Profil Timothy Ronald, Influencer Keuangan yang Kini Jadi Sorotan
Timothy Ronald, seorang influencer keuangan yang kini sedang menjadi perbincangan publik, tengah menghadapi laporan polisi terkait dugaan penipuan investasi kripto. Laporan ini dilayangkan oleh beberapa pihak yang mengaku sebagai anggota Akademi Crypto, sebuah forum edukasi yang didirikan oleh Timothy dan rekan kerjanya, Kalimasada.
Laporan tersebut muncul setelah akun Instagram @skyholic888 membagikan informasi bahwa sekitar 3.500 orang mengalami kerugian dengan total nilai lebih dari Rp 200 miliar. Meski awalnya merasa takut, para korban akhirnya berkumpul dalam satu grup dan sepakat untuk melaporkan kasus ini secara resmi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, membenarkan adanya laporan terkait kripto yang ditujukan kepada Timothy Ronald. “Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y,” kata Bhudi saat dikonfirmasi. Saat ini, laporan tersebut masih dalam tahap awal penanganan.
Perjalanan Karier Timothy Ronald
Timothy Ronald tidak asing lagi di dunia aset kripto atau cryptocurrency yang semakin berkembang di Indonesia. Kisah hidupnya sering disoroti, terutama mengenai perjalanannya membangun karier dari nol. Ia lahir di Tangerang Selatan pada 22 September 2000. Sebelum menekuni dunia investasi kripto, ia sempat menjalani berbagai usaha, mulai dari menjual minyak rambut hingga menjadi agen properti.
Dari usaha-usaha tersebut, ia menyisihkan penghasilannya untuk berinvestasi Bitcoin sejak 2015. Keputusan itu diyakini menjadi langkah awal membangun namanya di dunia aset digital.
Dari Drop Out Hingga Membangun Edukasi Finansial
Perjalanan hidup Timothy Ronald menuju dunia aset digital tidak lepas dari berbagai dinamika. Dalam laporan sebelumnya, Timothy sempat mengambil keputusan untuk keluar atau drop out dari perguruan tinggi. Langkah ini diambil karena ia harus memprioritaskan waktu untuk membangun platform edukasi finansial bernama Ternak Uang.
Usahanya pun tidak sia-sia, platform edukasi yang ditempanya menembus peringkat ke-9 di LinkedIn Top Startup 2022 dengan menggandeng ratusan karyawan. Dari sana, banyak mata yang meliriknya, termasuk para deretan investor.
Dirikan Akademi Crypto Bersama Kalimasada
Setelah membangun edukasi finansial, Timothy melebarkan sayapnya ke pembelajaran investasi kripto. Ia bersama partner-nya, Kalimasada, membentuk wadah pembelajaran kripto yang diberi nama Akademi Crypto pada 2022 silam. Melalui ruang ini, Timothy ingin berbagi ilmu agar generasi muda memiliki bekal yang pas dan tidak asal jalan.
Peminatnya pun tidak main-main, perusahaan yang dibangun oleh Timothy dan Kalimasada berhasil menarik perhatian ratusan ribu investor dan trader aset kripto. Akademi Crypto menyediakan 1000 modul pembelajaran mengenai trading, investasi, manajemen portofolio, teknologi blockchain, hingga cara programming quantitative trading. Untuk menjangkau pesertanya, mereka juga menjalankan pelatihan lewat jejaring sosial seperti YouTube dan Discord.
Julukan “The Next Warren Buffett Indonesia”
Keberanian menekuni dunia investasi membuat nama Timothy Ronald sering disandingkan dengan Warren Buffett, sosok legendaris di dunia investasi saham. Menurut catatan sebelumnya, nama Timothy semakin dikenal saat diketahui membeli 11 juta lembar saham Bank Central Asia (BBCA). Gaya investasinya yang konsisten dengan penekanan pada analisis fundamental dan jangka panjang membuatnya dijuluki sebagai “The Next Warren Buffett Indonesia”.
Menurut Timothy, investasi bukan sekadar mengejar keuntungan cepat, tetapi bagaimana menerapkan kesabaran dan disiplin jangka panjang.
Kasus Penipuan Investasi Kripto
Namun, sorotan positifnya kini bergeser seiring munculnya kasus kontroversial di media sosial. Timothy dan rekannya, Kalimasada, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi trading mata uang kripto. Keduanya dilaporkan atas dugaan penipuan dengan modus penawaran investasi pada sejumlah aset kripto.
Kabar tersebut sudah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. “Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y,” beber Budhi. Saat ini, pihak kepolisian akan segera melakukan penyelidikan untuk mendalami laporan yang diterima. Selain itu, polisi berencana akan memanggil pelapor untuk mengumpulkan keterangan dan melakukan analisis lebih lanjut.



