Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi, Anggota DPR: Pembungkaman Kebebasan Berekspresi
  • Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12 SMA: Soal Pilihan Ganda dan Esai Halaman 101-104 tentang Perang Dunia II
  • Idola Baru! Honda BeAt 2026 Hadir dengan Fitur Pengisi Daya, Tak Perlu Khawatir HP Mati di Jalan!
  • 5 Keunggulan Teknologi ADAS Jadi Standar Penting Mobil Modern
  • Pengakuan Istri Ilham Pradipta di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Perbuatan Terdakwa Keji
  • 7 manfaat menonton olahraga untuk anak, tingkatkan kebersamaan keluarga!
  • Siapa Dyastasita Widya Budi? Profil, Pendidikan, Tugas, dan Gaji Juri LCC 4 Pilar MPR RI
  • Kopi Indonesia Melangkah ke Dunia di World of Coffee 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Jawa Tengah Diguncang 850 Gempa Tahun Ini, BMKG Beri Penjelasan
Nasional

Jawa Tengah Diguncang 850 Gempa Tahun Ini, BMKG Beri Penjelasan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aktivitas Gempa di Jawa Tengah pada 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas kegempaan di Jawa Tengah selama tahun 2025 tergolong tinggi. Data yang diperoleh dari Stasiun Geofisika Banjarnegara menunjukkan sekitar 850 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya pada tahun tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, hanya 10 gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Meski guncangannya terasa, tidak ada dampak kerusakan maupun korban jiwa yang dilaporkan akibat gempa-gempa tersebut.

“Total kejadian gempa selama 2025 adalah sekitar 850 kejadian. Di antaranya, 10 gempa dirasakan masyarakat. Artinya, guncangannya terasa, tetapi tidak berdampak dan tidak menimbulkan kerusakan,” ujar Hery kepada Indonesiadiscover.com, Senin (12/1).

Distribusi Aktivitas Gempa

Berdasarkan data BMKG, aktivitas gempa terbanyak terjadi pada bulan April 2025 dengan sekitar 100 kejadian, satu di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Dari sisi kekuatan, kegempaan di Jawa Tengah didominasi oleh gempa bermagnitudo kecil. Sebanyak 698 kejadian gempa memiliki magnitudo kurang dari 3,0, sedangkan gempa bermagnitudo lebih besar jumlahnya relatif sedikit.

Ditinjau dari kedalaman, gempa bumi di Jawa Tengah sepanjang 2025 didominasi gempa dangkal. Sebanyak 581 kejadian merupakan gempa dengan kedalaman 0–60 kilometer yang sebagian besar bersumber dari aktivitas sesar di daratan Jawa Tengah serta zona pertemuan lempeng di selatan Jawa.

“Gempa dangkal ini salah satunya bersumber dari sesar-sesar yang ada di Jawa Tengah dan juga dari zona subduksi atau pertemuan lempeng di selatan Jawa, termasuk kawasan megathrust,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mencatat 253 kejadian gempa menengah dengan kedalaman 60 – 300 kilometer, serta enam kejadian gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer. Gempa menengah hingga dalam umumnya dipicu oleh tumbukan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia.

Wilayah yang Paling Rawan Gempa

Secara spasial, wilayah selatan Jawa Tengah menjadi kawasan yang paling sering mengalami gempa bumi. “Paling banyak terjadi di pesisir selatan seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri kerap mencatat aktivitas kegempaan karena lokasinya yang dekat dengan zona pertemuan lempeng. Sementara itu, Surakarta tercatat relatif jarang mengalami gempa,” ujarnya.

Meskipun aktivitas kegempaan cukup tinggi, Hery memastikan bahwa sepanjang 2025 tidak terdapat laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa bumi. Beberapa gempa yang dirasakan masyarakat hanya memiliki intensitas II hingga III MMI, sehingga tidak menimbulkan dampak berarti.

Imbauan untuk Masyarakat

Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman terhadap potensi gempa bumi. Menurut Hery, dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan gempa, tetapi juga oleh jarak sumber gempa dan kondisi tanah di lokasi terdampak.

“Jenis tanah sangat berpengaruh. Tanah lunak cenderung memperbesar goncangan, sementara tanah keras atau batuan dapat meredam getaran. Ini penting untuk dipahami masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan gempa,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12 SMA: Soal Pilihan Ganda dan Esai Halaman 101-104 tentang Perang Dunia II

15 Mei 2026

Pengakuan Istri Ilham Pradipta di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Perbuatan Terdakwa Keji

15 Mei 2026

65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dengan Kunci Jawaban UAS, PAS, ASAS, ASAT, PAT

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi, Anggota DPR: Pembungkaman Kebebasan Berekspresi

15 Mei 2026

Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12 SMA: Soal Pilihan Ganda dan Esai Halaman 101-104 tentang Perang Dunia II

15 Mei 2026

Idola Baru! Honda BeAt 2026 Hadir dengan Fitur Pengisi Daya, Tak Perlu Khawatir HP Mati di Jalan!

15 Mei 2026

5 Keunggulan Teknologi ADAS Jadi Standar Penting Mobil Modern

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?