Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Juventus imbang 1-1 lawan Lecce, lini depan kalah dan jarak dengan Milan bertambah
    Olahraga

    Juventus imbang 1-1 lawan Lecce, lini depan kalah dan jarak dengan Milan bertambah

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 January 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Juventus Kembali Gagal Menang di Kandang

    Pada pertandingan lanjutan Serie A pekan ke-18, Juventus harus puas berbagi poin saat menjamu Lecce. Laga yang digelar di Allianz Stadium, Turin, pada Sabtu, 3 Januari 2026, berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini mengecewakan bagi tim asuhan Luciano Spalletti yang tampil dominan sejak awal.

    Dominasi Penguasaan Bola Tidak Berujung Kemenangan

    Juventus memulai laga dengan permainan agresif dan menguasai mayoritas penguasaan bola. Dalam pertandingan tersebut, mereka mencatatkan sekitar 57 persen penguasaan bola dan menghasilkan lebih banyak peluang dibanding Lecce. Namun, dominasi tersebut tidak mampu diubah menjadi kemenangan.

    Gol pertama justru dicetak oleh tim tamu, Lecce, pada menit 45+1 melalui Lameck Banda. Banda memanfaatkan kesalahan umpan Andrea Cambiaso dan melepaskan tembakan keras ke sudut gawang yang gagal dibendung kiper Juventus. Gol ini membuat Juventus tertinggal hingga turun minum.

    Respons Cepat Juventus di Babak Kedua

    Di awal babak kedua, Juventus langsung merespons dengan cepat. Pada menit ke-49, Weston McKennie mencetak gol penyama kedudukan dari jarak dekat. Gol McKennie bermula dari situasi kemelut di kotak penalti Lecce setelah tembakan Kenan Yıldız sempat terdefleksi. Bola jatuh di kaki McKennie yang berdiri bebas.

    Setelah skor kembali imbang, Juventus semakin meningkatkan intensitas serangan. Kenan Yıldız menjadi motor utama permainan dengan pergerakan dan kreativitasnya. Meski terus menekan, lini depan Juventus kembali menunjukkan masalah klasik, yaitu penyelesaian akhir yang kurang optimal.

    Kesempatan Emas Terbuang

    Kesempatan emas datang pada menit ke-65 ketika Juventus mendapat hadiah penalti setelah tinjauan VAR. Jonathan David maju sebagai eksekutor. Namun, eksekusi penalti bergaya panenka David berhasil digagalkan kiper Lecce, Wladimiro Falcone. Momen tersebut menjadi titik balik penting dalam laga.

    Falcone tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan krusial dan dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.

    Dampak di Klasemen Serie A

    Hasil imbang ini membuat langkah Juventus di papan klasemen tertahan. Bianconeri tetap berada di posisi kelima dengan koleksi 33 poin dari 18 pertandingan. Jarak Juventus dengan AC Milan di puncak klasemen semakin melebar. Milan kini mengoleksi 38 poin dari 17 laga, unggul lima angka dengan satu pertandingan lebih sedikit.

    Sementara itu, Lecce membawa pulang satu poin berharga dari Turin. Tambahan poin tersebut menjaga posisi Lecce di peringkat ke-16 dengan 17 poin.

    Masalah Efektivitas Lini Depan

    Bagi Juventus, hasil ini kembali menegaskan persoalan efektivitas lini depan. Dominasi permainan tidak cukup berarti tanpa ketajaman di depan gawang, terutama dalam persaingan ketat menuju papan atas Serie A.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?