Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Indonesia percaya capai target pertumbuhan di tengah perubahan ekonomi global
    Ekonomi

    Indonesia percaya capai target pertumbuhan di tengah perubahan ekonomi global

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tantangan Ekonomi Global dan Optimisme Indonesia

    Indonesia tetap optimis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% meskipun kondisi perekonomian global masih menunjukkan tren yang tidak menggembirakan. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Firman Hidayat, menyampaikan bahwa situasi ekonomi global saat ini kurang kondusif dibandingkan sebelum pandemi.

    Pertumbuhan ekonomi dunia pada periode 2000-2019 rata-rata mencapai 3,7%. Namun, prediksi dari IMF menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global selama 2023-2029 hanya akan mencapai 3,2%. Hal ini menunjukkan adanya perlambatan struktural di tingkat global.

    Firman menjelaskan bahwa perlambatan ini tidak hanya terjadi karena faktor jangka pendek, tetapi juga akibat luka ekonomi pasca-pandemi yang belum sepenuhnya pulih. Banyak negara mengalami peningkatan defisit fiskal dan utang tinggi, sehingga membatasi kemampuan mereka untuk memberikan stimulus ekonomi. Selain itu, fragmentasi kebijakan perdagangan dan industri setelah pandemi juga berdampak pada perekonomian global.

    Dampak Perlambatan Ekonomi Tiongkok

    Salah satu faktor yang memengaruhi perekonomian global adalah perlambatan ekonomi Tiongkok. Sejak tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Tiongkok mulai melambat, dengan pertumbuhan di bawah 5% pada kuartal III 2025. Perlahan-lahan, sektor properti dan konsumsi masyarakat Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda stagnasi.

    Firman menilai bahwa perlambatan ini bersifat struktural. Konsumen Tiongkok belum kembali pada tingkat keyakinan yang tinggi, terutama dalam sektor properti yang masih terkontraksi. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2026.

    Dampak dari perlambatan ekonomi Tiongkok juga dirasakan oleh Indonesia, mengingat hubungan ekonomi antara kedua negara semakin erat dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, Tiongkok terus melakukan transisi ke energi baru terbarukan, yang menyebabkan penurunan permintaan batu bara dari Indonesia.

    Selain itu, perlambatan ekonomi Tiongkok juga menyebabkan peningkatan volume produk industri yang dilempar ke pasar internasional, termasuk Indonesia. Produk-produk ini biasanya dijual dengan harga yang lebih murah, sehingga menjadi ancaman bagi produk lokal.

    Langkah Antisipasi dan Diversifikasi Pasar

    Untuk menghadapi tantangan ini, Firman menyarankan agar Indonesia meningkatkan kebijakan anti-dumping dan safeguard guna mencegah banjir produk asing. Ia juga menilai pentingnya kerja sama bilateral (G2G) dengan Tiongkok. Uni Eropa telah membentuk satgas khusus untuk menghadapi hal ini, dan Indonesia perlu mengikuti langkah serupa.

    Selain itu, diversifikasi perdagangan ke negara lain seperti India juga diperlukan. Perekonomian India yang tumbuh positif membuatnya menjadi potensi pasar pengganti Tiongkok.

    Optimisme Ekonomi Domestik

    Meski perekonomian global masih suram, Firman menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia relatif stabil, yaitu sekitar 5%. Makroekonomi dan transaksi berjalan terjaga, serta cadangan devisa dalam level yang nyaman.

    Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% pada APBN 2026 dinilai realistis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan akselerasi kebijakan fiskal yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Kebijakan Fiskal dan Pengeluaran Pemerintah

    Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menggerakkan pengeluaran pemerintah sejak awal tahun. Ribuan Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) membelanjakan Rp20 triliun, yang berdampak positif pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

    Selain itu, penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran melalui teknologi biometrik dan sistem pembayaran digital juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Masalah Daya Beli Kelas Menengah

    Isu melambatnya daya beli kelas menengah berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Meskipun tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, gap status pekerja semakin melebar.

    Firman menilai bahwa pemerintah harus menciptakan lapangan kerja berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Investasi baik asing maupun domestik juga perlu digenjot, dengan regulasi yang memberikan kemudahan berusaha.

    Regulasi dan Hilirisasi

    Revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) sudah dilakukan, namun masih perlu ditingkatkan untuk memberikan kepastian berusaha. Selain itu, hilirisasi di sektor pertambangan, pertanian, perikanan, dan kelautan perlu ditingkatkan karena lebih banyak menyerap tenaga kerja.

    Sektor Padat Karya dan SDM

    Industri padat karya seperti garmen dan alas kaki masih menarik minat investasi asing, meskipun menghadapi beberapa tantangan. Keterbatasan SDM menjadi faktor utama yang perlu diperbaiki melalui pelatihan vokasi.

    Untuk memahami lebih lanjut tentang dinamika ekonomi global dan prospek Indonesia ke depan, Anda dapat menyaksikan diskusi lengkapnya melalui video berikut:

    Episode 5:

    https://per.mt/piertopeers-eps5

    Episode 6:

    https://per.mt/piertopeers-eps6

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?