Operasi Pencarian Yasid Ahmad Firdaus Resmi Diakhiri
Operasi pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus (26) resmi dihentikan pada Sabtu (31/1/2026). Pencarian yang berlangsung selama 13 hari penuh tidak membuahkan hasil, sehingga keberadaan Yasid masih belum diketahui.
Pencarian ini dilakukan oleh tim SAR gabungan yang telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Namun, hingga akhir operasi, tidak ada satu pun petunjuk yang mengarah pada keberadaan Yasid.
Suasana Haru di Lokasi Operasi
Suasana haru menyelimuti Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, saat operasi pencarian dihentikan. Setelah hampir dua pekan pencarian intensif, keberadaan pendaki asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar tersebut masih belum diketahui.
Selama 13 hari penuh, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di berbagai area. Meski upaya yang dilakukan sangat maksimal, hasilnya tetap nihil. Tidak ada jejak maupun barang pribadi milik Yasid ditemukan.
Penyisiran Seluruh Jalur Pendakian
Kasubsie Operasi Basarnas Surakarta, Basuki, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah menyisir seluruh jalur pendakian Bukit Mongkrang. Penyisiran dilakukan dari area puncak hingga pos loket masuk, termasuk jalur Taman Nogo dan jalur yang biasa digunakan untuk event Sikap Rogo 2025.
Selain itu, penyisiran juga dilakukan di jurang sedalam 200 meter di sekitar Pos 3 menggunakan metode vertical rescue serta metode flying camp di kawasan Candi 1 selama tiga hari terakhir.
“Kami sisir dari sisi barat sampai ke sumber air di sungai tersebut. Dan hingga sore hari ini, kami dari tim gabungan masih mendapatkan hasil nihil,” ujar Basuki.
Dua Kali Perpanjangan Pencarian
Operasi pencarian Yasid dimulai pada Senin (19/1/2026), sehari setelah ia dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang. Pencarian sempat diperpanjang dua kali dengan estimasi waktu masing-masing tiga hari.
Namun selama perpanjangan tersebut, tim tidak menemukan jejak maupun ceceran milik survivor. “Karena tim SAR sudah melaksanakan perpanjangan 2 kali dan selama itu kami menemukan jejak atau pun ceceran dari survivor, operasi SAR kami nyatakan dihentikan,” tegas Basuki.
Permohonan Maaf di Hadapan Keluarga
Dalam evaluasi akhir operasi SAR, Tri Puji Susilo tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Yasid yang hadir. Suasana haru menyelimuti lokasi. Para relawan dan keluarga saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain.
Ayah Yasid, Sapto Mulyono, memilih tidak banyak berkomentar. Ia hanya meminta doa agar putranya ditemukan dalam kondisi terbaik sesuai kehendak Tuhan.
Pengajuan Laporan dan Koordinasi
Basarnas meminta masyarakat yang menemukan informasi atau jejak terkait Yasid agar segera melapor. Jika keluarga berencana melakukan pencarian mandiri, Basuki menegaskan pentingnya koordinasi dengan Basarnas.
“Kalau dari pihak keluarga ingin melakukan pencarian mandiri tentunya harus berkoordinasi dengan kami,” tutupnya.



