar, artinya peluang kerja sangat besar,” ujar Albert Gamot Malau optimistis.



