Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM
  • Sonny Stevens: Dewa United Siap Bobol Pertahanan Persija
  • Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh
  • Koalisi Masyarakat Sipil: TNI Belum Perlu Siaga I, Kondisi Aman
  • Kesadaran hak cipta tumbuh, DJKI ajak kreator lindungi karya sejak awal
  • Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM
  • Wawancara Eksklusif – Refpin: Lebih Baik Dipenjara Daripada Mengakui Menyentuh Anak Anggota DPRD Bengkulu
  • Apa Itu Parliamentary Threshold? Penjelasan Singkat dan Aturannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Jika Anda Mengenal 8 Frasa Ini, Berarti Emosi Tidak Pernah Dibicarakan Di Rumahmu
Ragam

Jika Anda Mengenal 8 Frasa Ini, Berarti Emosi Tidak Pernah Dibicarakan Di Rumahmu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Memahami Penyikapan Emosional yang Tidak Terpenuhi pada Masa Kecil

Tidak semua luka masa kecil terlihat jelas. Sebagian dari mereka tersembunyi dalam kalimat-kalimat yang terdengar “normal” saat itu—bahkan mungkin masih terngiang sampai sekarang. Dalam banyak keluarga, kebutuhan fisik terpenuhi, pendidikan diperhatikan, tetapi emosi jarang sekali dibicarakan secara terbuka.

Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan konsep childhood emotional neglect (CEN) yang diperkenalkan oleh psikolog klinis Jonice Webb dalam bukunya Running on Empty. Intinya sederhana namun mendalam: bukan hanya apa yang terjadi pada anak yang membentuknya, tetapi juga apa yang tidak terjadi—terutama ketika perasaan anak tidak diperhatikan, tidak divalidasi, atau bahkan diabaikan.

Ada beberapa tanda-tanda yang bisa mengindikasikan bahwa seseorang mungkin mengalami penyikapan emosional yang tidak terpenuhi pada masa kecil. Jika Anda mengenali beberapa frasa berikut dari masa kecil Anda, ada kemungkinan Anda tumbuh di rumah di mana emosi jarang dibahas secara sehat.

  • “Kamu terlalu sensitif.”

    Frasa ini sering digunakan untuk menepis perasaan seseorang tanpa memperhatikan validitas emosinya. Anak-anak yang sering mendengar frasa seperti ini cenderung merasa tidak dihargai dan akhirnya menutup diri dari perasaan mereka sendiri.

  • “Jangan terlalu memikirkan hal itu.”

    Ini adalah cara lain untuk mengabaikan perasaan anak. Ketika anak merasa bahwa perasaannya tidak penting, mereka mungkin belajar untuk menyembunyikan emosi mereka.

  • “Apa yang kamu rasakan tidak penting.”

    Frasa ini langsung menyampaikan pesan bahwa perasaan anak tidak bernilai. Ini bisa menyebabkan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan terhadap diri sendiri.

  • “Jangan membuat masalah.”

    Anak-anak yang sering mendengar frasa ini mungkin belajar untuk menyembunyikan perasaan mereka agar tidak menjadi beban bagi orang lain.

  • “Kamu harus kuat.”

    Meskipun maksudnya baik, frasa ini bisa menjadi tekanan bagi anak untuk menekan emosi mereka dan tidak mengekspresikannya. Akibatnya, anak mungkin tidak tahu bagaimana mengelola emosi mereka secara sehat.

Dampak dari Childhood Emotional Neglect

Childhood emotional neglect dapat memiliki dampak jangka panjang pada kehidupan seseorang. Orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini sering kali mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat, merasa tidak aman, atau bahkan mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Beberapa efek yang umum terjadi antara lain:

  • Kesulitan dalam mengenali dan mengungkapkan perasaan

    Orang yang mengalami CEN sering kali sulit untuk memahami dan mengungkapkan perasaan mereka sendiri karena mereka tidak diajarkan untuk melakukannya sejak kecil.

  • Rasa bersalah atau penyesalan

    Banyak orang yang tumbuh dalam lingkungan CEN merasa bersalah atas perasaan mereka sendiri, percaya bahwa mereka “terlalu banyak” atau “tidak pantas” merasa seperti itu.

  • Ketergantungan emosional

    Beberapa orang mungkin mencari validasi eksternal untuk mengisi rasa kosong yang mereka alami dari masa kecil mereka.

  • Kesulitan dalam menyelesaikan konflik

    Tanpa pengalaman mengelola emosi secara sehat, seseorang mungkin kesulitan dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Bagaimana Mengatasi Childhood Emotional Neglect?

Mengatasi CEN membutuhkan kesadaran dan komitmen untuk memahami diri sendiri. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mencari bantuan profesional

    Terapis atau psikolog dapat membantu seseorang memahami pengalaman masa kecil mereka dan belajar cara mengelola emosi secara sehat.

  • Belajar untuk mengenali dan mengungkapkan perasaan

    Mencatat perasaan, berbicara dengan orang yang dipercaya, atau bahkan menulis bisa menjadi cara untuk mulai mengenali dan mengungkapkan perasaan.

  • Membangun hubungan yang sehat

    Membangun hubungan yang saling mendukung dan terbuka bisa membantu seseorang merasa lebih aman dan dihargai.

  • Menyembuhkan diri sendiri

    Proses penyembuhan bisa memakan waktu, tetapi penting untuk memberi diri sendiri ruang dan waktu untuk sembuh.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kesadaran hak cipta tumbuh, DJKI ajak kreator lindungi karya sejak awal

20 Maret 2026

Honda CB Baru: Gendong Mesin 1.000 cc, Konsep Sport Touring Macho

20 Maret 2026

Arus Laut Pasifik Bawa Mikroplastik ke Indonesia

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM

20 Maret 2026

Sonny Stevens: Dewa United Siap Bobol Pertahanan Persija

20 Maret 2026

Jenis-jenis Infaq Beserta Arti dan Contoh

20 Maret 2026

Koalisi Masyarakat Sipil: TNI Belum Perlu Siaga I, Kondisi Aman

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?