Tragedi Ledakan Petasan di Pamekasan dan Purworejo
Tragedi ledakan petasan yang menimpa rumah warga di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, telah menyebabkan seorang pelajar terluka parah. Peristiwa ini terjadi menjelang malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah. Seorang pelajar berinisial AR (17) mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, tangan, dada, dan kaki akibat ledakan mercon yang diraciknya sendiri.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa ledakan terjadi pada pukul 16.00 di rumah Affandi. Akibat peristiwa tersebut, jendela dan atap rumah rusak berat, sementara korban dirawat intensif di rumah sakit.
Polisi sudah melakukan olah TKP dan mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi. Diduga, korban sedang meracik mercon dan meledak. Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan bersama personel Polsek Larangan telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk serbuk hitam diduga sisa bahan peledak seberat 10 gram, belerang, dan serbuk arang. Selain itu, peralatan pembuat mercon seperti gulungan kertas, mangkok pencampur, kain pengayak, dan kayu pengepres juga diamankan.
Korban diancam Pasal 306 Subsider Pasal 308 Ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penyalahgunaan bahan peledak yang membahayakan nyawa dan harta benda. Polisi menegaskan kasus ini sedang dalam penanganan serius dan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aktivitas mercon.
Sebelum kejadian di Pamekasan, ada beberapa ledakan lain yang terjadi di wilayah Jawa Timur. Pada Minggu (15/3/2026), ledakan pertama terjadi di Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, mengakibatkan tiga korban luka, satu di antaranya diamputasi. Ledakan kedua terjadi pada Senin malam (16/3/2026), lima orang terluka dan dilarikan ke RSUD Smart. Ledakan ketiga terjadi pada Kamis sore (19/3/2026).
Ledakan di Purworejo
Di Purworejo, sebuah ledakan yang diduga berasal dari aktivitas perakitan mercon terjadi di sebuah rumah warga di Desa Tasikmadu, Kecamatan Pituruh, pada Jumat (20/3/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang mengalami luka-luka.
Salah satu keluarga korban, Agus, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian karena sedang berada di luar rumah untuk mencari ikan saat kejadian. Dia mengatakan, setelah mendapat kabar, dia langsung menjemput keponakannya yang menjadi korban.
Menurut Agus, sebagian besar korban hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis. Beberapa di antaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Namun, satu korban bernama Rizki Pratama dilaporkan mengalami luka lebih serius dan harus mendapatkan penanganan lanjutan.
Ledakan terjadi sekitar pukul 15.55 WIB, suara ledakan cukup keras membuat warga sekitar panik. Menurut keterangan saksi, ledakan terdengar hingga dua kali dan disertai getaran kuat. Warga sekitar langsung berusaha mencari sumber suara dan melihat adanya korban yang berlarian menyelamatkan diri.
Dalam situasi darurat tersebut, warga melakukan evakuasi secara mandiri dengan menggunakan kendaraan seadanya, seperti sepeda motor dan mobil milik tetangga. Api dan asap di lokasi kejadian memperparah kepanikan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti ledakan. Namun, dugaan sementara mengarah pada aktivitas perakitan mercon di dalam rumah tersebut. Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, membenarkan adanya ledakan yang menghancurkan rumah di Kecamatan Pituruh tersebut dan menyatakan bahwa pihak Kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.



