Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 24 Mei 2026
Trending
  • Pemain Paling Disukai Persis Solo Jelang Musim Depan: Persija, Persebaya, dan Garudayaksa Antre
  • Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu Setelah Docking hingga 3 Juni: Makassar-Balikpapan, Larantuka-Nunukan
  • 5 Nasib Tak Terduga Cha Se Gye dan Shin Seo Ri di My Royal Nemesis
  • Kondisi dan Lokasi 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel saat Menembus Blokade Gaza
  • Transisi Bersih: B50 Ancam Kesehatan Fiskal Akibat Kehilangan Devisa CPO
  • Danden Gegana Kompol Akmal Meraih Gelar Doktor USK Melalui Riset Teknologi VR
  • Honda Accord RS e:HEV 2026: Harga Terbaru yang Menggoda
  • Gabungkan musik dan kota, Jazzscape Jakarta hadirkan pengalaman tanpa batas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kondisi dan Lokasi 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel saat Menembus Blokade Gaza
Nasional

Kondisi dan Lokasi 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel saat Menembus Blokade Gaza

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi 9 WNI yang Ditahan Militer Israel

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel masih menjalani pemeriksaan. Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengungkapkan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan baik. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa alhamdulilah para WNI tersebut dalam keadaan baik-baik saja.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah meminta bantuan dari Turki, Yordania, Mesir, dan BoP untuk membebaskan sembilan WNI yang ditahan oleh tentara Israel. Mereka ditangkap bersama ratusan relawan dan aktivis dari berbagai negara saat berusaha menembus blokade Israel untuk misi kemanusiaan menuju Gaza.

Rincian Penangkapan 9 WNI

Dari sembilan WNI yang ditahan, terdapat dua jurnalis Republika yang ditangkap, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah. Data terbaru yang diterima Kemlu RI menunjukkan jumlah WNI yang ditangkap bertambah dari semula 5 orang menjadi 9 orang. Kesembilan WNI tersebut adalah anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Misi tersebut bertujuan membawa bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Mereka tersebar pada lima kapal kemanusian berbeda dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF). Kabar kondisi terkini 9 WNI tersebut didapatkan Andi Muhyiddin dari seseorang yang enggan dia sebutkan namanya. Namun, orang itu punya akses komunikasi langsung dengan orang-orang di Israel.

Menurut keterangan sumber itu, para WNI yang diculik sudah menjalani tahap pertama pemeriksaan. Mereka dicek apakah memiliki hubungan dengan organisasi kriminal. “Yang kedua, kemudian lanjut dengan pemeriksaan dokumen, tapi ini tertunda karena saat ini lagi hari keagamaan di Israel, banyak libur gitu,” ujar Andi.

Peran Menteri Luar Negeri RI

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa penangkapan 9 WNI bersama rombongan kemanusiaan untuk Gaza oleh militer Israel di atas kapal Global Sumud Flotilla bukan merupakan kasus penculikan ataupun penyanderaan. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memonitor perkembangan situasi di lapangan sejak laporan pertama diterima.

Pihaknya juga telah menginstruksikan sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di Timur Tengah untuk bergerak cepat mengamankan kepulangan para WNI. Sugiono mengecam keras aksi penahanan yang dilakukan oleh pihak militer Israel. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena para relawan membawa misi kemanusiaan yang murni untuk membantu warga Gaza.

Permintaan Bantuan ke Negara Ketiga

Pemerintah secara resmi telah meminta bantuan dari Turki dan Yordania untuk mendesak pembebasan 9 WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla di perairan Gaza, Palestina. Langkah ini diambil setelah ada pembaruan data yang menunjukkan jumlah WNI yang ditahan bertambah dari 7 menjadi 9 orang.

Sugiono menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan hak-hak dasar para relawan tersebut terpenuhi selama masa penahanan. “Nah, tadi juga saya sampaikan kita minta kepada rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung, untuk pertama memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik. Kemudian, mereka juga diperlakukan dengan baik,” kata Sugiono.

Proses Pemulangan dan Tantangan

Selain mengandalkan komunikasi diplomatik via Turki dan Yordania, Menlu mengatakan dirinya juga telah menunjuk lembaga hukum hak asasi manusia setempat untuk memberikan pengawalan hukum langsung dari dalam teritorial terkait. “Kita sudah engage pengacara yang juga pada kasus-kasus sebelumnya, yang adalah ya, namanya Adalah (Lembaga Hukum HAM). Jadi lewat jalur tersebut kita pakai, lewat jalur rekan-rekan kita yang di Yordania dan Turki kita pakai,” urai Menlu Sugiono.

Ia menambahkan pemerintah berharap upaya berlapis ini dapat segera membuahkan hasil positif agar para relawan bisa secepatnya dievakuasi dari wilayah penahanan. “Kita harapkan hal ini tidak berlangsung lama. Dan kita akan terus melakukan pengawasan serta tekanan terhadap situasi ini. Dan kita berharap kondisi mereka bisa baik sampai nanti kita pulangkan ke tanah air,” tutupnya.

Bantuan dari Board of Peace (BoP)

Pemerintah Indonesia juga meminta dukungan Board of Peace (BoP) untuk membantu proses pembebasan 9 WNI yang ditahan oleh militer Israel. Kesembilan WNI tersebut ditangkap setelah kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang mereka tumpangi diintersepsi di perairan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan pemerintah telah mengaktifkan jalur diplomasi multilateral serta komunikasi dengan sejumlah negara di kawasan untuk memastikan kondisi para WNI. “Oh, iya,” kata Sugiono saat dikonfirmasi soal keterlibatan BoP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kementerian Luar Negeri RI juga menginstruksikan perwakilan Indonesia di luar negeri untuk berkoordinasi dengan negara-negara yang memiliki akses komunikasi dengan Israel, termasuk Yordania, Turki, dan Mesir. “Saya sudah menghubungi perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jordan, Turki, Mesir untuk mencari informasi yang akurat terkait posisi dan keadaan WNI kita,” ujar Sugiono.

Perwakilan RI diminta memastikan para WNI mendapatkan perlakuan yang layak dan diproses sesuai prosedur hingga dapat dideportasi kembali. “Kami meminta agar mereka diperlakukan dengan baik dan bisa segera dideportasi kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat,” kata Sugiono.

Kronologi Penangkapan

Berikut adalah kronologi lengkap peristiwa yang terjadi pada Senin (18/5/2026) dari pagi hingga malam hari kejadian:

  • Armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza berlayar mendekati perairan internasional dekat Siprus, sekitar 200-250 mil laut dari Gaza.
  • Rombongan Indonesia terdiri dari sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
  • Sekitar pukul 11.00 waktu Turki, kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut.
  • Pasukan Israel dilaporkan mendekati kapal-kapal sipil dengan jarak sangat dekat.
  • Spekulasi terkait eskalasi oleh militer Israel pun kian menjadi setelah Bambang Noroyono, yang berada di Kapal BoraLize, sempat mengirimkan laporan SOS ke kantor Republika sekitar pukul 15.20 WIB.
  • Ia melaporkan bahwa kapalnya telah didekati oleh kapal perang Israel. Jarak kapal militer Israel hanya sekitar seratusan meter dari kapalnya.
  • Tak lama setelah itu, Bambang mengirim sinyal SOS sesuai protokol misi.
  • Setelah pesan tersebut terkirim, kontak dengan Bambang terputus sepenuhnya.
  • Republika menyatakan lost contact dengan kedua jurnalisnya.
  • Setelah melalui masa ketidakpastian, Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia pada akhirnya mengonfirmasi bahwa kapal BoraLize (Bambang Noroyono) dan Kapal Ozgurluk (Thoudy Badai Rifan Billah) telah diintersepsi.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Transisi Bersih: B50 Ancam Kesehatan Fiskal Akibat Kehilangan Devisa CPO

24 Mei 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu Setelah Docking hingga 3 Juni: Makassar-Balikpapan, Larantuka-Nunukan

24 Mei 2026

Menolak Nongkrong Bersama Desta dan Gading Marten, Ahmad Dhani: Tidak Ingin Terpengaruh Perilaku Buruk

24 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pemain Paling Disukai Persis Solo Jelang Musim Depan: Persija, Persebaya, dan Garudayaksa Antre

24 Mei 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Lambelu Setelah Docking hingga 3 Juni: Makassar-Balikpapan, Larantuka-Nunukan

24 Mei 2026

5 Nasib Tak Terduga Cha Se Gye dan Shin Seo Ri di My Royal Nemesis

24 Mei 2026

Kondisi dan Lokasi 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel saat Menembus Blokade Gaza

24 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?