Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 22 Juni 2026
Trending
  • Kayu halal PIK meluncur ke Australia, harapan Homliv meroket lewat Rumah BUMN BRI
  • Wayan Koster dan Giri Prasta Luncurkan Bulan Bung Karno 2026
  • Jadwal MotoGP Czechia 2026, Marc Marquez: Sirkuit Brno Berbeda
  • Saat Perusahaan PHK, AI Tiongkok Buka Lowongan
  • Pesanan Produk PT Timah Jadi Dorongan UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi
  • Tiyo Ardianto Dilaporkan Lagi ke Polisi Terkait Dugaan Penghinaan Prabowo dan MBG
  • Saksi Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Beber Fakta Pilgub Riau
  • Perhitungan Akhir Timnas U19 Indonesia ke Semifinal Piala AFF U19 2026, Juara Grup A
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan, 29 Petugas Terluka, 119 Orang Ditangkap
Hukum

Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan, 29 Petugas Terluka, 119 Orang Ditangkap

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kericuhan Saat Eksekusi BMN Blok 15 di GBK

Eksekusi Barang Milik Negara (BMN) Blok 15 di area eks Hotel Sultan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, berjalan dengan penuh ketegangan. Aksi ini diwarnai oleh kericuhan yang melibatkan ratusan orang dan menimbulkan korban luka.

Polisi mengamankan sebanyak 119 orang yang terlibat dalam penolakan eksekusi. Selain itu, sebanyak 29 petugas serta dua warga sipil terluka dalam peristiwa tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, tindakan pengamanan dilakukan untuk memulihkan ketertiban dan mencari dalang di balik aksi kekerasan dan penghalangan tugas. Ia menjelaskan bahwa pengamanan ini juga bertujuan untuk melindungi para tersangka dari potensi eskalasi yang lebih membahayakan.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pemetaan terhadap kelompok yang menduduki kawasan secara ilegal serta mengusut aktor intelektual yang mendanai mobilisasi massa tersebut.

Budi menyampaikan rasa prihatin atas jatuhnya korban luka dalam tugas pengosongan aset negara ini. Ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dengan hati yang dingin dan rasa saling menghormati.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya ketegangan yang berujung pada terlukanya rekan-rekan kami dari Polri, TNI, serta saudara kami dari pihak sipil,” ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran petugas di lokasi adalah untuk melayani dan memastikan kepastian hukum berjalan dengan damai bagi semua pihak. Menurutnya, tindakan menghalangi eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) seperti perkara perdata maupun gugatan PTUN yang melekat pada objek ini tidak hanya melawan hukum, tetapi juga mencederai prinsip res judicata pro veritate.

Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian eksekusi BMN Blok 15 eks Hotel Sultan berjalan dengan penuh akuntabilitas dan transparansi. Pihak kepolisian mengetuk hati seluruh elemen masyarakat, khususnya warga di sekitar Senayan, untuk tetap tenang, berpikir jernih, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi sepihak di media sosial yang sengaja memicu perpecahan.

Ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan seluruh penyelesaian sengketa ini kepada koridor hukum dan lembaga peradilan yang sah. “Jika warga melihat adanya pergerakan massa yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan GBK, dipersilakan untuk menghubungi petugas terdekat atau mengakses layanan cepat gratis Call Center resmi Polri 110,” kata dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.161 personel gabungan dari unsur Polda Metro Jaya, TNI AD, Satpol PP, Damkar, Pamdal GBK, hingga tim medis Dinas Kesehatan.

Seluruh personel disiagakan dengan instruksi utama: mengawal proses hukum secara damai, profesional, dan humanis dalam pelaksanaan eksekusi pengosongan BMN Blok 15.

Aparat keamanan gabungan berkomitmen penuh mengedepankan pendekatan persuasif dan menjaga keselamatan jiwa seluruh pihak. Sejak awal tahapan eksekusi dimulai, yaitu saat tim Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan surat penetapan eksekusi perdata terkait perkara Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst, petugas kepolisian bergerak secara simpatik.

Melalui pengeras suara, petugas menyampaikan imbauan dengan nada santun, mengajak kelompok massa yang menduduki area hotel untuk mengosongkan lokasi secara mandiri demi kelancaran bersama.

Tidak hanya memberikan imbauan, aparat keamanan di lapangan juga membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya. Petugas secara khusus menerima dan mendengarkan dengan seksama keluh kesah serta aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan massa. Langkah ini diambil sebagai wujud penghormatan terhadap hak berekspresi warga negara sebelum mereka diminta keluar dari batas objek eksekusi secara tertib dan baik-baik.

Namun, sangat disayangkan, situasi kondusif tersebut sempat terganggu ketika beberapa kelompok massa mulai tersulut emosi dan melakukan aksi pelemparan batu serta benda keras ke arah barikade petugas.

Demi melindungi masyarakat luas serta mencegah meluasnya anarkisme, petugas melakukan pembatasan dan pembubaran massa secara terukur agar sisa tahapan eksekusi pengosongan bangunan dapat diselesaikan dengan aman.

Insiden saling dorong dan pelemparan tersebut mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka. Tanpa membeda-bedakan, tim medis dari Bid Dokkes Polda Metro Jaya langsung diterjunkan ke titik konflik untuk memberikan perawatan darurat kepada seluruh korban.

“Sebanyak 28 personel Polri, 1 anggota TNI, serta 2 warga sipil terluka dan bagi kepolisian, keselamatan setiap nyawa manusia di lapangan baik petugas maupun masyarakat adalah prioritas tertinggi yang paling berharga,” kata dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tiyo Ardianto Dilaporkan Lagi ke Polisi Terkait Dugaan Penghinaan Prabowo dan MBG

22 Juni 2026

Profil mantan bos BRI Ventures Nicko dan William yang dihukum penjara terkait TaniHub

22 Juni 2026

6 Berita Pilihan Hari Ini: Pelaku Penusukan Batam Ditangkap Saat Laporan Kasus Lain

13 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kayu halal PIK meluncur ke Australia, harapan Homliv meroket lewat Rumah BUMN BRI

22 Juni 2026

Wayan Koster dan Giri Prasta Luncurkan Bulan Bung Karno 2026

22 Juni 2026

Jadwal MotoGP Czechia 2026, Marc Marquez: Sirkuit Brno Berbeda

22 Juni 2026

Saat Perusahaan PHK, AI Tiongkok Buka Lowongan

22 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?