Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 16 October 2026
Trending
  • Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la Cerámica
  • Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu
  • Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan
  • Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk
  • Cara melacak HP Android yang hilang, kunci layar dan hapus data dari jarak jauh
  • Lampaui target 13,3 persen, program servis motor gratis SMK se-Jatim raih rekor MURI
  • 5 cara mengoptimalkan otak anda di dunia yang didominasi AI menurut psikologi
  • Saat bencana menguji literasi kita, refleksi Hari Aksara Internasional 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kisah Mat Yasin: Dari Sampang ke Kaya Raya dengan Jualan Bapel
Nasional

Kisah Mat Yasin: Dari Sampang ke Kaya Raya dengan Jualan Bapel

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Sampang, Indonesia – Nama Mat Yasin kini menjadi ikon keberhasilan seorang pria yang membangun jalan di desanya sendiri dengan uang pribadi sebesar Rp 2 miliar. Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, kini memiliki akses jalan aspal yang menghubungkan berbagai wilayah. Namun, perjalanan Mat Yasin tidaklah mudah.

Mat Yasin lahir dalam kondisi keluarga yang tidak stabil. Saat usianya dua tahun, orang tuanya bercerai. Ibu dan kakaknya, Karimah, tinggal bersama pamannya sementara ayahnya, Bukari, bekerja di Surabaya. Selama bertahun-tahun, Mat Yasin hanya bisa melihat ibunya saat lebaran. Bahkan, pertemuan pertamanya dengan ayahnya terjadi ketika ia berusia 16 tahun.

Hidup sulit dan kurang kasih sayang membuat Mat Yasin tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Pada usia 23 tahun, ia memutuskan untuk merantau ke Surabaya. Di sana, ia menjajakan kue bapel naik turun bus. Penghasilannya sangat minim, hanya Rp 500 per bungkus kue. Meski begitu, ia tetap berjuang.

Pada 2005, Mat Yasin beralih profesi dengan bekerja di warung bebek di Keputih, Kelurahan Sukolilo Surabaya. Ia juga kerap menjadi tukang parkir di Wonokromo. Saat itu, bayaran Rp 150.000 sudah membuatnya senang karena disediakan makanan.

Pada 2007, Mat Yasin diajari memotong rambut oleh teman pamannya di Pasuruan. Tahun 2008, ia mencoba membuka tempat potong rambut sendiri di Surabaya. Siang hari, ia melayani pelanggan, sedangkan malam hari ia berkeliling kampung menjahit kasur. Hingga akhirnya, ia menikah dengan Mairah dan hidup dengan penghasilan dari potong rambut serta jahit kasur hingga tahun 2018.

Selama masa-masa sulit, Mat Yasin tinggal di kamar kontrakan selebar lima meter bersama istri dan anak pertamanya. Ia mulai menabung sambil berdagang kayu bekas. Sayangnya, usaha tersebut gagal dan menyebabkan utang hingga Rp 3 miliar pada tahun 2020.

Dari 2021 hingga 2022, Mat Yasin menghadapi tantangan besar. Ia harus melunasi utang sebesar Rp 3 miliar. Namun, ia tidak putus asa. Akhir tahun 2022, ia diajak temannya untuk berdagang besi tua di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari sana, ia mulai bangkit dan melunasi utang secara bertahap.

Berkat doa ibunya, Mat Yasin dipertemukan dengan orang baik. Pertama kali ia naik pesawat, diantar oleh istri ke bandara menuju Sumba, NTT. Rezeki mulai menghampiri. Di Sumba Barat, ia mengenal banyak pebisnis besi tua. Perkenalan ini membawa bisnis besi tuanya berkembang pesat, bahkan transaksinya mencapai puluhan miliar rupiah.

Setelah sukses, Mat Yasin ingat pada janjinya saat susah. Ia berjanji akan membangun desa kelahirannya jika berhasil mengumpulkan dana Rp 30 miliar. Kini, ia telah memenuhi janjinya dengan membangun jalan aspal sepanjang 10 kilometer lebih di Desa Madulang.

“Bagi siapa pun yang ditinggal orang tuanya, jangan putus asa. Jangan patah semangat dan terus berusaha. Allah pasti akan memberi rezeki,” pesannya.

Mat Yasin kini menjadi bagian dari para pebisnis besi tua di Indonesia. Ia aktif melakukan aktivitas sosial, seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan tetangga di desa kelahirannya. Perjalanan Mat Yasin mengajarkan bahwa kesabaran, ketekunan, dan doa adalah kunci kesuksesan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk

16 October 2026

Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu

16 October 2026

5 cara mengoptimalkan otak anda di dunia yang didominasi AI menurut psikologi

16 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la Cerámica

16 October 2026

Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu

16 October 2026

Keadilan Jomplang: Korupsi Lebih Besar Dituntut Lebih Ringan

16 October 2026

Hari ini masih berlaku! Promo Indomaret harga spesial, cek diskon berbagai produk

16 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?