Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Februari 2026
Trending
  • Revisi UU KPK Digulirkan Jokowi, Bola Panas Berlanjut
  • Jadwal Kapal Tilongkabila Februari-Maret 2026, Diskon Tiket Lebaran!
  • Analisis Prediksi Skor Macarthur FC vs Bangkok United: Misi Balas Dendam Wakil Australia
  • Rully Akbar Akhirnya Bicara, Hanya 2 Bulan Menikah Digugat Cerai Boiyen: Mengambil Kembali Hidupku
  • Tidak Ada Ruang untuk Kejahatan di Jogja, Polda DIY Pasang Petugas di Area Berisiko
  • Profil Ormat Jadi Sorotan Setelah Menang Lelang WKP di Halmahera
  • Honda Beat 2026 Hadir, Skutik 110 cc Tampil Lebih Urban dan Sporty
  • Harga mobil kini jadi prioritas, diskon tak cukup lagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Virus Nipah
Ragam

Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Virus Nipah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Faktor Risiko Penularan Virus Nipah di Indonesia

Meskipun memiliki tingkat kematian yang tinggi, virus Nipah tidak menyerang semua orang secara acak. Penularannya sangat bergantung pada pola hidup, pekerjaan, dan lingkungan tertentu. Di Indonesia, faktor-faktor ekologis yang berkaitan dengan virus Nipah sudah dikenal sejak lama. Negara ini memiliki populasi kelelawar buah (Pteropus spp.) yang luas, aktivitas peternakan rakyat yang dekat dengan pemukiman, serta komunitas rural yang bergantung pada sumber pangan alami. Namun, keberadaan faktor risiko tidak berarti wabah tak terelakkan. Yang menentukan adalah siapa yang paling sering terpapar.

Berdasarkan berbagai studi dan laporan dari WHO, CDC, serta jurnal penyakit menular, kasus virus Nipah di negara lain hampir selalu terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Pemetaan risiko menjadi kunci untuk memahami siapa saja yang rentan terhadap virus Nipah.

1. Peternak dan Pekerja yang Berinteraksi dengan Hewan

Peternak adalah kelompok yang masuk dalam peta risiko Nipah. Babi, selain kelelawar, dapat berperan sebagai hewan perantara yang memperkuat penularan virus ke manusia. Wabah besar Nipah di Malaysia pada akhir 1990-an sangat terkait dengan peternakan babi skala besar yang berdekatan dengan habitat kelelawar.

Di Indonesia, meskipun sistem peternakan berbeda antar daerah, tetapi banyak peternakan rakyat masih memiliki kontak dekat antara manusia dan hewan, termasuk minimnya pemisahan kandang dan rumah. Kondisi ini meningkatkan potensi paparan jika virus masuk ke rantai hewan ternak.

Risiko bukan berasal dari hewan semata, melainkan dari kurangnya sistem biosekuriti, penggunaan alat pelindung yang minim, dan keterlambatan deteksi penyakit pada hewan. Dalam konteks virus Nipah, faktor-faktor ini jauh lebih relevan dibanding jumlah penduduk secara umum.

2. Pekerja Kebun Buah dan Pertanian



Kelompok lain yang memiliki risiko lebih tinggi adalah pekerja kebun buah, terutama di wilayah dengan populasi kelelawar buah yang aktif. Kelelawar diketahui dapat mengontaminasi buah dengan air liur atau urine saat makan, terutama buah yang matang di pohon.

Beberapa wabah Nipah di Bangladesh dikaitkan dengan konsumsi atau pengolahan bahan pangan yang terkontaminasi dari lingkungan terbuka. Meski pola konsumsi di Indonesia berbeda, tetapi praktik pertanian terbuka tetap berpotensi menjadi jalur paparan jika tidak disertai higiene yang baik.

Risiko pada kelompok ini sering kali tidak disadari karena aktivitasnya dianggap “alami” dan rutin. Padahal, dalam epidemiologi virus Nipah, paparan berulang dalam dosis kecil justru menjadi perhatian utama.

3. Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan secara konsisten tercatat sebagai kelompok rentan dalam berbagai wabah virus Nipah sebelumnya. Penularan antarmanusia memang tidak semudah virus flu, tetapi kontak erat dengan pasien tanpa perlindungan memadai dapat menjadi jalur penularan.

Dalam beberapa klaster wabah, infeksi pada tenaga kesehatan terjadi karena keterlambatan diagnosis dan penggunaan alat pelindung diri yang tidak optimal. Gejala awal infeksi virus Nipah yang mirip flu sering membuat kasus tidak segera diisolasi.

Di Indonesia, tantangan serupa dapat muncul terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Oleh karena itu, kesiapsiagaan klinis dan pelatihan menjadi bagian penting dari mitigasi risiko.

4. Komunitas Rural Dekat Habitat Kelelawar



Komunitas rural yang tinggal dekat habitat alami kelelawar buah juga masuk dalam peta risiko karena interaksi harian dengan lingkungan alami, termasuk pengambilan buah, air, atau bahan pangan dari alam.

Studi menunjukkan bahwa penularan virus Nipah sering kali berkaitan dengan rantai kecil paparan lingkungan yang tidak terdeteksi. Dalam konteks ini, edukasi kesehatan masyarakat memiliki peran yang jauh lebih besar dibanding pembatasan sosial berskala luas.

Jika virus Nipah suatu hari terdeteksi di Indonesia, risiko tertinggi tidak akan tersebar merata di masyarakat, melainkan akan terkonsentrasi pada kelompok dengan paparan ekologis dan pekerjaan tertentu, terutama peternak, pekerja kebun, tenaga kesehatan, dan komunitas rural dekat habitat kelelawar.

Pendekatan berbasis pemetaan risiko memberi ruang bagi respons yang lebih efektif. Strategi ini membantu memastikan bahwa kelompok yang paling berisiko menjadi prioritas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Honda Beat 2026 Hadir, Skutik 110 cc Tampil Lebih Urban dan Sporty

20 Februari 2026

Harga mobil kini jadi prioritas, diskon tak cukup lagi

19 Februari 2026

Honda ADV 160 2026: Motor Petualang Modern dengan Harga Terjangkau, Ideal untuk Touring!

19 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Revisi UU KPK Digulirkan Jokowi, Bola Panas Berlanjut

20 Februari 2026

Jadwal Kapal Tilongkabila Februari-Maret 2026, Diskon Tiket Lebaran!

20 Februari 2026

Analisis Prediksi Skor Macarthur FC vs Bangkok United: Misi Balas Dendam Wakil Australia

20 Februari 2026

Rully Akbar Akhirnya Bicara, Hanya 2 Bulan Menikah Digugat Cerai Boiyen: Mengambil Kembali Hidupku

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?