Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 21 April 2026
Trending
  • Pilih Veneer atau Bleaching untuk Gigi Lebih Putih?
  • LCC 4 Pilar MPR RI Dibuka, Siti Fauziah Ajak Siswa Tiru Semangat Sai Bumi Ruwa Jurai
  • Pernyataan Jusuf Kalla Dibalas PDIP: Jokowi Khianati Partai
  • 3 Warga Lampung Tengah Ditangkap Usai Penganiayaan Motor yang Mengakibatkan Kematian
  • 6 Pidato Hari Kartini 2026 Singkat dengan Topik Menarik yang Mudah Diingat
  • Bahaya mobil diesel kehilangan keunggulan dengan bio solar subsidi
  • Pembiayaan mobil bank masih melambat di awal 2026
  • Program Bareskrim ke Jambi, Kasus Pemerkosaan Libatkan Polisi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kasus Pembobolan Brankas SMPN 1 Pulung, 10 Saksi Diperiksa Polres Ponorogo
Hukum

Kasus Pembobolan Brankas SMPN 1 Pulung, 10 Saksi Diperiksa Polres Ponorogo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Pembobolan Brankas di SMPN 1 Pulung, Polisi Periksa 10 Saksi

Kasus pencurian uang tunai sebesar Rp180 juta dari brankas di SMPN 1 Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polisi telah memeriksa sedikitnya 10 saksi yang berasal dari internal sekolah guna mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut.

“Ada 10 saksi kami periksa totalnya sampai saat ini,” kata Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, kepada Tribunjatim Network. Ia menegaskan bahwa pihaknya meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar kasus ini dapat segera terungkap.

Saksi-saksi yang diperiksa adalah orang-orang yang terkait langsung dengan kejadian tersebut. AKBP Andin menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, dan informasi lengkap akan disampaikan setelah semua fakta terungkap.

Kendala dalam Penyelidikan

Salah satu kendala dalam penyelidikan adalah kerusakan CCTV di sekolah. Menurut informasi yang dihimpun, CCTV di SMPN 1 Pulung sudah rusak selama enam bulan. Hal ini menjadi hambatan dalam mengidentifikasi pelaku atau melacak aktivitas di sekitar lokasi kejadian.

AKBP Andin tidak menjawab secara langsung ketika ditanya apakah rekaman CCTV akan digunakan dalam penyelidikan. “Semua fakta sudah kita sajikan, tapi dalam teknis penyidikan, sampai detik ini belum bisa kita sampaikan ke teman-teman kenapa? Karena masih berproses,” tegasnya.

Fakta di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Tim polisi dari Polsek Pulung dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo melakukan olah TKP di SMPN 1 Pulung. Ruangan kepala sekolah yang berukuran 7 meter kali 8 meter menjadi fokus pengamatan.

Dari hasil olah TKP, tidak ada kerusakan signifikan di ruang kepala sekolah. Keterangan saksi menyebutkan bahwa pintu maupun jendela tidak mengalami kerusakan. Lokasi brankas yang berisi uang ratusan juta juga tidak bergeser jauh. Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa brankas hanya bergeser sekitar 1,5 meter dari posisi awalnya.

“Yang dirusak hanya brankasnya. Kayak dipalu atau lainnya,” kata Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali.

Riwayat Pencurian di Sekolah Pulung

Tidak hanya kasus ini, SMAN 1 Pulung pernah menjadi korban pencurian pada tahun 2018. Saat itu, pelaku membobol laboratorium komputer sekolah dan membawa kabur puluhan perangkat elektronik, termasuk sekitar 30 unit laptop dan 20 unit CPU.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kejahatan terhadap institusi pendidikan di wilayah Pulung bukanlah hal baru. Meski demikian, kasus terbaru ini menunjukkan adanya perubahan modus, yaitu penargetan uang tunai dalam brankas.

Langkah Penyelidikan Berikutnya

Polisi kini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi dan mencari petunjuk lain yang bisa membantu mengungkap pelaku. Mereka juga memastikan bahwa tidak ada indikasi kekerasan atau ancaman terhadap siapa pun di lokasi kejadian.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk memberikan informasi tambahan terkait keamanan dan sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Dengan data yang lebih lengkap, pihak kepolisian berharap bisa segera menemukan pelaku dan mengembalikan uang yang hilang.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

3 Warga Lampung Tengah Ditangkap Usai Penganiayaan Motor yang Mengakibatkan Kematian

21 April 2026

Inara Rusli Bantah Zina, Pengakuan Janggal Soal Nikah Siri dengan Insanul

21 April 2026

Fajri Akbar dan Pegawai Bank Sepakat Damai Setelah Laporan Polisi

21 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pilih Veneer atau Bleaching untuk Gigi Lebih Putih?

21 April 2026

LCC 4 Pilar MPR RI Dibuka, Siti Fauziah Ajak Siswa Tiru Semangat Sai Bumi Ruwa Jurai

21 April 2026

Pernyataan Jusuf Kalla Dibalas PDIP: Jokowi Khianati Partai

21 April 2026

3 Warga Lampung Tengah Ditangkap Usai Penganiayaan Motor yang Mengakibatkan Kematian

21 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?