Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 2 Maret 2026
Trending
  • Brigade Joxzin Kunjungi Polres Bantul, Tanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan Anggotanya di Sedayu
  • Tamparan Keras Sejarawan Prof Anhar Gonggong pada Dwi Sasetyaningtyas, Orang Pintar yang Bodoh
  • Prediksi Skor Le Havre vs PSG Ligue 1 1 Maret 2026: Head-to-Head dan Streaming Live
  • Retatrutide: Obat Kecil untuk Masalah Besar
  • Foto mesra Jefri Nichol dan Zahwa Massaid jadi sorotan, apakah hubungan?
  • Bukan menggantikan dokter, AI tingkatkan akurasi diagnosis kanker
  • Mengukur Nilai Ekonomi Gas untuk Industri
  • Kebijakan Energi di Tengah Era Energi Baru dan Terbarukan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Kadin ungkap jebakan Batman, impor 105 ribu mobil India: Servis dan suku cadang dari mana?
Otomotif

Kadin ungkap jebakan Batman, impor 105 ribu mobil India: Servis dan suku cadang dari mana?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rencana Impor Kendaraan Niaga dari India Mengundang Kekhawatiran

Pembelian 105.000 unit kendaraan niaga impor asal India ke Indonesia kini menjadi perhatian serius. Dalam wawancara khusus, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, secara blak-blakan menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana tersebut.

Harga Murah Tapi Ada Risiko yang Tak Terlihat

PT Agrinas Nusantara, pihak importir, memilih skema Completely Built Up (CBU) dari India karena harganya lebih murah sekitar Rp 50 juta per unit dibandingkan produksi dalam negeri. Bahkan, mereka mengklaim bahwa pembelian 105.000 unit mobil ini bisa menghemat APBN hingga Rp 43 triliun.

Namun, Kadin Indonesia memberikan peringatan keras. Mereka menilai selisih harga di awal ini bisa menjadi “jebakan batman” yang akan merugikan masyarakat, koperasi, dan negara di kemudian hari. Istilah “jebakan batman” merujuk pada tipu daya yang tidak terlihat di awal, tetapi merugikan saat seseorang sudah terlanjur masuk.

Saleh Husin menjelaskan, “Beli barang murah di awal itu belum tentu efisien. Coba kita pikirkan, 105.000 mobil ini diimpor, lalu tersebar ke berbagai daerah, misal ke NTT, Maluku, atau Papua. Tahun kedua atau ketiga, mobil ini butuh ganti spare part dan servis rutin. Jaringan bengkelnya di mana? Suku cadangnya impor lagi? Kalau rusak dan tidak bisa dipakai, malah jadi sangat mahal dan merugikan.”

Masalah Purnajual yang Mengancam

Saleh Husin juga menyoroti pentingnya kejelasan ekosistem purnajual. Ia menegaskan, jika kendaraan rusak dan tidak ada ketersediaan spare part, maka mobil tersebut hanya akan menjadi rongsokan mahal. “Akhirnya nilai gunanya jadi sangat rendah,” tambahnya.

Selain itu, Kadin juga memperhatikan spesifikasi 70.000 unit kendaraan jenis pikap 4×4 yang dipesan. Menurut informasi di lapangan, kebutuhan untuk perkebunan atau area rural sebenarnya tidak harus selalu menggunakan penggerak 4×4 yang memakan biaya operasional tinggi.

Saleh Husin memberikan contoh, “Saya sempat komunikasi dengan salah satu produsen dalam negeri. Produk pikup 4×2 mereka itu sudah lebih dari 5 tahun dijual ke Indonesia Timur dan ke perkebunan sawit. Tidak ada komplain, baik-baik saja. Kalau pakai 4×4, biaya maintenance lebih mahal, bahan bakarnya juga lebih boros.”

Distribusi ke Daerah Terpencil Menjadi Pertanyaan

Ratusan ribu kendaraan yang terdiri dari pikap 4×4 dan truk nantinya akan didistribusikan ke Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan di berbagai wilayah Indonesia. Saleh Husin mempertanyakan bagaimana nasib mobil-mobil pabrikan India ini saat didistribusikan ke daerah-daerah terpencil di Indonesia bagian Timur.

“Bayangkan mobil ini disebar ke pelosok. Misalnya ke kampung saya di NTT, atau di Maluku, di Papua. Masuk tahun kedua, mobil itu pasti akan aus dan butuh suku cadang. Pertanyaannya, suku cadangnya dari mana? Tempat servisnya dari mana?” tanya Saleh.

Peran Stakeholder yang Harus Diperhatikan

Saleh Husin juga menyoroti pentingnya melibatkan berbagai stakeholder dalam rencana ini. Menurutnya, beberapa menteri seperti Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, Menteri Koperasi, Menteri Investasi/Kepala Danantara, dan Menko Perekonomian harus dilibatkan dalam diskusi ini.

Ia menambahkan, “Kadin juga harusnya diajak bicara sebagai asosiasi yang menaungi produsen otomotif tersebut.”

Tanggapan terhadap Keterlibatan Kementerian Pertahanan

Saleh Husin juga mengatakan bahwa ia tidak tahu peran Kementerian Pertahanan dalam hal ini. Ia menilai, “Saya enggak tahu. Saya enggak mau masuk ke situ, karena sebelumnya memang (mantan Menhan) sempat bertandang ke India. Biarkanlah kawan-kawan di pemerintahan yang menjelaskan. Jangan-jangan malah kementerian yang tidak terkait yang ngurusin ini.”

Kesimpulan: Hitung Efek Ganda, Bukan Hanya Harga Beli

Saleh Husin menegaskan, “Jangan hanya hitung selisih harga beli dari luar, tapi hitung berapa triliun uang yang berputar menghidupkan ekonomi rakyat kita sendiri.” Ia menyarankan agar pemerintah memikirkan nasib industri otomotif dan UMKM di dalam negeri.

Dengan demikian, rencana impor kendaraan niaga dari India ini tidak hanya menjadi isu harga, tetapi juga tentang keberlanjutan dan dampak jangka panjang terhadap ekonomi lokal serta kesiapan infrastruktur purnajual.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP Thailand 2026 di Buriram: Marc Marquez Siap Bertarung, Alex Marquez Soroti Ducati

2 Maret 2026

Perbedaan pendapat bos Agrinas dan Menperin terkait impor 105.000 pikap India

1 Maret 2026

Hasil Uji Coba MotoGP Buriram: Marquez Tercepat, Acosta Kritik Ducati

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Brigade Joxzin Kunjungi Polres Bantul, Tanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan Anggotanya di Sedayu

2 Maret 2026

Tamparan Keras Sejarawan Prof Anhar Gonggong pada Dwi Sasetyaningtyas, Orang Pintar yang Bodoh

2 Maret 2026

Prediksi Skor Le Havre vs PSG Ligue 1 1 Maret 2026: Head-to-Head dan Streaming Live

2 Maret 2026

Retatrutide: Obat Kecil untuk Masalah Besar

2 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?