Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bukan ODGJ, Mahasiswa Ini Pukuli Pengendara di Lenteng Agung
Nasional

Bukan ODGJ, Mahasiswa Ini Pukuli Pengendara di Lenteng Agung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pria Bugil yang Memukuli Pemotor di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa STIPAN



Seorang pria tanpa busana yang melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ternyata bukanlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Setelah penyelidikan dilakukan, diketahui bahwa pelaku adalah seorang mahasiswa bernama Yosua (23) yang sedang dalam kondisi mabuk.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan Yosua setelah kejadian tersebut. Saat diperiksa di lokasi kejadian, jawaban Yosua tidak jelas dan tidak koheren. Menurut Nurma, warga sekitar merasa gerah karena melihat pria tanpa baju tersebut berkeliling.

“Masuk akal kalau warga merasa gerah. Kita amankan dia karena dalam kondisi mabuk,” ujar Nurma melalui telepon.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Jaksel, AKP Joko Adi Wibowo menyebutkan bahwa barang bukti berupa papan kayu yang digunakan Yosua untuk memukul dua pengendara masih belum ditemukan. Ia menjelaskan bahwa massa yang banyak di lokasi kejadian menyebabkan barang bukti tersebut hilang atau disingkirkan oleh masyarakat.

Polisi kemudian membawa Yosua ke kantor polisi dan memberinya waktu untuk beristirahat hingga pengaruh minuman kerasnya menghilang. Setelah kondisinya lebih sadar pada Rabu pagi, polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap Yosua.

Nurma mengungkapkan bahwa Yosua mengaku meminum minuman keras jenis Intisari sebanyak satu botol di kamar kosnya. Ia mengaku tidak tahu alasan dirinya melepas pakaian dan memukuli pengendara.

“Kami tanya kenapa dia melepas baju, ia tidak ingat. Dia hanya bilang merasa panas dan gerah,” kata Nurma menirukan percakapan dengan Yosua.

Terkait aksi pemukulan, Yosua juga mengaku tidak ingat apa yang dilakukannya. “Dia bilang ‘saya enggak tahu bu, saya enggak ingat’,” tambah Nurma.

Yosua merupakan mahasiswa Semester 6 di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) yang lokasinya berada di dekat tempat kejadian. Ia berasal dari Merauke, Papua, dan telah ngekos di dekat kampus selama tiga tahun terakhir.

Menurut pengakuannya kepada polisi, Yosua mengonsumsi minuman keras karena kesedihan setelah ibunya meninggal dunia. Ia mengaku sedih dan depresi karena belum menyelesaikan kuliah sementara ibunya sudah tiada.

Namun, Nurma menegaskan bahwa polisi masih mendalami pengakuan tersebut. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah kesedihan akibat kematian ibunya benar-benar menjadi alasan Yosua mengonsumsi minuman keras.

Meski telah diamankan, Yosua belum ditahan. Statusnya masih sebagai tahanan sementara untuk kepentingan pendalaman kasus. Polisi juga masih mencari korban yang dipukul Yosua. Hingga Rabu (19/8/2026), korban belum membuat laporan polisi.

Nurma menjelaskan bahwa polisi telah berkomunikasi dengan korban dan meminta mereka datang ke Polsek Jagakarsa untuk membuat laporan. “Kita sedang mencari korban dan menunggu mereka datang,” katanya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya

26 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?