Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Investor Beralih ke Dividen, IDX High Dividend Melesat
Ekonomi

Investor Beralih ke Dividen, IDX High Dividend Melesat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com,

JAKARTA – Perhatian para pelaku pasar kini beralih ke aksi pembagian dividen dari saham-saham yang secara historis dikenal royal dalam membagikan dividen. Meskipun periode pembagian dividen masih jauh, harga saham yang terdiskon saat ini membuat tawaran ini semakin menarik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (25/2/2026), indeks IDX High Dividend 20 menguat sebesar 4,93% sepanjang tahun berjalan 2026 (YtD). Sementara itu, indeks lain seperti LQ45 justru terkoreksi 0,41% YtD, dan IHSG masih terkoreksi 3,76% YtD.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, hal ini terjadi karena strategi investor untuk “mengamankan” posisi di saham-saham dengan dividen tinggi, terutama sebelum masa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) berlangsung.

”Kenaikan IDX High Dividend 20 disebabkan oleh front-running dan rotasi ke safe haven sebelum masa RUPS, karena antisipasi payout yang besar dan mengincar yield yang tinggi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (26/2/2026).

Wafi menilai bahwa mayoritas emiten yang masuk dalam indeks ini memiliki potensi kinerja yang solid sepanjang 2025, terutama di sektor perbankan dan energi, khususnya batu bara. Hal ini menjadi alasan bagi investor untuk menjaga posisi di saham-saham strategis.

Indikasi kuat terlihat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mencatatkan laba sebesar Rp57,13 triliun pada tahun lalu, dan telah mengalami penguatan 8,47% YtD. Begitu juga dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang naik 6,02% YtD seiring dengan laba Rp56,3 triliun pada tahun lalu.

Di sektor energi, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga menguat 41,59% YtD hingga perdagangan kemarin, karena spekulasi pasar terhadap harga emas yang melonjak pada 2026. Ketiga emiten ini tercatat sebagai saham yang royal dalam membagikan dividen.

Menurut Wafi, kombinasi laba bersih yang solid dan struktur neraca yang minim utang memberikan optimisme kepada pasar mengenai dividend payout ratio yang tinggi di tahun ini.

”Momentum dividen ini menjadi katalis domestik kuat untuk menjaga IHSG dan menarik inflow asing. Apalagi di tengah tren penurunan suku bunga global, yield dividen dari emiten Indonesia menjadi sangat menarik di mata asing,” tambahnya.

Meskipun begitu, Wafi merekomendasikan pendekatan selektif terhadap saham-saham di indeks ini. Beberapa saham telah mengalami kenaikan signifikan setelah tekanan MSCI.

Dia merekomendasikan strategi buy on weakness atau akumulasi bertahap pada saham-saham seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Astra International Tbk. (ASII).

Bukit Asam Tbk. – TradingView

Senada dengan pandangan Wafi, Dipta Daniswara, Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas, menilai bahwa menguatnya indeks terkait langkah investor yang mengambil posisi awal terhadap musim pembagian dividen. Posisi ini bahkan rela diamankan oleh investor meski musim pembagian dividen baru akan terlaksana pada periode Maret—April 2026.

Menurutnya, momentum ini akan membuat IHSG bergerak menguat karena kembali menarik minat investor domestik dan asing untuk mengamankan posisi.

”Hal ini dikarenakan investor bukan hanya mengincar dividen, tetapi juga capital gain jelang cum-date,” katanya kepada Bisnis, Kamis (26/2/2026).

Dia merekomendasikan investor tetap realistis dalam memilih saham. Masih ada potensi dividend trap. Menurutnya, saham-saham yang penurunannya relatif terkontrol selepas ex-date adalah perbankan besar.

”Kinerja emiten IDX High Dividend 20 umumnya variatif antarsektor. ANTM sangat diuntungkan dari harga emas yang tinggi, sementara komoditas batu bara mencatat penurunan laba, sementara sektor perbankan berkinerja moderat. Meskipun begitu, kami melihat peluang dividen tetap terbuka,” tegasnya.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menambahkan bahwa saham-saham yang masuk dalam indeks ini memiliki volatilitas yang cukup rendah dan stabil.

“Selain itu, kalau diperhatikan, saham-saham tersebut memang memiliki fundamental yang baik serta potensi valuasi di masa yang akan datang,” ujar Nico, Kamis (26/2/2026).

Dia melanjutkan bahwa saat ini saham-saham di indeks royal dividen yang sebaiknya diakumulasi adalah saham-saham yang memiliki fundamental dan valuasi yang baik.

Adapun sejauh ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menyukai saham-saham seperti ANTM, ASII, BBCA, INDF, dan JPFA di indeks ini. Menurut Nico, saham-saham ini memiliki kinerja yang cukup baik di tahun ini, di tengah berbagai program populis yang hadir tahun ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?