BANGKALAN, Indonesiadiscover.com
Penganiayaan yang dilakukan oleh RM (40), warga Desa Pekadan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kepada keponakannya menimbulkan korban jiwa. Akibat peristiwa tersebut, istri keponakan pelaku meninggal, sedangkan keponakannya sendiri masih dalam kondisi kritis.
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula saat RH (27) dan isterinya RI (22) datang ke rumah neneknya di Desa Pekadan, Kecamatan Galis. Di tempat itu, nenek korban tinggal bersama pelaku. Tak lama setelah tiba, RH dan RI terlibat cekcok dengan pamannya sendiri yakni RM di dalam rumah tersebut.
Hafid Dian Maulidi, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, menjelaskan bahwa cekcok antara tiga orang tersebut tidak berhasil dilerai. Ia menyebutkan bahwa perkelahian itu sudah terjadi sebelum kejadian penganiayaan terjadi.
Diduga masih sakit hati dengan ucapan keponakannya, RM memilih menunggu keponakannya lengah untuk melakukan aksi penganiayaan. Setelah itu, RH dan RI tidur di salah satu kamar bersama anak mereka yang berusia 7 bulan.
Menurut Hafid, RM melihat keponakannya tertidur pulas, lalu masuk ke kamar tersebut sambil membawa balok kayu. Ia kemudian memukuli RH dan RI menggunakan balok kayu tersebut.
Pelaku Diamankan
Kerabat korban yang ada di dalam rumah langsung melerai dan mengamankan anak dari RH dan RI. Namun, pelaku disebut terus membabi buta memukul dua korban yang sudah bersimbah darah.
Dua korban dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, istri korban meninggal dunia, sedangkan RH masih kritis dan saat ini dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan.
Pasca menerima laporan, polisi langsung bergerak mengamankan pelaku. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan memeriksa pelaku.
“Kami masih terus mendalami kasus ini. Untuk pelaku sudah kami amankan,” ujar Hafid.



