Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 30 Agustus 2026
Trending
  • Dugaan Pelecehan di Dalam Mobil, ABK Kapal Tanker Swasta Dilaporkan ke Polsek Pulau Ternate
  • Warna Milo yang Cocok, 12 Gaya Kombinasi Menarik
  • Peringatan Cuaca: Angin Kencang Mengancam Sulut, 27 Agustus 2026
  • Ramalan Karier Scorpio Jumat 28 Agustus 2026: Tantangan Berubah Jadi Kesempatan
  • Madura United Kalahkan Borneo FC 3-1, Laskar Sape Kerrab Siap Hadapi Super League 2026/2027
  • Kanwil Kemenkum Sulteng Dukung Unazlam Palu Tingkatkan Perlindungan HKI
  • Terjemahan lirik All the Love in the World – The Corrs: Aku Tidak Mencari Seseorang untuk Dibicarakan
  • 15 Contoh Laporan Wisata Papua Barat, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Likuiditas ketat, perbankan incar pertumbuhan kredit 2026
Nasional

Likuiditas ketat, perbankan incar pertumbuhan kredit 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Agustus 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ekspansi Kredit Perbankan Masih Berlanjut Hingga Paruh Kedua 2026

Ekspansi kredit perbankan terus berlangsung hingga paruh kedua tahun 2026, meskipun ruang likuiditas semakin terbatas. Sejumlah bank mulai menerapkan strategi penyaluran yang lebih selektif sekaligus memperkuat sumber pendanaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kredit perbankan tumbuh sebesar 13,58% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 12,67% yoy dan jauh lebih tinggi dibandingkan Juli 2025 sebesar 7,03% yoy. Namun, peningkatan penyaluran kredit tersebut terjadi di tengah kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat.

Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 23,10% pada Juli 2026, turun dari 27,08% pada Juli 2025. Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa pertumbuhan intermediasi perbankan didukung oleh ketahanan perbankan yang tetap terjaga.

“Intermediasi perbankan terus naik dengan didukung ketahanan perbankan yang terjaga,” ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).

Kredit Bank Mandiri Tumbuh Paling Tinggi

Di antara sejumlah bank besar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit yang cukup agresif. Per Juli 2026, kredit yang diberikan Bank Mandiri mencapai Rp 1.595,85 triliun, naik 19,39% yoy dari Rp 1.336,59 triliun pada Juli 2025. Pada periode yang sama, surat berharga yang dimiliki Bank Mandiri turun menjadi Rp 222,47 triliun dari Rp 255,11 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencapai Rp 1.000,88 triliun pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 8,37% dari Rp 923,51 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kepemilikan surat berharga BCA meningkat menjadi Rp 419,24 triliun pada Juli 2026 dari Rp 394,16 triliun sebelumnya.

PT Bank CIMB Niaga Tbk juga mencatat pertumbuhan kredit dua digit. Kredit CIMB Niaga mencapai Rp 179,19 triliun pada Juli 2026, naik 15,41% yoy dibandingkan Rp 155,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun surat berharga yang dimiliki CIMB Niaga turun menjadi Rp 63,40 triliun dari sebelumnya Rp 79,86 triliun.

BTN Bidik Kredit Tumbuh 8%-10%

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) per Juni 2026 mencatat kredit yang diberikan mencapai Rp 358,50 triliun, meningkat dari Rp 327,64 triliun pada Juni 2025. Di sisi lain, surat berharga yang dimiliki BTN turun menjadi Rp 50,96 triliun dari Rp 59,10 triliun.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, perseroan tetap akan menjaga pertumbuhan kredit secara konservatif dan selektif sepanjang semester II 2026. BTN menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun berada dalam kisaran 8%-10%.

“Target pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 berada pada kisaran 8%–10% dengan KPR, high yield serta pertumbuhan kredit secara anorganik sebagai motor utama pertumbuhan kredit,” ujar Ramon kepada Indonesiadiscover.com, Kamis (20/8/2026).

Dari sisi pendanaan, Ramon memperkirakan cost of fund (CoF) akan mengalami kenaikan. Kendati demikian, kenaikan tersebut masih diperkirakan berada dalam rentang target yang telah ditetapkan perseroan hingga akhir 2026. Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, BTN akan berfokus pada akuisisi dana murah atau current account savings account (CASA). Perseroan juga mempertimbangkan sumber pendanaan lain melalui wholesale funding apabila diperlukan.

Persaingan Likuiditas Perbankan Makin Ketat

Kondisi serupa juga menjadi perhatian PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank). Per Juni 2026, penyaluran kredit OK Bank tercatat sebesar Rp 11,29 triliun, meningkat dari Rp 9,56 triliun pada tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, penempatan pada surat berharga juga meningkat menjadi Rp 2 triliun dari Rp 1,43 triliun.

Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan persaingan likuiditas masih cukup ketat sehingga pengelolaan cost of fund menjadi semakin penting. “Dari sisi kredit, ketidakpastian ekonomi membuat sebagian pelaku usaha cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan ekspansi,” kata Efdinal kepada Indonesiadiscover.com, Jumat (14/8/2026).

Efdinal mengatakan kondisi tersebut turut memberikan pengaruh terhadap margin perbankan. Oleh karena itu, OK Bank terus menjaga keseimbangan antara pricing kredit, biaya dana, likuiditas dan kualitas aset. “Kami tetap melihat peluang pada sektor dan debitur yang memiliki fundamental baik serta kebutuhan pembiayaan yang sehat,” ujarnya.

Pertumbuhan Kredit Masih Bisa Berlanjut

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai, pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan DPK menjadi indikasi bahwa likuiditas perbankan mulai mengetat, meski belum mencapai level sistemik.

“Target pertumbuhan kredit BI sebesar 8-12% masih mungkin dicapai, tetapi lebih realistis berada dalam rentang tersebut daripada mendekati batas atas,” ujar Rizal kepada Indonesiadiscover.com, Kamis (20/8/2026).

Menurut Rizal, bank perlu memperkuat CASA, melakukan diversifikasi sumber pendanaan dan menjaga asset-liability management secara prudent. Tambahan pendanaan dapat diperlukan, tetapi bank sebaiknya tidak terlalu bergantung pada deposito dengan bunga tinggi.

Dengan kondisi tersebut, ekspansi kredit perbankan pada semester II 2026 diperkirakan tetap berlangsung, tetapi dengan pendekatan yang lebih selektif. Bank perlu menyeimbangkan target pertumbuhan kredit dengan kemampuan menghimpun dana serta menjaga kualitas aset dan margin di tengah persaingan likuiditas yang semakin ketat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dugaan Pelecehan di Dalam Mobil, ABK Kapal Tanker Swasta Dilaporkan ke Polsek Pulau Ternate

30 Agustus 2026

Peringatan Cuaca: Angin Kencang Mengancam Sulut, 27 Agustus 2026

30 Agustus 2026

Kanwil Kemenkum Sulteng Dukung Unazlam Palu Tingkatkan Perlindungan HKI

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dugaan Pelecehan di Dalam Mobil, ABK Kapal Tanker Swasta Dilaporkan ke Polsek Pulau Ternate

30 Agustus 2026

Warna Milo yang Cocok, 12 Gaya Kombinasi Menarik

30 Agustus 2026

Peringatan Cuaca: Angin Kencang Mengancam Sulut, 27 Agustus 2026

30 Agustus 2026

Ramalan Karier Scorpio Jumat 28 Agustus 2026: Tantangan Berubah Jadi Kesempatan

30 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?