Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Isu hak suara terus berlanjut, saham apa yang patut diperhatikan?
Ekonomi

Isu hak suara terus berlanjut, saham apa yang patut diperhatikan?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Juli 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aksi Korporasi Rights Issue Kembali Menggeliat di Pasar Modal

Di tengah dinamika pasar modal, aksi korporasi berupa rights issue atau penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kembali mengalami peningkatan. Banyak emiten memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat struktur permodalan, melakukan ekspansi bisnis, serta mengembangkan sektor baru. Beberapa perusahaan terkemuka telah mengumumkan rencana penghimpunan dana yang cukup besar.

PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) Siap Lakukan Rights Issue

Salah satu emiten yang telah mengumumkan rencana rights issue adalah PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK). Perusahaan ini menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 500 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi manufaktur, kendaraan listrik, serta memperluas portofolio bisnis pertambangan.

Porsi terbesar dana, sekitar Rp 200 miliar atau 40%, akan disalurkan kepada anak usaha PT Pilar Pratama Dinamika. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas operasional perusahaan. Selain itu, NTBK juga mengalokasikan sekitar Rp 170 miliar untuk pengembangan fasilitas assembling plant. Sementara itu, Rp 80 miliar dialokasikan bagi pengembangan bisnis kendaraan listrik, dan Rp 50 miliar digunakan untuk mengakuisisi perusahaan jasa pertambangan.

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) Siap Luncurkan Rights Issue

Selanjutnya, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) juga segera melaksanakan rights issue dengan menerbitkan 10,68 miliar saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp 120 per saham, sehingga potensi dana yang terkumpul mencapai Rp 1,28 triliun.

Sebagian besar dana dari rights issue COCO akan digunakan untuk mengakuisisi PT Sari Murni Abadi, produsen makanan ringan merek Momogi. Sisanya akan dialokasikan untuk modal kerja, termasuk riset produk, pembelian bahan baku, dan pemasaran.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Juga Siap Lakukan Rights Issue

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga bersiap menggelar rights issue setelah memperoleh persetujuan pemegang saham. BNBR akan menerbitkan maksimal 89,92 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 53 per saham. Dengan harga tersebut, BNBR berpotensi menghimpun dana sekitar Rp 4,76 triliun.

Sebagian besar dana akan disalurkan kepada PT Bakrie Technologies Industries untuk melunasi pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. Hal ini diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan grup dan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Aktivitas Rights Issue Di Pasar Modal

Maraknya rights issue juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga akhir Juni 2026, nilai penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal mencapai Rp 112,67 triliun dari berbagai aksi penawaran umum.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa penghimpunan dana tersebut terdiri atas tujuh penawaran umum perdana saham, 12 penawaran umum terbatas, sembilan EBUS, dan 98 PUB EBUS.

“Sampai dengan 30 Juni 2025, pada pipeline OJK masih terdapat 11 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp 15,84 triliun,” ujar Hasan dalam konferensi pers.

Di pipeline OJK, masih ada lima perusahaan yang sedang berencana untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan potensi dana sebesar Rp 10,45 triliun. Rencana PUT menjadi yang terbanyak dibanding aksi korporasi lainnya.

Rights Issue Masih Berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Aktivitas rights issue juga masih berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga 8 Juli 2026, tercatat empat perusahaan telah menerbitkan rights issue dengan total nilai mencapai Rp 3,89 triliun.

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan Bursa masih mencatat satu perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue. Calon emiten tersebut berasal dari sektor properti dan real estat.

“Per 8 Juli 2026 telah terdapat empat perusahaan tercatat yang menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3,89 triliun. Sementara masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” ujar Saidu.

Pandangan Analis: Perhatikan Tujuan Penggunaan Dana

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai investor perlu memperhatikan tujuan penggunaan dana rights issue. Menurutnya, pasar cenderung merespons positif aksi korporasi yang diarahkan untuk mendukung ekspansi bisnis.

Untuk saham COCO, Nafan memberikan rekomendasi speculative buy dengan target harga Rp 358 per saham. Penguatan harga saham belakangan dinilai dipengaruhi sentimen rights issue yang akan mendukung pengembangan usaha COCO.

Nafan juga memberikan rekomendasi speculative buy terhadap saham BNBR dengan target harga Rp 160 per saham. Menurutnya, rights issue BNBR berpotensi memperkuat struktur pendanaan grup apabila penggunaan dana terealisasi sesuai rencana.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?