Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 16 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,1 Persen, Ini Dampaknya pada Ekonomi
Nasional

Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,1 Persen, Ini Dampaknya pada Ekonomi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Agustus 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenaikan Harga BBM Berpotensi Mendorong Inflasi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp1.000 per liter diperkirakan dapat memengaruhi inflasi hingga 1,1 persen. Hal ini disampaikan oleh ekonom Telisa Aulia Falianty yang menyoroti dampak kenaikan BBM terhadap berbagai sektor ekonomi. Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada biaya transportasi dan produksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Dampak Ekonomi yang Meluas

Dampak kenaikan harga BBM tidak hanya terbatas pada sektor energi. Biaya produksi dan distribusi yang meningkat akan berujung pada kenaikan harga barang dan jasa di pasar. Sejumlah sektor seperti listrik, gas, air, serta konstruksi akan mengalami tekanan akibat kenaikan harga BBM. Selain itu, sektor angkutan darat dan kereta api juga akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga bahan bakar tersebut.

Sektor bangunan juga tidak terlepas dari pengaruh kenaikan BBM karena bahan bakar menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan konstruksi. Dengan demikian, kenaikan harga BBM dapat memberikan tekanan secara bersamaan melalui berbagai kegiatan ekonomi.

Pengaruh pada Konsumsi Rumah Tangga

Bagi masyarakat, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kemampuan rumah tangga dalam mempertahankan konsumsi. Hasil riset dan pemodelan menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM berdampak pada konsumsi rumah tangga, Produk Domestik Bruto (PDB), pertumbuhan PDB hingga lapangan kerja. Artinya, persoalan BBM tidak hanya terkait dengan harga bahan bakar di tingkat konsumen, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi di sektor lain.

Dalam simulasi yang dilakukan pada 2022 saat terjadi perang Rusia-Ukraina dan harga komoditas melonjak, dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi juga dihitung berdasarkan jenis BBM. Untuk Pertamax, koefisien magnitude dalam simulasi tersebut mencapai 1,44. Sementara Pertalite memiliki koefisien 0,4 dan solar 0,5.

Perubahan Pola Konsumsi

Telisa mengingatkan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil simulasi pada tahun 2022. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat sekarang sudah mengalami perubahan sehingga koefisiennya dapat berbeda. Perhitungan menggunakan input-output dalam simulasi tersebut juga menunjukkan koefisien multiplier sebesar 2,03. Sementara total dampak dengan multiplier eksternal mencapai 1,29.

Menurut Telisa, angka multiplier lebih dari satu menunjukkan efek BBM terhadap sektor lainnya cukup tinggi. Karena itu, kebijakan terkait BBM tidak dapat dilihat secara parsial. Ia menekankan perlunya melihat kebijakan BBM dari sudut pandang jaringan dan framework makroekonomi secara keseluruhan.

Dampak Jangka Pendek dan Panjang

Dari berbagai hasil riset dan pemodelan yang dipaparkan, kenaikan harga BBM disebut memiliki dampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga. Untuk inflasi, Telisa menjelaskan dampaknya terutama terlihat dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, pengaruhnya terhadap inflasi menjadi lebih marginal.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?